Sapi Kurban Lepas Berlarian ke Jalanan di Ciputat, Bikin Lalin Macet
Sapi Kurban Lepas Berlarian ke Jalanan – Sebuah kejadian tak terduga kembali terjadi di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, beberapa hari lalu. Seekor sapi kurban terlepas dari tali pengikatnya dan berlarian ke jalan raya, menyebabkan kekacauan lalu lintas di sekitar area masjid. Peristiwa ini terjadi menjelang prosesi penyembelihan, yang seharusnya menjadi momen penting dalam tradisi ibadah umat Islam. Namun, insiden ini justru mempermalukan dan mengganggu kegiatan warga.
Detail Kejadian dan Penyebab
Menurut informasi dari Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Ir H Juanda. Dalam siaran pers yang diterima Rabu (27/5/2026), dia menjelaskan bahwa sapi yang melarikan diri berasal dari Masjid As Salam, Jalan Semanggi I RT 1 RW 3, Kelurahan Cempaka Putih. Sapi ini dibawa ke masjid sejak pagi hari untuk dipotong, namun tali pengikatnya longgar hingga akhirnya terlepas.
“Sapi tersebut terlepas saat sedang dalam proses penyembelihan. Tali yang terlalu lemah akhirnya memungkinkan hewan kurban itu melarikan diri ke jalanan,” kata Kompol Bambang. Ini menjadi kejadian kedua dalam sebulan terakhir di wilayah tersebut.
Dalam proses penyembelihan, sapi kurban biasanya diikat erat agar tidak bergerak. Namun, pada hari kejadian, tali yang digunakan terbukti tidak cukup kuat. Hal ini berdampak pada keterlambatan ibadah dan gangguan pada arus lalu lintas. Kapolsek menjelaskan bahwa tali tersebut dirancang untuk mengikat hewan dengan baik, tetapi kurang tepat dalam penerapannya.
Respons Petugas dan Proses Penangkapan
Setelah sapi melarikan diri, petugas kepolisian segera bergerak untuk mengejar dan menangkap hewan tersebut. Dalam waktu satu jam, tim keamanan berhasil menemukan sapi di dekat asrama putri Universitas Islam Negeri (UIN) di Kelurahan Pisangan. Proses penangkapan membutuhkan kerja sama dari warga sekitar dan petugas lalu lintas.
“Sapi itu berlarian ke jalanan dan masuk ke gang. Beberapa orang mengangkat tali tambang untuk menangkapnya, tetapi akhirnya petugas berhasil mengamankannya menggunakan mobil berbak terbuka,” terang Kompol Bambang. “Kita tidak menemukan korban cedera, tetapi lalu lintas sempat terganggu selama sekitar satu jam.”
Proses penyembelihan pun dihentikan sementara untuk menangani insiden ini. Sapi yang berhasil ditangkap kemudian dibawa kembali ke masjid dengan bantuan mobil truk. Meski sempat memakan waktu, kegiatan kembali berjalan lancar setelah hewan tersebut ditempatkan di area yang aman. Kapolsek menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengikat hewan kurban agar tidak terjadi kejadian serupa.
Insiden ini juga memicu reaksi dari warga sekitar. Banyak orang yang menyaksikan sapi berlarian di jalanan dan langsung membantu menangkapnya. Seorang warga, Aris (45), mengatakan bahwa ia terkejut melihat hewan yang seharusnya tenang justru berlarian tak terkendali. “Sapi itu terlihat takut, tapi kita akhirnya berhasil menenangkannya dengan bantuan tim kepolisian,” katanya. Kejadian ini pun menjadi bahan pembicaraan hangat di media sosial, dengan beberapa video menyebar yang menunjukkan aksi petugas dan warga mengejar hewan kurban tersebut.
Di sisi lain, para penyembelih mengaku sedikit terganggu dengan kejadian ini. “Kita sudah siap-siap untuk memulai prosesi, tapi sapi itu lari. Nanti kita harus menunggu hingga petugas selesai menangkapnya,” ujar salah satu penyembelih, Rudi. Insiden ini juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya persiapan yang matang sebelum menjalankan prosesi kurban, terutama dalam hal penanganan hewan dan keselamatan lalu lintas.
Sebagai respons dari kejadian ini, Dinas Perhubungan Kota Tangsel berjanji akan melakukan evaluasi terhadap proses penyembelihan hewan kurban. Mereka akan mengimbau kepada warga agar menggunakan tali yang lebih kuat dan memastikan area penyembelihan tidak terlalu dekat dengan jalanan utama. “Kita perlu mencegah hal serupa terjadi lagi, terutama di wilayah yang padat,” kata Kepala Dinas Perhubungan Tangsel, Dedi. Pihaknya juga akan memberikan pelatihan kepada penyembelih tentang cara mengikat hewan dengan benar.
