Internasional

Jepang Tanggapi Santai Komentar PM Australia Soal Melon dari PM Takaichi

Jepang Tanggapi Santai Komentar PM Australia - Tokyo memberikan respons yang tenang dan diplomatis atas pernyataan Perdana Menteri Australia, Anthony

Desk Internasional
Published Agustus 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Jepang Tanggapi Santai Komentar PM Australia Soal Melon dari PM Takaichi
  2. Related Reading

Jepang Tanggapi Santai Komentar PM Australia Soal Melon dari PM Takaichi

Wahanaberita.com – Jepang Tanggapi Santai Komentar PM Australia – Tokyo memberikan respons yang tenang dan diplomatis atas pernyataan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengenai buah melon yang merupakan hadiah dari PM Sanae Takaichi. Kejadian ini sempat menjadi perbincangan hangat di kedua negara, terutama setelah komentar tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat Jepang. Pemerintah Jepang menekankan bahwa hubungan harmonis tetap terjalin antara pemimpin kedua negara meskipun terjadi kesalahpahaman kecil. Menurut pernyataan resmi yang dikutip AFP pada Rabu (12/8/2026), pihak Jepang telah menerima informasi dari Australia bahwa PM Albanese sebenarnya tidak menyampaikan komentar tersebut sesuai dengan pemberitaan sebelumnya.

“Kami menyadari adanya pemberitaan di media. Pihak Australia telah menginformasikan bahwa Perdana Menteri Albanese tidak menyampaikan komentar tersebut sebagaimana yang telah diberitakan,” demikian jelas pernyataan pemerintah Jepang. Tanggapan ini menunjukkan kedewasaan diplomasi Jepang dalam menangani situasi yang bisa saja berkembang menjadi ketegangan bilateral.

Pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh PM Albanese saat kunjungan PM Takaichi ke Australia pada Mei lalu berlangsung dalam suasana yang sangat santai. Hal ini diyakini turut membangun hubungan saling percaya secara pribadi di antara kedua pemimpin. Kunjungan tersebut merupakan momen penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi dan politik antara kedua negara Asia-Pasifik.

Peristiwa Sebelumnya dan Konteks Komentar

Sebelumnya, Albanese telah menerima kecaman dan meminta maaf atas komentar yang dia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan podcast “Bush Deep” bulan lalu. Dalam wawancara tersebut, dia mengatakan bahwa dirinya ingin “bercinta” dengan penyanyi ternama asal Australia, Kylie Minogue. Namun, komentar terpisah dalam wawancara tersebut, yang membahas soal hadiah melon Jepang yang “aneh” dari PM Takaichi pada Mei lalu, memicu kehebohan lebih lanjut.

Albanese membahas hadiah melon Jepang itu saat ditanya soal hadiah diplomatik yang menurutnya “paling payah”. Ketika host podcast itu bertanya apakah PM Takaichi “menyelundupkan” buah melon itu saat melewati pemeriksaan bea cukai Australia, Albanese mengangkat kedua tangannya dan berkata “membawa sepasang melon”. “Dia datang dengan penampilan mirip Pamela Anderson,” timpal host podcast tersebut.

Komentar Albanese itu memicu kemarahan lawan-lawan politiknya. Pemimpin oposisi Australia mendesak Albanese meminta maaf atas lelucon yang dianggap “menghina” tersebut. Ketika ditanya saat berada di gedung parlemen pada Selasa (11/8) soal apakah dirinya akan meminta maaf atas “perilaku tidak sopan” tersebut, Albanese mengatakan: “Saya menolak anggapan yang terkandung dalam pernyataan tersebut”.

Kemarahan Netizen Jepang

Komentar PM Australia memicu kemarahan di kalangan pengguna media sosial Jepang. Beberapa pihak menilai komentar itu “tidak menghormati” PM Takaichi, yang mencetak sejarah sebagai PM perempuan pertama Jepang. Kehadiran PM Takaichi di kancah internasional semakin meningkatkan citra Jepang sebagai negara dengan kepemimpinan perempuan yang kuat dan progresif.

“Komentar orang ini sungguh tidak masuk akal. Terlebih lagi, hal itu menunjukkan anggapannya bahwa sah-sah saja memperlakukan Takaichi — atau bahkan Jepang — dengan cara sekasar itu,” tulis salah satu pengguna media sosial Jepang.

Ada pula pihak-pihak yang tersinggung atas apa yang dianggap sebagai penghinaan terhadap buah-buahan Jepang, mengingat varietas melon yang dimaksud harganya mencapai lebih dari 30.000 Yen, atau setara Rp 3,3 juta. Melon premium Jepang, terutama varietas Yubari King, dikenal sebagai buah mewah yang sering dijadikan hadiah diplomatik bernilai tinggi.

“Jangan pernah berpikir bahwa buah-buahan Australia itu sama dengan buah-buahan kami. Ketidaktahuan seperti itu sungguh menyedihkan,” tulis seorang pengguna media sosial Jepang lainnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Insiden Melon

Apa jenis melon yang diberikan PM Takaichi kepada PM Australia? Melon yang dimaksud adalah varietas premium Jepang yang dikenal dengan kualitas dan rasanya yang luar biasa. Melon ini merupakan buah mewah yang sering dijadikan hadiah diplomatik.

Berapa nilai melon tersebut dalam mata uang Rupiah? Varietas melon yang dimaksud harganya mencapai lebih dari 30.000 Yen, atau setara Rp 3,3 juta per buah.

Apakah PM Albanese sudah meminta maaf atas komentarnya? PM Albanese telah meminta maaf atas komentar tentang Kylie Minogue, namun untuk komentar tentang melon, ia menolak anggapan yang terkandung dalam pernyataan tersebut.

Bagaimana reaksi masyarakat Jepang terhadap insiden ini? Masyarakat Jepang merespons dengan kemarahan di media sosial, menilai komentar tersebut tidak menghormati PM Takaichi dan buah-buahan Jepang.

Apakah insiden ini mempengaruhi hubungan diplomatik Jepang-Australia? Pemerintah Jepang memberikan tanggapan yang tenang, menunjukkan bahwa hubungan harmonis tetap terjalin antara kedua negara.

Leave a Comment