Special Plan: Kisah UMKM Siomay dan Dimsum Jakarta Tumbuh Via Rumah BUMN BRI
Special Plan – Program Special Plan, yang dikembangkan oleh Rumah BUMN BRI, menjadi salah satu faktor kunci dalam membawa bisnis makanan kecil Siti Aisyah di Jakarta Utara ke arah yang lebih besar. Sejak 2022, Siti mengelola UMKMnya dengan fokus pada makanan gluten-free, khususnya siomay dan dimsum, yang kini mendapat perhatian lebih setelah bergabung dengan platform tersebut.
Transisi Usaha di Tengah Pandemi
Selepas wabah virus corona, Siti Aisyah mengalami perubahan signifikan dalam strategi bisnisnya. Ia memulai perjalanan ini dari nol, dengan menawarkan produk siomay ayam dan dimsum yang memenuhi kebutuhan konsumen akan panganan sehat. Menurut Siti, inisiatif Special Plan membantu mengubah arah usaha yang awalnya hanya bersifat sementara menjadi terstruktur.
“Saya memutuskan beralih ke bisnis kuliner karena ingin lebih berdaya dalam mengendalikan proses produksi. Dengan Special Plan, saya mendapat pelatihan digital marketing dan akses ke pasar yang lebih luas,”
UMKM Cheria Culinary, yang menjadi nama bisnisnya, kini menjangkau konsumen di berbagai wilayah Jakarta. Lokasi produksi terletak di Jalan Bendungan Melayu Selatan, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara. Siti menjelaskan bahwa ide mengembangkan makanan gluten-free bermula dari keinginan untuk menciptakan produk yang lebih inklusif dan aman untuk semua kalangan.
Dukungan Rumah BUMN BRI, Buka Peluang Baru
Sejak bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2023, UMKM Cheria Culinary mengalami pertumbuhan yang signifikan. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan tetapi juga membuka jalan bagi akses pasar yang lebih efektif. Siti menilai bantuan dari BRI sangat berdampak pada pemasaran produk.
“Dengan pelatihan dan fasilitas yang diberikan melalui Special Plan, bisnis saya bisa berkembang lebih cepat. Penjualan kue kering sebelumnya hanya terbatas pada acara tertentu, tetapi siomay dan dimsum menawarkan konsumsi yang lebih stabil dan berkala,”
Manfaat lain yang dirasakan Siti adalah kemudahan dalam pengelolaan keuangan dan penguatan branding. Rumah BUMN BRI juga membantu menciptakan konten untuk media sosial, mempercepat proses promosi produk. Dengan dukungan ini, Cheria Culinary berhasil menjangkau masyarakat luas, bahkan mengundang partisipasi dalam berbagai acara kemitraan.
UMKM ini kini memiliki omzet bulanan sekitar 10 hingga 15 juta rupiah. Angka ini bisa meningkat hingga 30 juta rupiah ketika ikut dalam acara bazar atau pameran. Siti optimis dengan program Special Plan, bisnisnya bisa terus berkembang dan menjadi contoh bagus bagi UMKM lainnya.
Tantangan dan Strategi Berkelanjutan
Keberhasilan UMKM Cheria Culinary tidak terlepas dari strategi adaptasi yang dilakukan Siti. Meski awalnya hanya menjual produk secara lokal, ia memperluas jaringan dengan bantuan dari Rumah BUMN BRI. Special Plan menjadi jembatan yang memungkinkan usaha kecil ini menembus pasar yang lebih luas.
“Berkat Special Plan, saya bisa membangun branding secara konsisten. Program ini juga membantu saya menemukan strategi pemasaran yang efektif, seperti memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan di berbagai daerah,”
Siti menekankan bahwa peran Rumah BUMN BRI sangat penting dalam menjaga konsistensi kualitas produk. Ia menjelaskan bahwa setiap langkah peningkatan bisnis dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan pasar dan umpan balik konsumen. Tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga kualitas produk sambil memperluas cakupan pasar.
Berbagai inisiatif seperti pelatihan pemasaran digital dan review produk gratis menjadi alat strategis untuk meningkatkan daya saing. Siti juga mengapresiasi program Special Plan yang memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk berinovasi dan tumbuh bersama. Dengan dukungan ini, bisnis kuliner kecilnya terus berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem UMKM yang dinamis.
