Pramono Perintahkan SDA dan Bina Marga Perbaiki Jalan Ambles di Pulogadung
Pramono Perintahkan SDA dan Bina Marga – Dalam upaya menangani masalah infrastruktur yang semakin kritis, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan instruksi khusus kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Bina Marga untuk segera melakukan perbaikan terhadap jalan yang mengalami ambles di Pulogadung, Jakarta Timur. Perintah ini diberikan sebagai respons atas laporan yang beredar luas di media sosial tentang kerusakan serius yang terjadi di sekitar Jalan Cinta, yang berada di sisi Kali Sunter.
Pemicu Ambles Jalan dan Dampaknya
Ambles jalan di Pulogadung ini terjadi akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Gempa yang berkekuatan 5,7 skala Richter tersebut memicu pergeseran tanah yang mengakibatkan retaknya permukaan jalan dan bahkan amblesnya permukaan tanah hingga mencapai kedalaman beberapa puluh sentimeter. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu akses transportasi, tetapi juga mengancam keamanan warga sekitar yang tinggal di daerah rawan erosi.
Video yang menunjukkan kondisi jalan yang retak serta amblesnya tanah beredar luas di platform media sosial, memicu perhatian publik dan mendorong pemerintah setempat untuk segera bertindak. Warga mengeluhkan bahwa keretakan di permukaan jalan sudah mulai mengancam rumah mereka, terutama di sekitar area bantaran Kali Sunter yang dikenal rentan terhadap pergerakan tanah.
Upaya Pemerintah dan Penyelesaian Masalah
Setelah mendapat laporan, Pramono Anung segera memerintahkan SDA dan Bina Marga untuk bekerja sama dalam menyelesaikan masalah tersebut. Ia menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi agar perbaikan dapat dilakukan secara cepat dan efektif. “SDA dan Bina Marga harus bekerja sama dengan selaras, karena masalah ini tidak hanya mengenai drainase tetapi juga struktur jalan yang rusak,” jelas Pramono saat memberikan instruksi di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Dinas SDA diminta fokus pada penanganan drainase dan pencegahan genangan air yang bisa memperparah kerusakan tanah. Sementara Dinas Bina Marga ditugaskan untuk memperbaiki struktur jalan dan memastikan kestabilan permukaan tanah. Pramono juga meminta evaluasi terhadap sistem pengerjaan proyek infrastruktur sebelumnya, agar tindakan pencegahan bisa diambil lebih awal.
Kerusakan yang terjadi di Pulogadung menjadi peringatan bagi pemerintah daerah bahwa kehati-hatian dalam merancang proyek infrastruktur perlu ditingkatkan. Pramono menekankan bahwa perbaikan jalan ambles ini tidak hanya sebagai tindakan darurat, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk mencegah insiden serupa di masa depan. “Pembangunan harus didasari analisis yang matang, terutama di area rentan seperti ini,” imbuhnya.
Sebagai langkah penguatan, pemerintah DKI juga berencana melakukan inspeksi rutin terhadap infrastruktur di sekitar Kali Sunter. Selain itu, Pramono meminta agar pihak terkait memperhatikan dampak lingkungan sekitar dan memastikan bahwa perbaikan tidak hanya bersifat teknis tetapi juga mencakup penyesuaian dengan kondisi alam setempat.
Warga Pulogadung sendiri mengapresiasi respons cepat dari pemerintah, tetapi masih menginginkan penyelesaian lebih lanjut. “Jalan ini sangat vital bagi penghuni sekitar, jadi kami berharap perbaikan bisa segera selesai,” ujar salah satu warga yang terdampak, yang tidak ingin namanya disebut. Dengan penanganan yang tepat, harapan warga adalah agar lingkungan permukiman yang sebelumnya terlihat rentan bisa menjadi lebih aman dan stabil.
