Berita

Latest Program: Polres Soetta Bongkar 3 Kasus Etomidate Jaringan Global, Barang Bukti Rp 97 M

Polres Soetta Bongkar 3 Kasus Etomidate Jaringan Global, Barang Bukti Rp 97 M Latest Program - Satuan Resnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)

Desk Berita
Published Juni 23, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Polres Soetta Bongkar 3 Kasus Etomidate Jaringan Global, Barang Bukti Rp 97 M

Latest Program – Satuan Resnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil mengungkap tiga kasus penyelundupan narkotika jenis etomidate dari jaringan internasional sepanjang periode Februari hingga Mei 2026. Dalam operasi yang dijalankan secara intensif, polisi menahan empat warga negara asing (WNA) dan menyita total 8.600 mililiter cairan etomidate, yang bernilai sekitar Rp 97,8 miliar. Penyitaan ini menjadi bagian dari Latest Program pengungkapan narkoba yang berfokus pada peredaran barang ilegal melalui jalur udara internasional.

Deteksi Etomidate dari Singapura

Kasus pertama diungkap pada 21 Mei 2026 sekitar pukul 23.00 WIB di Terminal 2F Kedatangan Internasional. Dua WNA dari Singapura dan Malaysia dibawa ke Jakarta setelah pesawat AirAsia QZ241 mendarat. Dalam koper yang disita, petugas menemukan dua kemasan plastik silver berisi 2.000 ml etomidate, sementara koper CT menyimpan dua botol “Dove” dengan volume serupa. Latest Program ini menunjukkan upaya kepolisian untuk menggagalkan penyelundupan besar-besaran dari luar negeri.

Tersangka TN dan CT mengaku diperintah oleh DN, yang kini menjadi DPO. TN dibayar 3.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 42 juta, sedangkan CT diberi imbalan perjalanan wisata ke Indonesia. Etomidate yang disita diperkirakan bisa diolah menjadi 6.782 cartridge vape, yang sangat berpotensi merusak kesehatan pengguna. Latest Program dalam penindasan narkoba ini memperlihatkan kerja sama yang lebih kuat antara Satresnarkoba dengan Bea Cukai.

Etomidate dari China

Kasus kedua terjadi pada 25 Mei 2026 di Terminal 2F. JZ, WNA dari China, tertangkap saat tiba dari Thailand via Thai Lion Air SL116. Dalam koper hitam miliknya, petugas menemukan satu botol “Dove” berisi 500 ml etomidate, yang rencananya akan diserahkan ke penerima di Jakarta setelah JZ kembali ke negara asalnya. Latest Program ini menyoroti peran Bandara Soetta sebagai pintu masuk utama narkoba global.

JZ mengaku diperintah oleh HC, yang statusnya sebagai DPO. Imbalan yang diberikan mencapai 50.000 Yuan atau sekitar Rp 132,5 juta. Etomidate yang disita bernilai sekitar Rp 5,6 miliar. Latest Program dalam upaya mengungkap jaringan ini menunjukkan keberhasilan polisi dalam memantau aktivitas penyelundupan yang semakin canggih.

Etomidate dari Thailand

Kasus ketiga diungkap pada 26 Februari 2026 di Terminal 3. SP, WNA dari Thailand, dibawa ke Jakarta setelah menggunakan pesawat Thai Airways TG435 dari Bangkok. Dalam koper hitamnya, petugas menemukan tujuh botol cairan etomidate yang disamarkan dalam kemasan produk sehari-hari. Latest Program ini menegaskan bahwa etomidate kini bisa masuk ke Indonesia melalui cara yang tersembunyi.

Dua kemasan berlabel “Parrot” berisi 2.100 ml, sementara empat lainnya berlabel “Coconut Oil” dengan volume 2.000 ml. Total barang bukti mencapai 4.000 ml etomidate, dengan nilai ekonomi sekitar Rp 44,8 miliar. Latest Program penangkapan ini juga membuktikan bahwa kerja sama antar lembaga pemerintah menjadi kunci dalam menangkal peredaran narkoba global.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana mengatakan, operasi ini berkat sinergi dengan Bea Cukai Soetta. “Kolaborasi ini memungkinkan kita mengawasi lalu lintas penumpang internasional secara lebih efektif,” ujar Wisnu, Selasa (23/6/2026). Latest Program pengungkapan etomidate ini menegaskan peran bandara sebagai titik kritis dalam peredaran narkoba.

Kasat Resnarkoba Polresta Soetta AKP Michael Kharisma Tandayu menegaskan, tiga kasus ini berpotensi mencegah penggunaan narkotika oleh 55.928 orang. “Kami berharap masyarakat dan pengguna jasa bandara aktif memberikan laporan jika menemukan kecurangan terkait peredaran narkoba,” ujarnya. Latest Program dalam mengungkap jaringan ini menunjukkan keberhasilan strategi pencegahan yang lebih terarah.

Leave a Comment