Internasional

Mencekam Gedung Senat Filipina saat ICC Mau Tangkap Jenderal Era Duterte

Upaya Penangkapan Jenderal Era Duterte Di Gedung Senat Filipina Menghadapi Serangan Mencekam Gedung Senat Filipina saat ICC Mau - Upaya oleh Mahkamah Pidana

Desk Internasional
Published Mei 15, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Upaya Penangkapan Jenderal Era Duterte Di Gedung Senat Filipina Menghadapi Serangan

Mencekam Gedung Senat Filipina saat ICC Mau – Upaya oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menangkap Senator Filipina Ronald Dela Rosa, mantan Kepala Kepolisian Nasional, di Gedung Senat memicu peristiwa menegangkan. Sejumlah peluru ditembakkan saat marinir dan petugas keamanan berusaha mengamankan dela Rosa.

ICC Umumkan Surat Perintah Penangkapan

Detikcom melaporkan, pada Jumat (15/5/2026), ICC mengonfirmasi telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Dela Rosa. Pihaknya menuduh mantan kepala polisi itu melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan.

Kontribusi Dela Rosa Selama Era Duterte

Dela Rosa memimpin Kepolisian Nasional Filipina selama periode 2016-2018, atau dua tahun awal dari operasi anti-narkoba yang gencar di bawah mantan Presiden Rodrigo Duterte. Kebijakan tersebut mengakibatkan kematian ribuan orang, termasuk pengguna dan pengedar narkoba level rendah.

Pemimpin Perang Narkoba Berupaya Selamatkan Diri

Saat muncul di gedung legislatif, Dela Rosa nyaris lolos dari penangkapan. Dia menghilang dari publik sejak November tahun lalu dan kini bersembunyi di kantor senator. Dalam sebuah video yang diunggah ke Facebook, ia memohon agar ICC tidak menahan warga Filipina lainnya.

“Saya memohon kepada Anda. Saya harap Anda dapat membantu saya. Jangan biarkan warga Filipina lainnya dibawa ke Den Haag,” kata Dela Rosa.

Kebuntuan di Gedung Senat Saat Agen Keamanan Tiba

Dilansir Al Jazeera, Rabu (13/5), kejadian baku tembak terjadi setelah tentara dengan senapan dan pelindung keamanan naik ke tangga gedung. Para jurnalis berlarian mencari tempat aman saat tembakan berlaku.

“Sekitar 15 tembakan dilepaskan dan kami terpaksa mundur,” ujar jurnalis Al Jazeera, Jamela Alindogan.

Presiden Filipina Diminta Tidak Menyerahkan Dela Rosa

Dela Rosa, yang menjadi target ICC karena peran dalam operasi anti-narkoba, mendesak Presiden Ferdinand Marcos Jr. pada hari Selasa untuk tidak menyerahkan dirinya ke lembaga hukum internasional. Ia menyatakan siap menghadapi keadilan di dalam negeri.

Pelaku Penembakan Ditemukan

Seorang tersangka ditangkap oleh polisi Filipina pada Rabu (13/5) malam setelah insiden baku tembak di Gedung Senat. Menurut Menteri Dalam Negeri Juanito Victor Remulla, petugas keamanan Senat melepaskan tembakan peringatan ke arah pria bersenjata yang menyerang.

“Dia (tersangka) ditangkap di lokasi kejadian, di lantai dua Gedung Senat,” kata Brigadir Jenderal Randulf Tuano, juru bicara Kepolisian Nasional.

Insiden tersebut tidak menyebabkan korban jiwa, meski beberapa senator mengungsikan diri ke dalam kantor. Penyelidikan atas jumlah pelaku masih berlangsung.

Leave a Comment