Berita

Legislator PKB Apresiasi Capaian Pemerintah, Terus Kawal Swasembada Pangan

Legislator PKB Apresiasi Capaian Pemerintah yang disampaikan oleh Daniel Johan, Ketua DPP PKB dan anggota Komisi IV DPR RI, menyoroti keberhasilan

Desk Berita
Published Agustus 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
78a4936b-131a-4559-8518-63b4d4b40cb0_169
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Legislator PKB Apresiasi Capaian Pemerintah: Fokus pada Ketahanan Pangan Nasional
  2. Related Reading

Legislator PKB Apresiasi Capaian Pemerintah: Fokus pada Ketahanan Pangan Nasional

Apresiasi Terhadap Pencapaian Swasembada Pangan

Wahanaberita.com – Legislator PKB Apresiasi Capaian Pemerintah yang disampaikan oleh Daniel Johan, Ketua DPP PKB dan anggota Komisi IV DPR RI, menyoroti keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam sektor pertanian. Komisi IV berkomitmen untuk terus mengawasi realisasi target swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional dalam berbagai bidang produksi.

Menurut Daniel, apresiasi ini muncul setelah Presiden Prabowo memaparkan capaiannya dalam Sidang Tahunan MPR RI. Pencapaian tersebut meliputi keberhasilan Indonesia mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan strategis, yaitu beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Selain itu, penurunan harga pupuk sebesar 20 persen juga menjadi catatan positif karena langsung mengurangi biaya produksi petani.

“Kita mengapresiasi capaian pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI, khususnya keberhasilan swasembada delapan komoditas pangan strategis, beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit, serta penurunan harga pupuk sebesar 20 persen yang langsung menyentuh biaya produksi petani,” kata Daniel Johan kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).

Kritik Konstruktif dan Tantangan di Lapangan

Daniel Johan memberikan dukungan penuh terhadap kinerja Kementerian Pertanian. Namun, ia juga mengingatkan bahwa klaim swasembada pangan harus diuji melalui realitas di lapangan, khususnya terkait dengan harga-harga pangan yang masih terus meningkat di beberapa wilayah.

“Ini adalah kerja keras yang patut diapresiasi, khususnya bagi jajaran Kementerian Pertanian dan seluruh petani di lapangan. Namun klaim swasembada pangan juga perlu diuji dengan realitas di lapangan, di mana harga pangan masih terus mengalami kenaikan di sejumlah daerah,” kata Daniel Johan.

Menurutnya, swasembada yang hanya tercatat di atas kertas harus sejalan dengan keterjangkauan harga bagi masyarakat. Jika produksi meningkat namun harga di pasaran tetap tinggi, maka hal itu menunjukkan adanya masalah pada rantai distribusi yang perlu segera diperbaiki. Daniel juga menyoroti pentingnya antisipasi terhadap ancaman El Nino yang berpotensi mengganggu musim tanam mendatang. Mitigasi serius diperlukan mengingat banyak daerah sentra pertanian berisiko mengalami kekurangan air dan gagal tanam apabila fenomena iklim ini semakin kuat.

Tindakan Konkret yang Diperlukan

Daniel Johan meminta pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Bapanas), untuk segera memastikan langkah-langkah konkret. Ia menyebutkan beberapa hal penting seperti pengelolaan cadangan air, percepatan pompanisasi, penyediaan bibit varietas tahan kekeringan, penyediaan sumur dalam, serta modifikasi cuaca untuk menciptakan hujan.

“Komisi IV DPR RI akan terus mengawal dan mendorong pemerintah agar capaian swasembada pangan tidak berhenti pada angka, melainkan benar-benar dirasakan rakyat dalam bentuk harga yang stabil dan ketahanan pangan yang teruji menghadapi tantangan iklim ke depan,” ungkapnya.

Posisi Pemerintah dalam Menghadapi Tantangan Pangan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kondisi pangan Indonesia berada dalam keadaan aman meskipun menghadapi berbagai tantangan. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah siap menghadapi El Nino tahun ini yang disebut dapat memberikan dampak besar terhadap kondisi pangan dunia.

“Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal, akibat kesulitan pangan, dan cuaca yang tidak menentu. Kita alhamdulillah, dapat saya laporkan kepada majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman,” ujar Prabowo dalam pidatonya kenegaraan di DPR RI.

Prabowo menilai bahwa pemerintahannya mampu menghadapi beragam tantangan terhadap lumbung pangan Indonesia. Di antaranya adalah tantangan prediksi fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik atau El Nino yang diprediksi akan mencapai rekor tertingginya.

“Kita akan mampu hadapi tantangan-tantangan, termasuk tantangan El Nino, yang katanya tahun ini El Nino-nya akan paling dahsyat,” demikian laporan Prabowo di hadapan anggota Dewan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Swasembada Pangan

Apa saja delapan komoditas pangan yang mencapai swasembada? Delapan komoditas tersebut adalah beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Berapa persen penurunan harga pupuk yang terjadi? Harga pupuk mengalami penurunan sebesar 20 persen, yang langsung mengurangi biaya produksi petani.

Apa ancaman utama bagi musim tanam mendatang? Ancaman El Nino menjadi tantangan utama yang berpotensi mengganggu musim tanam dan menyebabkan kekurangan air di daerah sentra pertanian.

Apa langkah konkret yang diminta dari pemerintah? Langkah-langkah tersebut meliputi pengelolaan cadangan air, percepatan pompanisasi, penyediaan bibit tahan kekeringan, penyediaan sumur dalam, dan modifikasi cuaca untuk menciptakan hujan.

Leave a Comment