Internasional

Besar-besaran! 656 Drone Rusia Melesat ke Ukraina – 11 Orang Tewas

ke Ukraina, 11 Orang Tewas Besar besaran 656 Drone Rusia Melesat - Sebuah serangan udara besar-besaran dilakukan oleh pasukan Rusia, dengan 656 drone dan

Desk Internasional
Published Juni 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Besar-besaran! 656 Drone Rusia Melesat ke Ukraina, 11 Orang Tewas

Besar besaran 656 Drone Rusia Melesat – Sebuah serangan udara besar-besaran dilakukan oleh pasukan Rusia, dengan 656 drone dan senjata lainnya diluncurkan ke wilayah Ukraina. Dalam pemberitahuan terbaru, Angkatan Udara Ukraina mengungkap bahwa serangan tersebut terjadi dalam satu malam dan menargetkan fasilitas pertahanan serta kota-kota strategis. Dari jumlah total, sebanyak 602 drone serta 40 rudal berhasil dihancurkan, sementara sejumlah korban tewas dan cedera mencatatkan dampak serius. Laporan dari AFP dan Reuters menegaskan bahwa serangan ini meningkatkan jumlah korban jiwa menjadi minimal 11 orang.

Deteksi dan Penghancuran Senjata

Menurut pernyataan dari Angkatan Udara Ukraina melalui platform Telegram, mereka mendeteksi 656 drone dan 73 rudal yang diluncurkan oleh Rusia. Serangan ini tidak hanya memperlihatkan skala besar-besaran dalam jumlah senjata, tetapi juga keahlian dalam mengarahkan senjata jarak jauh. Dengan sistem pertahanan udara yang aktif, sebanyak 602 drone berhasil dihancurkan, sementara 40 rudal ketinggalan dan menjadi sasaran lokasi yang terkena dampak serius. Faktor kecepatan dan presisi senjata-senjata tersebut memberikan ancaman besar-besaran bagi infrastruktur militer Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan ini adalah bagian dari strategi untuk menekan Ukraina secara sistematis. Mereka mengklaim bahwa senjata hipersonik Zircon, yang jumlahnya mencapai delapan unit dalam operasi tersebut, memiliki kemampuan luar biasa untuk mencapai jarak hingga 1.000 kilometer dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara. Hal ini membuat Rusia dapat menghancurkan target di berbagai wilayah tanpa memerlukan landasan tempur di dekat lokasi serangan.

Dampak pada Kota Kyiv

Wilayah Kyiv menjadi salah satu korban utama dari serangan besar-besaran ini. Foto-foto yang diunggah menunjukkan ledakan besar dan asap mengambang di atas bangunan-bangunan tinggi. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan minimal empat korban tewas serta 65 orang terluka. Salah satu rudal menghantam gedung apartemen 24 lantai, menyebabkan roboh dan mengakibatkan orang terjebak di bawah reruntuhan. Selain itu, satu gedung apartemen 9 lantai juga mengalami kebakaran akibat pecahan senjata.

Menurut informasi dari sumber terpercaya, serangan ini berdampak signifikan pada sistem infrastruktur kota. Meski tidak semua target berhasil dihancurkan, kejadian-kejadian tersebut menunjukkan kekuatan serangan besar-besaran Rusia. Korban tewas dan cedera ini merupakan bukti nyata dari kerusakan yang disebabkan oleh penggunaan senjata seperti drone dan rudal hipersonik. Keseluruhan operasi ini menegaskan bahwa Rusia terus meningkatkan kemampuan serangan udara.

Kerusakan di Dnipro dan Kharkiv

Wilayah Dnipro juga menjadi sasaran serangan besar-besaran Rusia. Gubernur setempat, Oleksandr Hanzha, melaporkan minimal tujuh orang tewas dan 36 orang terluka akibat ledakan dari senjata-senjata yang diluncurkan. Foto-foto menunjukkan bangunan permukiman hancur, kendaraan terbakar, serta taman bermain anak yang rusak. Dnipro, yang merupakan pusat industri Ukraina, menjadi korban utama dalam upaya menghambat operasi militer negara tersebut.

Sementara itu, Kharkiv di bagian timur laut Ukraina mengalami kerusakan, dengan Wali Kota Ihor Terekhov mengungkapkan minimal 10 orang, termasuk satu anak, terluka. Wilayah ini menjadi titik fokus karena posisinya yang strategis dalam lini pertahanan Ukraina. Serangan tersebut tidak hanya merusak fasilitas militer, tetapi juga mengganggu kehidupan sipil dan menyebabkan ketakutan besar-besaran di tengah masyarakat.

Dalam rangka memperkuat pertahanan, Angkatan Udara Ukraina terus meningkatkan kapasitasnya untuk menghadapi serangan besar-besaran seperti ini. Penggunaan drone dan rudal hipersonik menunjukkan bahwa Rusia sedang berusaha mengubah strategi perangnya, mengutamakan kecepatan dan presisi untuk mengejutkan musuh. Jumlah senjata yang diluncurkan, yaitu 656 drone, menegaskan bahwa serangan ini bukan sekadar aksi taktis, tetapi operasi strategis yang terencana.

Kemungkinan Tujuan Serangan

Sumber pemerintah menyebutkan bahwa serangan ini bertujuan untuk menghancurkan fasilitas industri pertahanan Ukraina, yang merupakan kunci dalam mendukung operasi militer mereka. Dengan mengirimkan senjata jarak jauh seperti drone dan rudal, Rusia berusaha menekan Ukraina secara ekonomi dan logistik. Serangan besar-besaran ini juga berdampak pada kemampuan negara untuk memproduksi senjata dan bahan bakar, sehingga memperparah tekanan pada pasukan mereka.

Besarnya jumlah senjata yang diluncurkan, yaitu 656 drone dan 73 rudal, menunjukkan bahwa Rusia sedang menguji kekuatan militer Ukraina secara menyeluruh. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa operasi serupa akan terus dilakukan dalam waktu dekat untuk mempercepat keberhasilan Rusia dalam konflik ini. Meski demikian, Ukraina terus berusaha mengurangi kerusakan melalui pertahanan udara yang solid.

Dengan dampak yang signifikan di berbagai wilayah, serangan ini memperlihatkan bagaimana Rusia menggunakan senjata yang jumlahnya besar-besaran untuk menciptakan tekanan besar-besaran. Meskipun keberhasilan penghancuran senjata cukup tinggi, jumlah korban yang mencapai minimal 11 orang tetap menjadi penegasan bahwa serangan tersebut memang berpotensi merusak banyak aset penting. Keterlibatan senjata hipersonik Zircon dalam serangan ini menambah kehebohan dan meningkatkan risiko bagi wilayah yang diperangi.

Leave a Comment