Pria Tusuk Suami Mantan Istri di Gunung Putri Bogor, Diduga Cemburu
Pria Tusuk Suami Mantan Istri di Gunung – Satu kejadian penusukan yang menggegerkan warga di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terjadi pada Minggu (17/5) sekitar pukul 13.00 WIB. Pria yang diduga melakukannya adalah mantan suami korban, seorang perempuan, yang menikah dengan mantan istrinya. Kejadian ini semakin memanas karena pelaku mengambil tindakan brutal dengan menggunaan pisau lipat untuk menyerang suaminya sendiri, yang merupakan mantan istrinya. Seorang sumber kepolisian mengonfirmasi bahwa pelaku sudah diamankan oleh polisi, sementara korban dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka cukup parah.
Korban dan Pelaku: Hubungan yang Rumit
Pria yang mengambil tindakan kekerasan tersebut, sebelumnya adalah suami dari korban, yang kini menikah dengan mantan istrinya. Hubungan rumah tangga yang sempat bermasalah ini menjadi latar belakang kemungkinan aksi cemburu. Meski motif penusukan masih dalam penyelidikan, beberapa saksi mengatakan pelaku terlihat emosional sebelum menyerang korban. Kejadian ini terjadi di kontrakan korban, tempat tinggal yang dikatakan sebagai saksi mata menjadi tempat peristiwa memicu ketegangan.
Penangkapan Pelaku dan Bukti yang Ditemukan
Setelah mendengar korban berteriak minta tolong, polisi berhasil menangkap pelaku di lokasi kejadian. Barang bukti yang diserahkan oleh warga meliputi satu baju korban berwarna hitam dengan tanda darah dan tusukan, serta pisau lipat yang digunakan saat kejadian. Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby Kartika Putri, menjelaskan bahwa korban menderita luka di bagian dada sebelah kanan dan jari tangan sebelah kiri. Pihak kepolisian menyatakan bahwa aksi penusukan tersebut terjadi setelah pelaku mempersiapkan pisau sebelumnya.
“Iya betul. Pelaku sudah diamankan. Korban sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby Kartika Putri ketika dimintai konfirmasi, Senin (18/5/2026).
Menurut informasi yang diperoleh, pelaku memang telah menyiapkan alat tajam sebelum menyerang korban. Sementara itu, tim investigasi masih memperhatikan kejadian tersebut untuk memastikan motif yang mendasari. “Dugaan kita begitu (motif cemburu), tetapi belum tahu, kita masih dalami,” ujar Robby saat memberikan keterangan tambahan. Selain itu, ia menyebut bahwa pelaku memang sengaja mengenakan pisau untuk melakukan tindakan penusukan.
“Jadi korban itu menikah sama perempuan, nah perempuan ini adalah mantan istri dari pelaku. Dugaan kita begitu (motif cemburu), tetapi belum tahu, kita masih dalami. Jadi pelaku memang sudah menyiapkan alat itu, sudah nyiapin bawa pisau,” kata Robby.
Korban, yang merupakan perempuan, menikah kembali dengan mantan istrinya setelah berpisah dari pelaku beberapa bulan lalu. Kehadiran mantan suami korban di kontrakan tersebut mengindikasikan ketegangan yang memuncak, terutama setelah kabar kawin kembali korban menyebar. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa penusukan terjadi secara mendadak, tanpa ada peringatan sebelumnya. Tindakan ini menunjukkan kecemburuannya yang semakin meledak, meski belum ada bukti langsung yang mengungkap alasan pasti.
Investigasi dan Langkah Selanjutnya
Dalam proses penyelidikan, polisi menyebutkan bahwa kasus ini masih dalam tahap awal. “Piket Reskrim telah menerima penyerahan pelaku dari masyarakat terkait peristiwa pelaku penusukan yang menyebabkan korban luka tusuk pada bagian dada,” tambah Robby. Sementara itu, korban diperiksa oleh tim medis untuk mengetahui tingkat keparahan luka dan kondisi kesehatannya. Polisi juga mengumpulkan bukti lain seperti saksi mata dan rekaman kamera pengintai di sekitar lokasi kejadian.
Kejadian penusukan ini menimbulkan perhatian publik terhadap kasus cemburu yang sering kali berujung pada tindakan kekerasan. Dalam beberapa bulan terakhir, kasus serupa terjadi di beberapa wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan tingkat persaingan pernikahan tinggi. Meski motif pelaku ini masih diperiksa, kejadian penusukan terhadap suami mantan istrinya menjadi contoh bagaimana rasa cemburu bisa menjadi penyebab konflik yang berdarah.
