Berita

Latest Program: PUAN Perkuat Kaderisasi Usai Putusan MK soal Kuota 30% Caleg Perempuan

Latest Program: Puan Perkuat Kaderisasi Usai MK Kuota 30% Caleg Perempuan Langkah Strategis PAN untuk Meningkatkan Peran Perempuan dalam Politik Latest

Desk Berita
Published Juni 20, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Latest Program: Puan Perkuat Kaderisasi Usai MK Kuota 30% Caleg Perempuan

Langkah Strategis PAN untuk Meningkatkan Peran Perempuan dalam Politik

Latest Program – Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan aturan bahwa partai politik harus memenuhi kuota minimal 30 persen calon legislatif perempuan, Perempuan Amanat Nasional (PUAN) mengambil inisiatif besar untuk memperkuat sistem kaderisasi dan pembinaan perempuan di bidang politik. Keputusan ini memberikan momentum bagi PAN untuk menyusun strategi yang lebih terarah, dengan tujuan memastikan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif mencapai target yang ditentukan.

Farah Puteri Nahlia, Ketua Umum PUAN, menegaskan bahwa kebijakan kuota 30% akan diintegrasikan dalam Latest Program partai tersebut. “Kami percaya bahwa perempuan harus memiliki peran yang lebih besar dalam pengambilan kebijakan, dan ini adalah langkah konkret untuk merealisasikan hal itu,” jelasnya. Dalam rapat internal, para pengurus PUAN sepakat menerapkan kebijakan ini secara berkelanjutan, termasuk dalam pengadaan kursus kader politik dan pelatihan komunikasi.

Program Pelatihan dan Pemasyarakatan Kader Perempuan

Salah satu inisiatif utama dalam Latest Program adalah pendirian sekolah politik khusus bagi perempuan. Program ini bertujuan membekali calon legislatif dengan kemampuan strategis, teknik berpidato, serta manajemen media. Farah menuturkan bahwa sekolah politik akan menjadi tempat latihan bagi kader wanita dari berbagai daerah, dengan durasi pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Dalam kesempatan yang sama, Farah juga mengungkapkan rencana pembentukan tim mentorship yang terdiri dari anggota DPR, anggota DPD, serta mantan tokoh perempuan dalam dunia politik. “Mereka akan berperan sebagai penginspirasi dan pelatih bagi generasi muda perempuan yang ingin masuk ke dunia legislatif,” tambahnya. Langkah ini tidak hanya memperkuat kehadiran perempuan di lembaga pemerintah, tetapi juga mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pengambilan keputusan.

Kolaborasi dengan Pihak Lain untuk Mencapai Target Keterwakilan

Untuk memastikan target 30% calon legislatif perempuan tercapai, PAN berencana berkolaborasi dengan organisasi perempuan, media, dan lembaga pendidikan. Kemitraan ini akan membantu memperluas jaringan kader perempuan serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perempuan dalam politik. Farah menyebutkan bahwa peningkatan jumlah perempuan di DPR dan DPRD akan menjadi tolok ukur keberhasilan Latest Program dalam jangka pendek.

Sebagai bagian dari Latest Program, PAN juga mengadakan kompetisi kader perempuan yang diikuti oleh pengurus partai dari seluruh Indonesia. Acara tersebut diadakan secara rutin, dengan kriteria kelayakan seperti pengalaman organisasi, kemampuan kepemimpinan, dan loyalitas terhadap visi partai. “Kami ingin menciptakan platform untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan kader wanita yang berpotensi,” kata Farah.

Implikasi Putusan MK dan Tanggung Jawab Partai Politik

Putusan MK memberikan tekanan besar kepada seluruh partai politik untuk memenuhi kuota perempuan dalam daftar calon legislatif. Dalam Latest Program, PAN memastikan bahwa semua kader perempuan diusung ke pemilu 2024, terlepas dari latar belakang daerah mereka. “Kami juga mengevaluasi daerah-daerah yang kurang aktif dalam mengusung kader wanita, sehingga mereka mendapat bantuan dalam penyusunan daftar calon,” tambah Farah.

Keputusan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah perempuan di DPR, tetapi juga mendorong perubahan struktur kekuasaan di tingkat kecamatan hingga provinsi. Dengan Latest Program, PAN berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada perempuan yang ingin memperluas pengaruhnya dalam kebijakan nasional. “Kami percaya bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mengarahkan arah kebijakan negara,” ujarnya.

“Kuota 30% calon legislatif perempuan bukan sekadar angka, tetapi simbol perubahan kebijakan yang lebih inklusif. Dengan Latest Program, PAN ingin menjadi contoh partai yang memprioritaskan keterwakilan perempuan,” kata Farah Puteri Nahlia.

Leave a Comment