Megawati Tutup Bulan Bung Karno di Bali, PDIP Soroti Kekuatan Partai
Visit Agenda – Acara penutupan Bulan Bung Karno di Bali menjadi momen penting bagi Partai Demokrati Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam memperkuat kemitraan dengan elemen masyarakat. Pada hari Minggu (28/6/2026), Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, secara resmi mengakhiri rangkaian perayaan yang digelar di pulau Dewata. Acara ini menarik partisipasi dari 625 desa di Bali, yang sekaligus menggambarkan komitmen partai dalam merayakan sejarah dan nilai-nilai perjuangan Soekarno.
Partisipasi Desa dan Dana yang Digunakan
Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa seluruh desa di Bali, kecuali tiga yang belum berpartisipasi, telah menggelar perayaan Bulan Bung Karno secara bersamaan. “Visit Agenda ini tidak hanya menjadi momen untuk mengenang perjuangan Bung Karno, tetapi juga sebagai sarana menunjukkan kekuatan PDIP di tingkat lokal,” kata Koster saat membuka acara di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur. Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan dilaksanakan dengan dana dari APBDes dan kontribusi warga, mencapai total Rp10,5 miliar.
“Bung Karno adalah pahlawan yang selalu menjadi inspirasi. Dengan Visit Agenda ini, kami ingin memastikan keberadaannya tetap relevan di tengah masyarakat,” ujar Koster.
“Keterlibatan 625 desa dalam Bulan Bung Karno adalah bukti nyata bahwa PDIP memiliki daya dukung yang kuat di tingkat bawah,” lanjutnya.
Perayaan Budaya dan Tema Filosofis
Acara penutupan dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri dan anaknya, Prananda Prabowo, yang menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital DPP PDIP. Selama bulan Maret 2026, Bulan Bung Karno telah melibatkan sekitar 14.569 pemuda dari berbagai daerah di Bali sebagai bagian dari Visit Agenda PDIP. Mereka berpartisipasi dalam berbagai pertunjukan budaya yang menampilkan kearifan lokal.
Acara menampilkan pertunjukan Matembang Sastra Bali, Jugling Arak Bali, senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, serta pertunjukan seni klasik Bapang Barong & Mekendang Tunggal. Selain itu, ada juga Fashion Show yang menampilkan kain tenun ikat Endek Bali dari perajin lokal, yang diiringi musik etnik dari Gus Teja. “Visit Agenda ini menjadi ajang untuk menunjukkan potensi generasi muda dalam memperkaya budaya nasional,” kata Megawati.
Apresiasi untuk Prananda Prabowo
Koster memberikan apresiasi khusus kepada Prananda Prabowo, yang dinilai berperan besar dalam mengembangkan inisiatif kreatif selama Bulan Bung Karno. “Visit Agenda tidak terlepas dari strategi PDIP untuk membangun jaringan kekuatan partai melalui kreativitas,” tambah Koster. Ia menekankan bahwa peran Prananda dalam memajukan ekonomi kreatif dan digital tidak hanya memperkaya acara tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Saya sangat senang melihat peningkatan partisipasi pemuda dalam Visit Agenda PDIP. Ini menunjukkan bahwa kekuatan partai tidak hanya berasal dari pemimpin, tetapi juga dari masyarakat luas,” ujar Megawati.
“Dengan Visit Agenda ini, PDIP semakin mendekatkan diri dengan rakyat, sekaligus menguatkan visi dan misi partai dalam mengarahkan pembangunan,” tutur Megawati.
Implementasi Nilai Bung Karno dalam Kehidupan Politik
Megawati menegaskan bahwa Bulan Bung Karno tidak hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga merupakan upaya untuk mengimplementasikan nilai-nilai luhur Soekarno dalam kehidupan politik modern. “Visit Agenda ini menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa Bung Karno tetap relevan dalam menggerakkan masyarakat,” tuturnya. Ia juga menyebutkan bahwa perayaan ini berdampak positif pada kekuatan partai, terutama dalam meningkatkan keterlibatan generasi muda.
Kegiatan di Bali diharapkan menjadi contoh bagaimana PDIP dapat menyelaraskan visi nasional dengan kebutuhan daerah. Koster menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya menumbuhkan kemitraan dengan desa-desa di Bali, yang juga menjadi bagian dari strategi Visit Agenda untuk memperkuat jaringan politik partai. “Dengan Visit Agenda ini, PDIP ingin menunjukkan bahwa partai bisa menjadi mitra pembangunan yang mendorong inovasi lokal,” ujarnya.
Potensi Kekuatan Partai di Tingkat Desa
Pertemuan di Bali menegaskan peran desa sebagai bagian penting dari kekuatan partai PDIP. Koster menambahkan bahwa partisipasi 625 desa mencerminkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menyuarakan kekuatan PDIP. “Visit Agenda ini adalah cara untuk membangun kepercayaan dan solidaritas,” jelasnya. Dengan perayaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, PDIP semakin kuat dalam meraih dukungan politik di tingkat desa-desa.
