BNPP Mengadakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
New Policy – Di bawah new policy, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai bagian dari komitmen untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kebijakan dan penguatan kebangsaan. Acara ini diadakan di halaman kantor Sekretariat Tetap BNPP RI, Jakarta, dan dirancang untuk memperkuat pengamalan sila-sila Pancasila dalam konteks pengelolaan wilayah perbatasan serta menjaga persatuan di tengah dinamika global yang semakin kompleks. New policy ini menjadi langkah strategis dalam memastikan Pancasila tetap relevan dan menjadi perekat bangsa di segala aspek kehidupan.
Pemimpin Upacara dan Tema Peringatan
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, memimpin upacara yang menekankan peran Pancasila sebagai pilar utama identitas nasional. Tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia,” menggambarkan bagaimana new policy ini berusaha mengintegrasikan prinsip Pancasila ke dalam kebijakan luar negeri dan tata kelola wilayah. Dalam pidato pembukaan, Makhruzi menyampaikan bahwa nilai-nilai sila-sila Pancasila, seperti kemanusiaan dan keadilan sosial, menjadi panduan dalam menjalankan tugas pengelolaan perbatasan sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan NKRI.
Pidato yang Membangkitkan Nilai Kemanusiaan
Dalam amanat yang dibacakan, Komjen Pol. Makhruzi Rahman menekankan bahwa new policy ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga refleksi dari komitmen institusi untuk membangun kebijakan yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Ia mengingatkan bahwa di tengah perubahan teknologi dan dinamika geopolitik, Pancasila tetap relevan sebagai penjembatan antara berbagai perbedaan, seperti keberagaman etnis dan budaya di Indonesia. “Pancasila adalah bintang penuntun sekaligus jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).
Pancasila sebagai Penjembatan Keberagaman
Komjen Pol. Makhruzi Rahman menyoroti bagaimana new policy ini menjadi alat untuk memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Meski negeri ini memiliki ratusan etnis dan ribuan pulau, nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan kemanusiaan dan persatuan tetap menjadi pengikat yang kuat. Dalam konteks kebijakan, upacara ini memperlihatkan komitmen BNPP untuk menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya konstitusi, tetapi juga alat untuk mengembangkan kebijakan yang inklusif dan progresif.
Kontribusi Indonesia dalam Perdamaian Global
Upacara ini juga bertujuan untuk membangkitkan semangat diplomasi berbasis Pancasila. Komjen Pol. Makhruzi mengungkapkan bahwa new policy ini dirancang untuk mendukung partisipasi Indonesia dalam misi perdamaian global, seperti mediasi konflik regional dan kerja sama dengan organisasi internasional. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan kebijakan, BNPP berharap dapat mengembangkan kebijakan yang menjembatani kepentingan nasional dengan nilai-nilai universal. Nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan kemerdekaan yang menjadi sila-sila Pancasila menjadi aspek utama yang ditekankan dalam new policy ini.
Pengamalan Sila Kemanusiaan dalam Kebijakan
Komjen Pol. Makhruzi Rahman menegaskan bahwa new policy ini menekankan penerapan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam setiap tindakan pengelolaan perbatasan. Ia menyoroti bahwa upacara Harlah Pancasila bukan hanya simbol kebanggaan, tetapi juga peringatan bahwa Pancasila harus dihayati secara aktif dan proaktif. Perdamaian sejati, menurutnya, tidak hanya berarti tidak adanya perang, tetapi juga keadilan yang mencakup seluruh umat manusia, terutama di wilayah perbatasan yang sering menjadi titik sentral dalam dinamika internasional.
Komitmen Terhadap Ideologi yang Hidup
Dalam konteks pembangunan nasional, new policy ini memperkuat bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus diimbangi dengan peneguhan nilai-nilai Pancasila. Ia menegaskan bahwa BNPP RI berkomitmen untuk menjadikan Pancasila sebagai arah utama dalam pengambilan keputusan. “Dengan semangat persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sosial, institusi ini optimis bahwa Pancasila akan terus relevan dalam menjaga keutuhan bangsa, terutama di wilayah perbatasan sebagai bagian terdepan dari NKRI,” ujarnya. New policy ini diharapkan mampu menjadi bentuk nyata penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Partisipasi Pejabat dan Pentingnya Kebijakan yang Sosial
Upacara Harlah Pancasila ini dihadiri oleh sejumlah pejabat serta pegawai BNPP RI yang menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang menekankan peran Pancasila dalam memperkuat keutuhan sosial dan kebangsaan. New policy ini juga diharapkan mendorong kebijakan yang lebih berorientasi pada keadilan sosial, terutama dalam pengelolaan wilayah perbatasan yang kerap menjadi pusat konflik dan kepentingan internasional. Dengan new policy yang diterapkan, BNPP mencoba menegaskan bahwa Pancasila adalah pengikat yang tidak hanya bermakna historis, tetapi juga relevan dalam konteks kebijakan masa kini.
