Internasional

Di Balik Perintah Trump Setop Sementara Serangan Udara ke Iran

Di Balik Perintah Trump Setop Sementara serangan udara ke Iran, Minggu malam (26/7) menjadi momen penting dalam hubungan diplomatik antara kedua negara

Desk Internasional
Published Juli 26, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com

Trump Menunda Serangan Udara ke Iran: Kekhawatiran Amunisi dan Ruang Diplomasi

Wahanaberita.com – Di Balik Perintah Trump Setop Sementara serangan udara ke Iran, Minggu malam (26/7) menjadi momen penting dalam hubungan diplomatik antara kedua negara. Penundaan sementara ini muncul seiring dengan adanya laporan yang mengindikasikan kekhawatiran akan menipisnya stok amunisi, yang kemudian menahan rencana eskalasi militer lebih lanjut. Keputusan ini menunjukkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan berbagai opsi sebelum mengambil langkah tegas berikutnya.

Menurut rangkuman detikcom pada Minggu (26/7/2026), Presiden Trump sebelumnya dikabarkan sedang bersiap-siap untuk meluncurkan serangan besar-besaran terbaru terhadap Iran. Operasi militer yang direncanakan tersebut dinilai akan memiliki cakupan lebih luas dibandingkan dengan serangan saat Operation Epic Fury. Para analis militer menilai bahwa penundaan ini memberikan waktu bagi kedua belah pihak untuk mengevaluasi situasi secara lebih komprehensif.

Wawancara dengan Axios dan Persiapan Militer

Dilansir dari Middle East Monitor pada Jumat (24/7/2026), Trump mengungkapkan hal ini dalam sebuah wawancara terbaru bersama media AS, Axios, yang dilakukan pada Kamis (23/7). Dalam percakapan tersebut, Trump menyatakan bahwa dirinya hampir memutuskan untuk melakukan serangan besar-besaran. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan akhir belum diambil dan masih ada ruang untuk negosiasi.

Dua pejabat AS yang tidak menyebutkan namanya secara terpisah kepada Axios mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada perintah militer baru yang dikeluarkan. Mereka menambahkan bahwa berbagai skenario sedang dipertimbangkan oleh Pentagon sebelum mengambil keputusan final. Di Balik Perintah Trump Setop sementara ini, para pejabat tersebut juga menyebutkan bahwa koordinasi dengan Israel terus dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional.

“Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran. Lebih besar dari sebelumnya. Saya hampir mengambil keputusan. Kami sudah siap sepenuhnya untuk itu,” kata Trump dalam wawancara dengan Axios tersebut.

Trump juga menambahkan bahwa Israel memiliki kemungkinan untuk bergabung dalam operasi terbaru AS tersebut “hampir seketika” apabila diminta. Hal ini menunjukkan bahwa Washington tidak hanya mempertimbangkan aspek militer, tetapi juga dimensi politik dalam pengambilan keputusan strategisnya.

Keputusan Menunda Serangan

Berdasarkan laporan The New York Times dan Axios, sebagaimana dilansir AFP dan Aljazeera pada Minggu (26/7/2026), Presiden AS Donald Trump disebut telah memutuskan untuk menunda rencana menyerang Iran. Putusan tersebut keluar usai 13 hari berturut-turut melakukan serangan. The Times, mengutip pejabat pemerintahan Trump, mengatakan keputusan presiden tersebut diambil di tengah kekhawatiran bahwa peningkatan perang dapat “secara berbahaya menguras persediaan pencegat rudal Patriot dan amunisi pertahanan udara lainnya di Timur Tengah yang sudah menipis”.

Dikatakan bahwa keputusan tersebut menyusul pertemuan antara Trump, para penasihat utamanya, dan anggota senior kabinetnya pada hari Jumat lalu. Dalam pertemuan tersebut, berbagai opsi diplomasi juga dibahas secara mendalam. Di Balik Perintah Trump Setop sementara ini, para penasihat menekankan pentingnya memberikan ruang bagi jalur diplomasi sebelum eskalasi lebih lanjut terjadi.

Axios, mengutip dua sumber anonim yang mengetahui keputusan tersebut, mengatakan tidak jelas apakah perintah Trump untuk menghentikan serangan itu hanya sekali saja atau apakah jeda tersebut akan berlanjut. Laporan itu menyebut keputusan Trump “mencerminkan kesediaannya untuk memberikan lebih banyak ruang bagi diplomasi dan pengakuan bahwa tanpa kembali ke operasi tempur besar-besaran, tingkat serangan AS saat ini telah mencapai batas efektivitasnya”.

Laporan itu mengutip sumber-sumber yang mengatakan bahwa militer AS sedang mempersiapkan rencana untuk kemungkinan kembali ke operasi tempur besar-besaran. Sementara itu, jeda ini telah menghidupkan kembali harapan untuk kembali ke negosiasi setelah hampir dua minggu pemboman malam berturut-turut oleh AS, meskipun media AS melaporkan bahwa jeda ini juga dapat mencerminkan tekanan pada persediaan pencegat Patriot dan senjata pertahanan lainnya.

Pertempuran di Selat Hormuz menggagalkan upaya diplomatik antara Washington dan Teheran, akan tetapi konflik meluas melampaui ke koridor energi vital hingga mencakup serangan terhadap pangkalan AS, pelayaran regional, dan sekutu Teluk. Namun, operasi AS terhadap Iran “ditangguhkan,” lapor CNN, mengutip sumber Pentagon yang tidak disebutkan namanya. Laporan tersebut muncul ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan serangan “tingkat yang jauh lebih tinggi” pada hari Jumat.

Sebelumnya pada Jumat, Trump mengatakan bahwa dia belum memutuskan apakah akan kembali ke operasi habis-habisan. Di Balik Perintah Trump Setop sementara ini, dunia internasional kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari situasi yang semakin kompleks di Timur Tengah.

“Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya pikir mereka semakin serius,” katanya kepada wartawan.

Leave a Comment