Berita

Latest Program: Tunjangan Guru Non ASN Naik Rp 2 Juta, Langsung Ditransfer ke Rekening

Program Terbaru: Tunjangan Guru Non ASN Dinaikkan Rp 2 Juta, Dana Langsung Ke Rekening Latest Program - Program terbaru dari Kementerian Pendidikan

Desk Berita
Published Juni 12, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Program Terbaru: Tunjangan Guru Non ASN Dinaikkan Rp 2 Juta, Dana Langsung Ke Rekening

Latest Program – Program terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan guru non-ASN. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memastikan bahwa peningkatan tunjangan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan manfaat lebih besar kepada para pendidik. Tunjangan guru non-ASN kini meningkat dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan, dengan dana langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru. Program ini menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Peningkatan Tunjangan untuk Guru Non-ASN

Program peningkatan tunjangan guru non-ASN adalah langkah penting dalam merespons keluhan sejumlah besar pendidik yang mengalami kesulitan keuangan. Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kebijakan ini berjalan efisien dan transparan, dengan transfer dana dilakukan setiap bulan. “Kunjungan Bapak Presiden menjadi momentum untuk memastikan guru non-ASN mendapatkan peningkatan tunjangan. Ini merupakan bagian dari komitmen untuk menyejahterakan mereka,” kata Mu’ti saat diwawancara di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (11/6/2026).

Kebijakan ini tidak hanya memperbaiki besaran tunjangan, tetapi juga mempercepat proses penerimaan. Dengan transaksi langsung ke rekening, para guru tidak lagi perlu menunggu pengumuman administratif yang bisa mengganggu fokus mereka pada tugas utama, yaitu mengajar. Mu’ti menegaskan bahwa sistem ini mengurangi risiko penundaan distribusi dana, yang sebelumnya sering terjadi akibat proses birokrasi yang rumit.

Ekspansi Program Beasiswa untuk Guru

Sebagai bagian dari program terbaru, pemerintah juga menggenjot pemberdayaan guru melalui pengembangan beasiswa. Tahun ini, jumlah guru yang berhak menerima bantuan pendidikan meningkat signifikan, mencapai 150.000 orang. Alokasi dana beasiswa tetap sebesar Rp 3 juta per semester, sama seperti tahun sebelumnya, sebagai upaya untuk menjangkau sebanyak mungkin pendidik yang belum memiliki gelar D4 atau S1.

“Kami terus membuka peluang bagi 150.000 guru untuk mengikuti program beasiswa. Dana yang diberikan setara dengan tahun lalu, yakni Rp 3 juta per semester, dan kami menunggu partisipasi guru agar bisa merasakan manfaatnya,” kata Mu’ti.

Program beasiswa ini diharapkan mendorong keterampilan dan kualifikasi para guru, sehingga mampu mengikuti perkembangan pendidikan modern. Selain itu, kebijakan ini juga membuka peluang untuk meningkatkan jumlah guru yang berpendidikan tinggi, yang secara langsung akan memengaruhi mutu pendidikan di Indonesia. Mu’ti menyebutkan bahwa sistem pendaftaran dan distribusi beasiswa sedang berjalan baik, dengan pendampingan dari lembaga terkait.

Program terbaru ini tidak hanya berfokus pada peningkatan tunjangan dan beasiswa, tetapi juga melibatkan pengembangan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) sebagai bagian dari peningkatan kualifikasi guru. Hingga semester kedua, program RPL telah berjalan, dengan 12.500 guru menyelesaikan pendidikan mereka. Mu’ti mengharapkan Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara wisuda tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha para pendidik.

“Program RPL sudah berjalan hingga semester kedua. Kami berharap Bapak Presiden dapat turut menghadiri acara wisuda 12.500 guru yang menyelesaikan pendidikan tahun ini,” tuturnya.

Leave a Comment