Key Strategy: NU Care-LAZISNU & Unilever Bekali 20 Ribu Perempuan Literasi Keuangan & AI
Key Strategy yang menjadi fokus utama program pendidikan ini diluncurkan oleh NU Care-LAZISNU dan Unilever Indonesia, dengan tujuan meningkatkan keterampilan literasi keuangan dan teknologi AI di tengah era digitalisasi. Kegiatan yang berlangsung dari Februari hingga 24 Mei 2026, menjangkau delapan wilayah strategis, seperti Kabupaten Bangkalan, Gresik, Sidoarjo, Jombang di Jawa Timur, serta Lampung Utara, Lampung Selatan, Metro, dan Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung. Dengan Key Strategy ini, ribuan perempuan diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dan mengelola sumber daya ekonomi secara lebih baik.
Membangun Pilar Masa Depan Melalui Literasi Digital
Dalam Key Strategy ini, perempuan dipandang sebagai pilar utama dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya. Moesafa, Sekretaris LAZISNU PBNU, menekankan bahwa peningkatan literasi digital dan keuangan tidak hanya penting untuk kehidupan pribadi, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi lokal. “Perempuan saat ini berperan aktif baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, sehingga mereka perlu diberikan keahlian yang memadai agar bisa menjawab tantangan zaman,” jelas Moesafa dalam acara peluncuran di Pondok Pesantren Bahrul Ulun Jombang. Dengan Key Strategy, program ini dirancang untuk membuka akses ke pengetahuan modern dan memperkuat kapasitas perempuan di berbagai sektor.
Program ini menggabungkan pendekatan daring dan luring, sehingga peserta bisa memperoleh materi secara fleksibel. Kegiatan yang diadakan di delapan wilayah tersebut melibatkan trainer yang berasal dari alumni pelatihan sebelumnya, serta master trainer berpengalaman. Hal ini memastikan bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan peserta. Dengan Key Strategy ini, perempuan tidak hanya diberi pemahaman tentang keuangan, tetapi juga dilatih bagaimana mengintegrasikan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi Kolaboratif untuk Kemajuan Perempuan
Kolaborasi antara NU Care-LAZISNU dan Unilever Indonesia bertujuan menghadirkan kesempatan belajar bagi perempuan dari berbagai latar belakang. “Key Strategy ini memperkuat upaya kami dalam meningkatkan kemandirian perempuan melalui pendidikan berbasis teknologi,” tambah Nurdiana Darus, Director of Communications, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia. Program Perempuan PandAI & Berdaya ini dirancang untuk menjangkau usia 12 hingga 45 tahun, dengan total peserta mencapai 20 ribu. Sebanyak 15.172 peserta mengikuti kegiatan secara daring, sementara 4.002 peserta mengambil bagian dalam pelatihan luring.
Dalam Key Strategy ini, kurikulum yang diterapkan mencakup beberapa modul seperti pengelolaan dana pribadi, penerapan AI dalam bisnis kecil-menengah, dan penggunaan platform digital untuk pengembangan ekonomi. Pelatihan ini tidak hanya mengutamakan teori, tetapi juga dilengkapi praktek langsung yang membuat peserta lebih percaya diri dalam menghadapi dunia kerja dan perubahan teknologi. Pemilihan pesantren sebagai lokasi pelatihan menjadi strategi untuk menjangkau peserta yang lebih luas, terutama di lingkungan komunitas lokal.
Kemanfaatan Literasi Keuangan & AI dalam Kehidupan Sehari-hari
Manfaat dari Key Strategy ini terasa jelas dalam kehidupan peserta. Sebagai contoh, Siti Mutaibah, seorang ibu rumah tangga dari Sidoarjo, menyebutkan bahwa pemanfaatan AI dalam pembuatan banner dan flyer telah memberikan kemudahan dalam promosi usaha kecilnya. “Dengan pelatihan Key Strategy, saya bisa menciptakan desain yang lebih profesional hanya dalam waktu singkat,” katanya. Sementara itu, Diah Ageng Lisnani, siswa SMA Negeri 2 Kalianda, Lampung Selatan, mengapresiasi kegiatan ini karena menyediakan akses gratis ke pengetahuan yang berguna. “Key Strategy ini memberikan wawasan tentang penggunaan teknologi yang bisa diterapkan dalam berbagai bidang,” tambahnya.
Program Key Strategy tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya pendidikan berbasis digital. Materi yang disampaikan dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk di daerah terpencil. Moesafa menambahkan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun masyarakat yang mandiri. “Dengan Key Strategy ini, perempuan akan lebih siap menghadapi tuntutan pasar kerja yang semakin dinamis,” ujarnya. Kegiatan ini juga memberikan pelatihan tentang manajemen keuangan pribadi, yang membantu peserta mengelola penghasilan dan kebutuhan secara lebih efektif.
Peran Teknologi AI dalam Meningkatkan Keterampilan
Keterampilan AI yang diajarkan dalam Key Strategy ini menjadi fokus utama untuk menyesuaikan dengan perkembangan industri. Trainer yang terlibat dalam program ini berpengalaman dalam mengembangkan solusi teknologi yang praktis. “AI adalah alat penting untuk meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan sehari-hari,” kata Nurdiana Darus. Dengan Key Strategy, perempuan tidak hanya belajar tentang teknologi, tetapi juga bagaimana memanfaatkannya untuk menciptakan inovasi dan mengemb
