Internasional

Special Plan: China Colek Pakistan, Dorong Makin Gencar ‘Jinakkan Api’ di Timur Tengah

China Dorong Pakistan dalam Special Plan untuk Perdamaian Timur Tengah Special Plan - Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyoroti pentingnya Pakistan

Desk Internasional
Published Mei 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

China Dorong Pakistan dalam Special Plan untuk Perdamaian Timur Tengah

Special Plan – Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyoroti pentingnya Pakistan sebagai mitra kunci dalam upaya mengurangi ketegangan di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran. Ia mengajak Islamabad untuk terus berperan dalam mediasi perdamaian, terutama dalam mengatasi sengketa penggunaan Selat Hormuz. Langkah ini disampaikan dalam komunikasi telepon yang dilakukan Wang Yi dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar pada Selasa (12/5) waktu setempat.

Peran Pakistan dalam Konflik Timur Tengah

Dalam wawancara khusus, Wang Yi menekankan bahwa Pakistan memiliki posisi strategis untuk mendorong kesepakatan antara AS dan Iran. Pemerintah Tiongkok menilai bahwa negara-negara Asia Selatan, termasuk Pakistan, dapat memberikan kontribusi signifikan dalam proses ini. “Special Plan akan terus didukung oleh Tiongkok, dengan harapan memperkuat upaya mediasi Pakistan,” kata Wang Yi, sebagaimana dilaporkan oleh Xinhua dan AFP.

Konflik antara AS dan Iran telah memanas sejak akhir Februari lalu, terutama setelah Trump menolak proposal Iran terkait gencatan senjata. Tiongkok berharap Pakistan dapat menjadi penengah dalam situasi yang semakin rumit ini. Menlu Pakistan Ishaq Dar diberi peran penting untuk menjembatani kepentingan kedua pihak. “Kita perlu mempercepat proses ini, karena kepentingan internasional sangat tergantung pada stabilitas Timur Tengah,” ujar Dar dalam komunikasi tersebut.

Histori dan Strategi China dalam Timur Tengah

Special Plan bukanlah inisiatif baru bagi Tiongkok. Sejak lama, Beijing telah memainkan peran aktif dalam memediasi konflik regional, terutama melalui hubungan ekonomi dan politik yang kuat dengan negara-negara Timur Tengah. Selain itu, Tiongkok juga menjalin kerja sama strategis dengan Iran, termasuk dalam proyek infrastruktur dan energi. Dengan latar belakang ini, penguatan peran Pakistan dalam Special Plan dianggap sebagai langkah logis untuk memperkuat keberhasilan strategi Tiongkok di wilayah tersebut.

Kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada Rabu (13/5) memperkuat kolaborasi antara kedua negara. Trump bertujuan membahas kemitraan strategis dengan Presiden China Xi Jinping, yang juga berpengaruh pada hubungan AS-Iran. Dalam konteks ini, Special Plan diharapkan dapat menjadi platform untuk menghadirkan perspektif Tiongkok sebagai pihak netral yang mendorong penyelesaian konflik. “Kita perlu bekerja sama untuk menjaga kestabilan kawasan,” tambah Wang Yi, menyoroti pentingnya Pakistan dalam peran ini.

Di sisi lain, Pakistan tetap menjadi pusat perhatian karena konflik antara AS dan Israel terhadap Iran. Meski perundingan bulan April lalu tidak menghasilkan kesepakatan permanen, negara tersebut terus berupaya memperbaiki situasi dengan metode mediasi yang berkelanjutan. Special Plan menjadi bentuk dorongan lebih lanjut untuk memperkuat posisi Pakistan dalam perspektif global. “Kita akan terus berkontribusi untuk tujuan ini, meski ada tantangan yang dihadapi,” tambah Wang Yi, yang menegaskan komitmen Tiongkok terhadap upaya perdamaian.

“Kita harus memperkuat kesepakatan antara AS dan Iran melalui Special Plan, karena konflik ini tidak hanya memengaruhi kedua negara tetapi juga kepentingan ekonomi dan keamanan dunia,” ujar Mohammad Bagher Ghalibaf, utusan utama Iran, dalam pernyataannya di media sosial X.

Special Plan juga dilihat sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan Timur Tengah pada negara-negara Barat. Tiongkok berharap dengan peran Pakistan yang lebih aktif, kawasan tersebut dapat mencapai kesepakatan yang lebih inklusif. Dalam konteks geopolitik saat ini, keberhasilan Special Plan akan memperkuat posisi Tiongkok sebagai pemain utama dalam dunia internasional. “Ini adalah peluang besar untuk membangun hubungan yang lebih baik antar negara,” kata analis internasional dalam wawancara dengan detik.com.

Leave a Comment