Berita

Latest Program: Respons Bambang Pacul soal Jateng Ingin Dijadikan ‘Kandang Gajah’

Latest Program: Bambang Pacul Jawab Isu Jateng Jadi 'Kandang Gajah' Latest Program menjadi sorotan dalam diskusi politik terkini setelah Ketua DPP PDIP

Desk Berita
Published Juli 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Latest Program: Bambang Pacul Jawab Isu Jateng Jadi ‘Kandang Gajah’

Latest Program menjadi sorotan dalam diskusi politik terkini setelah Ketua DPP PDIP, Bambang Wuryanto—yang akrab disapa Bambang Pacul—mengomentari rencana Partai Sahabat Indonesia (PSI) untuk menempatkan Jawa Tengah sebagai ‘kandang gajah’. Dalam sebuah wawancara, Pacul menegaskan bahwa selain hak individu untuk menyampaikan keinginan, pentingnya adalah kemampuan partai politik untuk mengubah visi tersebut menjadi tindakan nyata.

“Latest Program ini menjadi wujud komitmen partai untuk mengubah konsep kandang gajah menjadi kenyataan. Orang punya keinginan, tapi pertanyaannya, apakah keinginan itu bisa diubah menjadi langkah konkret? Itu yang akan terjadi di lapangan,” jelas Pacul kepada media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Strategi Politik dan Penyesuaian Aturan

Latest Program yang diusung oleh PSI juga mendapat respon dari Bambang Pacul terkait dengan ketidakjelasan aturan dalam Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Pileg. Ia menilai, meski beberapa partai masih menunda keputusan, Latest Program tetap menjadi pemicu untuk menggerakkan perubahan di Jawa Tengah.

“Latest Program ini membutuhkan penyesuaian aturan. Partai politik harus siap mengambil langkah, meski saat ini masih ada kebingungan mengenai struktur pemilu. Tapi, dengan Latest Program, Jateng bisa menjadi pusat perhatian untuk menyeimbangkan suara PDIP dan PSI,” kata Pacul.

Tradisi Politik dan Pengaruh PDIP

Jawa Tengah kerap disebut sebagai ‘kandang banteng’ karena dominasi PDIP di wilayah tersebut. Namun, Bambang Pacul menilai bahwa dengan Latest Program, Jateng bisa menjadi ‘kandang gajah’ yang mewakili kekuatan PSI dalam dinamika politik nasional.

“Latest Program bukan sekadar julukan, tapi simbolisasi kekuatan partai. Jateng harus bisa menunjukkan bahwa selain PDIP, ada partai lain yang juga kuat, yaitu PSI. Itu yang perlu dipertahankan dan dikembangkan,” terang Pacul.

Respons PSI dan Pandangan Kaesang Pangarep

Dalam pemberitaan sebelumnya, PSI dan PDIP pernah bersikap kritis terkait penggunaan istilah ‘kandang gajah’ untuk Jawa Tengah. Kaesang Pangarep, sebagai ketua PSI, memilih simbol gajah sebagai representasi partai. Namun, Bambang Pacul menilai bahwa Latest Program bisa menjadi sarana untuk menjembatani kedua pihak tersebut.

“Latest Program ini bisa dijadikan alat untuk menyesuaikan antara simbol partai dan realitas politik di Jateng. Kaesang Pangarep mengusung gajah sebagai identitas, tapi kita juga harus mengakui peran PDIP di sana. Itu yang akan menjadi titik temu,” jelas Pacul.

Kesiapan dan Persiapan Politik Jateng

Bambang Pacul juga menyoroti kesiapan anggota DPR dan kelompok masyarakat Jateng dalam mendorong Latest Program. Ia menilai bahwa dengan adanya kejelasan aturan, wilayah tersebut bisa menjadi tempat berlangsungnya dinamika politik yang sehat.

“Latest Program membutuhkan kesiapan dari seluruh pihak. Anggota DPR harus siap mengambil peran, sementara masyarakat Jateng perlu memahami bahwa ‘kandang gajah’ bukan sekadar label, tapi peningkatan kualitas partisipasi politik. Semua itu akan terwujud jika ada kerja sama yang baik,” papar Pacul.

Kebutuhan Kolaborasi dan Peran Kader

Menurut Bambang Pacul, Latest Program harus didukung oleh kader PDIP dan PSI secara bersamaan. Ia menekankan bahwa perubahan politik di Jateng tidak bisa tercapai hanya dengan satu partai, tetapi membutuhkan kolaborasi dan kesepahaman antar-pihak.

“Latest Program membutuhkan kontribusi dari kader PDIP dan PSI. Kedua partai harus bekerja sama untuk memastikan Jateng menjadi ‘kandang gajah’ yang sejati. Jika tidak, keinginan itu hanya akan berakhir di tengah kebingungan politik,” ujarnya.

Leave a Comment