1 WNI Tewas di Yaman, Kenapa Houthi Tuduh Kapalnya Angkut Senjata?
Insiden tragis terjadi di perairan Yaman ketika seorang pekerja Indonesia kehilangan nyawanya. 1 WNI Tewas di Yaman setelah kapal kargo MV Tihamah diserang
Table of Contents
1 WNI Tewas di Yaman: Kapal Kargo MV Tihamah Diserang Houthi
Wahanaberita.com – Insiden tragis terjadi di perairan Yaman ketika seorang pekerja Indonesia kehilangan nyawanya. 1 WNI Tewas di Yaman setelah kapal kargo MV Tihamah diserang oleh kelompok Houthi pada hari Selasa, 11 Agustus 2025. Kelompok politik-militer asal Yaman ini menuduh kapal tersebut membawa perlengkapan perang milik Arab Saudi. Hingga saat ini, klaim tersebut belum mendapat respons resmi dari pihak Saudi.
Kementerian Luar Negeri Indonesia telah mengonfirmasi adanya serangan terhadap MV Tihamah. Namun, pihak Kemlu masih dalam proses memverifikasi kematian warga negara Indonesia tersebut secara pasti. Serangan ini terjadi di tengah ketegangan regional yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
Identitas Korban dan Detail Serangan
Belum ada informasi resmi mengenai identitas korban dari Kemlu Indonesia maupun otoritas Yaman. Ia hanya diketahui bekerja sebagai awak kapal MV Tihamah. Selain korban jiwa tersebut, terdapat dua awak kapal lain yang merupakan WNI. Salah satunya mengalami luka ringan akibat terkena pecahan, sementara yang lainnya sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Informasi ini disampaikan oleh Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaman yang berkedudukan di Muscat, Oman.
Serangan yang sama juga menewaskan tiga warga negara Pakistan yang merupakan awak kapal. Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi perang sipil Yaman yang semakin memanas sejak konflik militer antara Iran dan Amerika Serikat pada bulan Februari lalu.
Tuduhan Houthi Terhadap Kapal Kargo
Otoritas militer Yaman yang dikendalikan Houthi menyatakan bahwa MV Tihamah mengangkut peralatan militer Saudi di Selat Bab al-Mandab. Pernyataan ini disampaikan melalui kantor berita Saba yang berada di bawah kendali pemerintahan Yaman versi Houthi. Namun, Arab Saudi belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.
Kantor berita Tasnim milik pemerintah Iran juga mempublikasikan informasi mengenai serangan ini. Mengutip pejabat Houthi di Sanaa, serangan terjadi di Pelabuhan al-Makha yang terletak di pantai barat Yaman. Otoritas Houthi menuduh kapal kargo itu membawa perlengkapan militer Arab Saudi yang akan diserahkan kepada tentara bayaran Yaman.
Omar Al-Bakhiti, juru bicara pemerintah Yaman di bawah Houthi, mengkritik keras blokade yang dilakukan Arab Saudi terhadap Yaman. Ia menuduh Arab Saudi sebelumnya membela serangan pemerintahan Yaman di bawah Rashad al-Alimi karena memiliki kepentingan di dalamnya.
“Tentara Yaman [di bawah Houthi] sangat serius dalam memberlakukan larangan terhadap pelayaran Saudi dan posisi ini tidak dapat diubah,” kata Al-Bakhiti.
“Kami katakan kepada musuh kami, Saudi, alih-alih menangis dan meratap atas kapal-kapal yang menjadi sasaran, hentikan pengepungan dan agresi kejam Anda terhadap rakyat Yaman,” ujarnya.
Latar Belakang Konflik Yaman
Perang sipil di Yaman bermula pada tahun 2014 ketika Houthi, yang bersekutu dan mendapat dukungan dari Iran, menyerang serta menguasai ibu kota Sanaa. Peristiwa tersebut memaksa pemerintahan Yaman hasil pemilu yang dipimpin Abdrabbuh Mansour Hadi untuk mengungsi ke Arab Saudi.
Sejak saat itu, Houthi menguasai Sanaa. Pemerintahan Yaman di bawah Mansour Hadi berlanjut ketika jabatan presiden dilanjutkan oleh Rashad al-Alimi pada tahun 2022. Pemerintahan di luar Yaman ini diakui oleh Amerika Serikat dan para sekutunya.
Peristiwa Sebelumnya di Yaman
Lokasi serangan terhadap MV Tihamah sebelumnya telah digempur oleh kelompok Houthi. Kelompok tersebut meluncurkan misil ke Pelabuhan al-Makha pada hari Senin, 10 Agustus, atau satu hari sebelum mereka menyerang kapal kargo MV Tihamah. Serangan itu tidak hanya menyebabkan kerusakan parah pada area pelabuhan, tetapi juga menewaskan tujuh orang dan melukai sekitar 30 orang.
Pada hari yang sama, Houthi juga menyerang tentara Yaman yang mereka sebut bersekutu dengan Arab Saudi di Provinsi Shabwa. Sebaliknya, pasukan Yaman yang dipimpin Rashad al-Alimi dari Arab Saudi juga menyerang Houthi di Provinsi Shabwa, al-Jawf, dan Saada.
Pada bulan Juli lalu, Arab Saudi meluncurkan misil ke bandara di Sanaa, beberapa saat sebelum pesawat berbendera Iran yang membawa rombongan pejabat Houthi mendarat.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Insiden Ini
Siapa saja korban dari serangan MV Tihamah? Serangan menewaskan satu warga negara Indonesia, tiga warga negara Pakistan, serta melukai dua awak kapal Indonesia lainnya.
Apa tuduhan Houthi terhadap kapal MV Tihamah? Houthi menuduh kapal MV Tihamah mengangkut peralatan militer Arab Saudi yang akan diserahkan kepada tentara bayaran Yaman di Pelabuhan al-Makha.
Di mana lokasi serangan terjadi? Serangan terjadi di perairan dekat Pelabuhan al-Makha yang terletak di pantai barat Yaman, tepatnya di Selat Bab al-Mandab.
Kapan serangan terhadap MV Tihamah terjadi? Serangan terjadi pada hari Selasa, 11 Agustus 2025, sehari setelah Houthi meluncurkan misil ke Pelabuhan al-Makha.
Bagaimana posisi Arab Saudi terhadap tuduhan Houthi? Hingga saat ini, Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan Houthi bahwa kapal MV Tihamah membawa perlengkapan militer mereka.
