Berita

Polisi Selidiki Challenge Hafalan Qur’an demi Miras Saat Konser di Jakut

Sebuah video yang menampilkan promosi minuman keras dengan menyamarkan diri sebagai tantangan hafalan Al-Qur'an tengah viral di media sosial. Momen tersebut

Desk Berita
Published Agustus 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
1144667396-1786419072166_169
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Polisi Selidiki Kontroversi Challenge Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Minuman Keras di Konser Jakut
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Polisi Selidiki Kontroversi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Minuman Keras di Konser Jakut

Wahanaberita.com – Sebuah video yang menampilkan promosi minuman keras dengan menyamarkan diri sebagai tantangan hafalan Al-Qur’an tengah viral di media sosial. Momen tersebut terjadi saat konser musik The Sounds Project berlangsung di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Menanggapi hal ini, kepolisian telah membuka penyelidikan resmi.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Maryati Jonggi, mengonfirmasi bahwa Unit Reskrim Polsek Pademangan sedang melakukan pendalaman terkait informasi tersebut. Ia menyampaikan hal ini saat dihubungi pada hari Selasa, 11 Agustus 2026.

“Terkait berita tersebut Unit Reskrim Polsek Pademangan sedang melakukan penyelidikan,” ujar Jonggi.

Menurutnya, pihak kepolisian akan memeriksa beberapa saksi untuk memperkuat proses penyelidikan yang masih berlangsung saat ini.

“Benar (akan memeriksa saksi). Masih dalam penyelidikan,” tambahnya.

Detail Kontroversi dari Video Viral

Berdasarkan rekaman yang beredar, terlihat sebuah booth produk minuman keras di salah satu festival musik mengadakan tantangan hafalan surah Al-Qur’an bagi para pengunjung. Surah yang ditantang adalah Ad-Dhuha. Pengunjung yang berhasil menghafal disebutkan akan mendapatkan imbalan berupa minuman keras.

Dalam video tersebut, terlihat para pengunjung menghafal ayat-ayat Ad-Dhuha secara berurutan. Sorakan dan tepukan tangan terdengar saat seseorang berhasil menyelesaikan hafalannya.

Kritik MUI: Merendahkan Kesucian Al-Qur’an

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menilai gimik pemasaran yang menggabungkan ayat suci dengan minuman beralkohol telah melanggar berbagai tatanan. Pelanggaran tersebut mencakup aspek keagamaan, etika moral, hingga hukum yang berlaku. MUI menegaskan bahwa pelaku harus mempertanggungjawabkan tindakannya.

“Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Niam melalui laman MUI Digital.

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan Kalamullah yang sangat disucikan, sehingga kegiatan membacanya merupakan ibadah bernilai tinggi. Sebaliknya, minuman keras secara tegas diharamkan dalam Al-Qur’an. Menurut Niam, membuat gimik membaca Al-Qur’an dengan iming-iming hadiah minuman keras merupakan bentuk perendahan terhadap kesucian Al-Qur’an.

“Membuat gimik membaca Al-Qur’an dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Al-Qur’an,” lanjutnya.

Respons Penyelenggara The Sounds Project

The Sounds Project sebagai penyelenggara acara turut mengecam kejadian tersebut. Mereka menyatakan rasa marah dan kecewa terhadap perilaku yang terjadi.

“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” kata The Sounds Project melalui akun Instagram resminya.

Pihak penyelenggara menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak sesuai dengan arahan maupun persetujuan The Sounds Project. Mereka telah menegur pihak sponsor dan meminta penyelesaian kasus hingga tuntas.

“Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas,” ujarnya.

The Sounds Project juga berkomitmen untuk mengawal kasus ini dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung agar dapat dipertanggungjawabkan. Evaluasi juga akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Frequently Asked Questions

What is Polisi Selidiki Challenge Hafalan Qur an demi?

Polisi Selidiki Challenge Hafalan Qur an demi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polisi Selidiki Challenge Hafalan Qur an demi matter?

Polisi Selidiki Challenge Hafalan Qur an demi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment