Berita

Special Plan: Wamendagri Minta Daerah Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan di Perkotaan

cial Plan Ketahanan Pangan Perkotaan Special Plan menjadi fokus utama pembahasan dalam forum yang digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, oleh Wakil Menteri

Desk Berita
Published Juni 29, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Wamendagri Ajak Daerah Kolaborasi dalam Special Plan Ketahanan Pangan Perkotaan

Special Plan menjadi fokus utama pembahasan dalam forum yang digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antar daerah adalah kunci untuk memperkuat sistem ketahanan pangan di kota-kota besar, yang saat ini dianggap sebagai wilayah paling rentan terhadap krisis pangan. Special Plan ini dirancang untuk memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat perkotaan terpenuhi secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan kemajuan bangsa melalui pengelolaan sumber daya yang optimal.

Peran Kota Besar dalam Masa Bonus Demografi

Bima Arya Sugiarto menyoroti bahwa kota-kota besar memiliki peran vital dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam era bonus demografi yang sedang berlangsung. Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan di perkotaan bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang untuk menyiapkan generasi produktif yang mampu memanfaatkan potensi sumber daya manusia secara maksimal. Special Plan, menurutnya, bertujuan mempercepat penguasaan teknologi, sistem distribusi, dan pengelolaan sumber daya pangan agar sesuai dengan dinamika perkotaan yang semakin kompleks.

“Special Plan ini tidak hanya sekadar rencana, tetapi adalah langkah strategis untuk mengubah masalah ketahanan pangan menjadi kekuatan ekonomi dan sosial bagi kota-kota Indonesia,” tegas Bima Arya Sugiarto dalam siaran pers, Senin (29/6/2026).

Kebutuhan Pangan dan Tantangan di Perkotaan

Dalam forum tersebut, Wamendagri menekankan bahwa sekitar 43,5 persen penduduk Indonesia hingga saat ini belum memenuhi kebutuhan makanan bergizi, terutama di perkotaan yang padat penduduk. Kondisi ini, menurut Bima, berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi nasional karena generasi muda yang kurang sehat akan sulit berkontribusi secara optimal. Special Plan dirancang untuk menangani masalah ini dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, sektor pertanian, dan lembaga keuangan, dalam membangun ekosistem pangan yang lebih solid.

Wamendagri juga menyoroti bahwa kota-kota besar perlu memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi distribusi pangan. Dengan menerapkan Special Plan secara konsisten, diharapkan akan tercipta kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas pangan. Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan meminimalkan risiko ketergantungan pada impor dan meningkatkan daya tahan terhadap perubahan iklim.

“Special Plan harus menjadi pedoman bersama daerah untuk menggarisbawahi pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga ketersediaan dan akses pangan yang merata,” tambah Bima Arya Sugiarto.

Kolaborasi untuk Mewujudkan Ekosistem Pangan Kuat

Dalam forum yang dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, seperti Wali Kota Medan dan Ketua Komisariat Wilayah I APEKSI Rico Tri Putra Bayu Waas, Bima Arya Sugiarto mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam menerapkan Special Plan. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah perlu memperkuat kerja sama dengan lembaga swadaya, akademisi, dan swasta untuk mengembangkan infrastruktur pangan yang lebih kuat. Tantangan utama, seperti keterbatasan lahan pertanian dan perubahan pola konsumsi, dianggap sebagai hal yang harus diatasi melalui inovasi dan kebijakan yang terintegrasi.

Kolaborasi dalam Special Plan juga mencakup pembagian tugas yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah. Misalnya, pemerintah pusat akan memberikan dukungan regulasi dan sumber daya, sementara daerah bertanggung jawab mengimplementasikan program berdasarkan kondisi lokal. Dengan pendekatan ini, diharapkan muncul solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta mengurangi kesenjangan akses pangan antar wilayah. Special Plan ini menjadi wadah untuk mendorong keterlibatan aktif seluruh sektor dalam menciptakan kota yang mandiri secara pangan.

“Special Plan akan menjadi landasan untuk membangun kota-kota Indonesia yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam menghadapi berbagai ancaman ke depan,” pungkas Bima Arya Sugiarto dalam penutupan forum.

Leave a Comment