Berita

Topics Covered: Kelakuan Ngeri Pria di Serang Gantung Pacar saat Pingsan

acar Saat Pingsan Topics Covered: Satu pria di Serang, Banten, bernama AS (47 tahun) melakukan tindakan kekerasan terhadap kekasihnya sendiri, BY (40 tahun)

Desk Berita
Published Mei 26, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Kelakuan Ngeri Pria di Serang Gantung Pacar Saat Pingsan

Topics Covered: Satu pria di Serang, Banten, bernama AS (47 tahun) melakukan tindakan kekerasan terhadap kekasihnya sendiri, BY (40 tahun), dengan cara menggantungnya secara langsung. Mayat korban ditemukan sepekan setelah kejadian, pada Senin (18/5) sekitar pukul 17.00 WIB, oleh warga setempat yang mendengar suara teriakan dari kebun. Insiden ini menjadi perhatian publik karena terungkapnya aksi keji yang dilakukan pelaku atas kekasihnya.

Detail Pertemuan dan Konflik

Kedua korban rencananya bertemu di sebuah kebun di Kelurahan Gelam, Serang, sekitar pukul 03.00 WIB. Momen pertemuan tersebut seharusnya menjadi ajang kebersamaan, namun justru berubah menjadi tragedi saat AS merasa tidak puas dengan situasi hubungan mereka. Korban, BY, mengungkapkan sesuatu yang membuat pelaku kecewa, termasuk keluhan bahwa ia tidak memiliki uang atau motor untuk menunjang kehidupan bersama.

Perasaan AS yang tidak tertahankan akhirnya meledak. Ia memutuskan menyerang kekasihnya dengan cara memukul dan mencekik. Setelah korban pingsan, pelaku langsung mengambil tindakan ekstrem, menggantungnya di pohon tangkil menggunakan tambang yang biasa digunakan untuk mengikat sepeda anaknya. Tindakan ini dilakukan dengan cepat dan terkesan mempermainkan kematian korban.

Dari Kecemasan ke Kekerasan

Sebelum memutuskan menggantung pacarnya, AS sempat menunjukkan tanda-tanda gelisah. Menurut saksi mata yang diwawancarai, pelaku berjalan mondar-mandir di sekitar kebun sambil mengeluarkan kata-kata yang menyiratkan kekesalan. “Dia bilang ‘aku ingin berakhir dengan dia’, lalu langsung mengambil tambang,” kata salah satu warga setempat. Tindakan ini menunjukkan bahwa kelakuan ngeri pelaku bukanlah kejadian spontan, melainkan hasil dari emosi yang terkumpul lama.

Dalam pemeriksaan, polisi mengungkap bahwa AS berusaha menutupi kejahatannya dengan menggambarkan korban sebagai orang yang bunuh diri. “Korban digantung dalam kondisi pingsan, artinya masih hidup saat digantung,” jelas Kasat Reskrim Polresta Serang Kota Kompol Alfano Ramadhan. Tindakan ini dilakukan untuk menghindari kecurigaan bahwa AS adalah pelaku pembunuhan. Namun, kejadian tersebut akhirnya terungkap setelah warga menemukan mayat korban.

Persiapan dan Pemilihan Tempat

Pelaku terlihat mempersiapkan aksinya dengan matang. Tambang yang digunakan untuk menggantung korban sebelumnya dipersiapkan khusus, karena AS tahu bahwa benda itu bisa menjadi alat yang efektif. Ia juga memilih lokasi yang sepi, di pohon tangkil, agar tidak ada saksi mata yang bisa mengganggu rencananya. Selain itu, AS memanfaatkan waktu dini hari untuk mengurangi kemungkinan korban melarikan diri.

Kasat Reskrim Polresta Serang Kota menjelaskan bahwa kejadian ini menunjukkan kebencian pelaku terhadap korban. “Kelakuan ngeri AS ini menunjukkan niat jahatnya, tidak hanya untuk menyakitkan kekasihnya, tetapi juga untuk memutus hubungan secara permanen,” tambahnya. Tindakan ini memicu kecaman dari masyarakat karena melibatkan kekerasan fisik yang mematikan. Selain itu, hubungan antara korban dan pelaku dianggap sebagai contoh dari kecemburuan yang berlebihan.

Penyelidikan dan Temuan Bukti

Setelah mayat BY ditemukan, tim penyidik Polresta Serang Kota langsung melakukan investigasi. Polisi menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa AS memang melakukan pembunuhan berencana. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku bahwa ia memilih menggantung korban karena merasa tidak bisa mengembalikan keadaan hubungan mereka. “Kelakuan ngeri ini terjadi karena kekecewaan terhadap kehidupan bersama,” kata Kanit Jatanras Polresta Serang Kota Iptu Angga Kusuma Wardana.

Korban, BY, ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon tangkil, dengan tali tambang yang masih menggantung di lehernya. Tali tersebut terlihat sudah dipersiapkan sebelumnya, menunjukkan bahwa kejadian ini bukanlah kejadian spontan. Polisi juga menemukan bekas cakaran di leher korban, yang memperkuat dugaan bahwa AS melakukan pingsan kekorban dengan cara menghancurkan leher dan menutupinya dengan tali.

Pelaku dijatuhi Tuduhan Pembunuhan Berencana

AS kini dijatuhi tuduhan berdasarkan Pasal 459 juncto Pasal 458 KUHP, yang mencakup tindak pidana pembunuhan berencana dan/atau pembunuhan. Menurut polisi, tindakan AS tidak hanya mematikan korban, tetapi juga dilakukan dengan rancangan yang matang. “Kelakuan ngeri ini menunjukkan sikap tak menaruh belas kasihan terhadap kekasihnya,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Serang Kota. Pasal 459 KUHP berkaitan dengan pembunuhan yang disertai rancangan, sementara Pasal 458 menangani pembunuhan yang dilakukan tanpa pertimbangan.

Beberapa warga setempat mengatakan bahwa insiden ini memperlihatkan sisi gelap dari kehidupan pernikahan. “Ini membuktikan bahwa kekerasan bisa terjadi bahkan di antara pasangan yang seharusnya saling mendukung,” kata seorang warga. Polisi juga menyoroti pentingnya kesadaran akan konflik dalam hubungan, terutama saat emosi terangsang. Tindakan AS menjadi contoh bagaimana kelakuan ngeri bisa terjadi jika tidak ada pengendalian diri.

Reaksi Masyarakat dan Pelajaran dari Kasus

Kasus ini memicu perdebatan di tengah masyarakat. Banyak orang mengkritik tindakan AS karena ia menggantung pacarnya saat pingsan, yang secara langsung mengambil nyawanya. “Kita harus memahami bahwa kekerasan bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam rumah tangga,” kata seorang aktivis perempuan. Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa kelakuan ngeri seringkali terjadi karena kesombongan atau kecemburuan yang tidak dikendalikan.

Pelaku, AS, saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polresta Serang Kota. Kasusnya diproses dengan serius karena melibatkan tindakan ekstrem yang mengakibatkan kematian. “Ini adalah contoh nyata dari kelakuan ngeri yang bisa terjadi jika seseorang tidak bisa mengelola emosinya,” kata polisi. Tindakan AS tidak hanya menimbulkan kejutan, tetapi juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi konflik dalam hubungan intim.

Leave a Comment