Berita

What Happened During: PDIP Terima Kasih Gerindra Puji Megawati, tapi Tak Setuju Dikaitkan Dino

PDIP Apresiasi Gerindra Puji Megawati Tapi Tolak Bandingkan dengan Dino What Happened During: Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas

Desk Berita
Published Juni 3, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

PDIP Apresiasi Gerindra Puji Megawati Tapi Tolak Bandingkan dengan Dino

What Happened During: Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira, menyampaikan rasa apresiasi atas pujian yang diberikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, terhadap Megawati Soekarnoputri. Namun, Andreas mengingatkan agar tidak mengaitkan Megawati dengan mantan Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Pernyataan ini muncul dalam konteks hubungan antarpartai yang dinamis selama masa kampanye dan perjalanan politik pasca-pemilu.

Konteks Perbandingan dalam Politik

What Happened During menggambarkan bagaimana hubungan PDIP dan Gerindra terus berkembang, meski keduanya memiliki basis dukungan yang berbeda. Pujian terhadap Megawati sebagai negarawan yang siap berkoordinasi dengan Prabowo Subianto dianggap sebagai bentuk penghormatan yang wajar. Namun, Andreas menekankan bahwa perbandingan antara Megawati dan Dino terasa kurang tepat karena peran dan konteks mereka berbeda. “Bukan malah ngompor-ngomporin seperti Dino gitu kan ya, tapi membatasi polarisasi,” ujarnya.

What Happened During juga menggambarkan bagaimana tindakan Megawati dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah dianggap lebih elegan dibandingkan sikap tertentu yang diungkapkan oleh Dino. Habiburokhman, dalam pernyataannya, menyoroti keharmonisan antara Prabowo dan Megawati sebagai contoh keterbukaan dalam politik. “Ya sangat harmonis ya, saya sendiri apa namanya, dari dulu ya sejak Pak Prabowo belum Presiden, Pak Prabowo Presiden sering menjadi saksi bagaimana beliau-beliau masih menjalin komunikasi yang amat baik di level paling tinggi,” tambahnya.

Apresiasi PDIP terhadap Gerindra

What Happened During menunjukkan bahwa PDIP tetap menghargai upaya Gerindra dalam membangun koordinasi antarpartai. Andreas mengakui bahwa pujian terhadap Megawati oleh Habiburokhman memberikan nilai positif, meskipun ia menekankan bahwa perbandingan dengan Dino tidak relevan. “Membandingkan Ibu Mega dan Dino Patti Djalal, kayaknya nggak ada hubungannya, urusan Ibu Mega lain, urusan Dino lain,” jelas Andreas dalam wawancara Rabu (3/6/2026).

What Happened During juga mencakup pernyataan Andreas bahwa PDIP tidak akan mengurangi rasa hormat terhadap Megawati meskipun ada kritik dari pihak lain. Ia menegaskan bahwa keharmonisan antara tokoh-tokoh senior seperti Megawati dan Prabowo adalah bagian dari dinamika politik nasional. “Ini bukan hal baru, hubungan pribadi Ibu Megawati dan Pak Prabowo dari dulu baik dan tetap baik,” ujarnya.

Perbedaan Substansi dalam Pernyataan

What Happened During mengungkapkan perbedaan pandangan antara PDIP dan Gerindra tentang sikap politik Megawati. Habiburokhman menilai Megawati sebagai sosok yang menunjukkan kedewasaan dalam menjalani hubungan antarpartai, sementara Dino dituding sebagai figur yang lebih menonjolkan sikap berbeda. Andreas menambahkan bahwa kritik dari PDIP terhadap pemerintah adalah bagian dari tugas anggota DPR, bukan bentuk penghinaan terhadap Prabowo.

What Happened During menyoroti bagaimana perbandingan antarfigur politik sering digunakan untuk membangun narasi tertentu. Habiburokhman menyatakan bahwa Megawati menghormati Prabowo sebagai presiden saat ini, meskipun berada di luar pemerintahan. “Sebagai presiden yang pernah menjabat, beliau menghormati Pak Prabowo sebagai presiden yang saat ini menjabat. Kalau misalnya dari DPR ada kader-kader Bu Mega menyampaikan kritik, kan itu memang sudah seharusnya,” ujarnya.

Keterbukaan dan Koordinasi Politik

What Happened During menjelaskan bahwa keterbukaan Megawati dalam berkoordinasi dengan pihak lain dianggap sebagai contoh kepemimpinan yang matang. Habiburokhman menyoroti bagaimana sikap tersebut berbeda dengan sikap tertentu yang diungkapkan oleh Dino. “Nah ini contoh yang elegan dari Bu Mega, kita sangat hormat dan respek contoh yang dilakukan oleh Ibu Mega ini,” kata Habiburokhman.

What Happened During juga menegaskan bahwa hubungan antarpartai dianggap sebagai keharusan dalam sistem demokrasi. Meski PDIP dan Gerindra memiliki pandangan politik yang berbeda, kerja sama yang baik antarelite dianggap penting untuk stabilitas pemerintahan. “Yang membandingkannya agak ‘maksain’ untuk membuat perbandingan. Konteksnya beda, substansinya juga beda,” tambah Andreas dalam pernyataannya.

Leave a Comment