Pertamina Luncurkan Program Terbaru: Tanam 1.000 Pohon & Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah
Latest Program – Program terbaru Pertamina, yang diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, melibatkan aksi penanaman 1.000 pohon di TPS3R Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Selain itu, inisiatif ini juga fokus pada penguatan solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas, yang menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadapi tantangan lingkungan di Indonesia. Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary Pertamina, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menjaga keberlanjutan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Program Berbasis Komunitas untuk Lingkungan Lebih Baik
Pertamina tidak hanya menanam pohon, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dan kolaborasi dengan masyarakat untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif. Melalui program ini, perusahaan berupaya memperkuat sistem daur ulang dan pengurangan limbah, yang menjadi bagian dari inovasi pengelolaan sampah terbaru. Arya menekankan bahwa TPS3R Guwosari dipilih sebagai titik awal karena keberhasilannya dalam menciptakan model pengelolaan sampah yang menghasilkan nilai ekonomi dan sosial bagi warga sekitar.
“Kami menganggap World Environment Day sebagai momentum untuk memperkuat tindakan nyata dalam menjaga ekosistem. Program ini bukan hanya sekadar menanam pohon, tetapi juga melibatkan inovasi teknologi dan partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya dalam wawancara, Minggu (7/6/2026).
Ekonomi Sirkular dan Solusi Inovatif
Program pengelolaan sampah Pertamina Group telah menghasilkan lebih dari 151 inisiatif nasional hingga 2026. Dalam sepanjang tahun ini, kegiatan tersebut mampu memproses sekitar 951.023 ton sampah, dengan 68.788 penerima manfaat dari berbagai program yang menyebar di unit operasional Pertamina. Beberapa inovasi seperti konversi sampah organik menjadi biochar, daur ulang plastik menjadi palet, serta pemanfaatan limbah mobil tangki sebagai produk kerajinan, menjadi contoh nyata dari upaya ekonomi sirkular yang dijalankan perusahaan.
Dalam konteks program terbaru, Pertamina juga mengalokasikan dana sebesar Rp150 juta untuk Program Go-Sari Edupark. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat pengembangan aplikasi pengumpulan sampah, serta berbagai teknologi seperti biochar dan Rewulu Reborn, yang mengubah limbah menjadi sumber daya ekonomi. Arya menyebut bahwa TPS3R Guwosari dipilih karena menjadi bagian dari binaan Fuel Terminal Rewulu, yang merupakan lokasi operasi Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah.
Manfaat untuk Masyarakat dan Ekonomi Lokal
Kelurahan Guwosari melaporkan bahwa inisiatif pengelolaan sampah terpadu telah memberi dampak positif pada 1.500 kepala keluarga. Program ini tidak hanya membantu mengatasi masalah sampah, tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi lebih dari 27 warga, termasuk lansia, yang aktif dalam pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah. Lurah Masduki menambahkan bahwa kegiatan tersebut berhasil mengurangi biaya pengolahan sampah sebesar 30% melalui metode pemilahan yang lebih optimal.
“Dengan memilah sampah di rumah, biaya pengolahan menjadi lebih rendah atau bahkan gratis. Selain itu, para pekerja dapat memperoleh pendapatan rata-rata 2-3 juta rupiah per bulan dari program ini,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan
Dalam rangkaian perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pertamina juga meluncurkan program pengelolaan sampah pesisir. Inisiatif ini bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengembangkan teknologi kapal pembersih sampah (trash skimmer), yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan limbah di daerah pesisir. Arya menjelaskan bahwa kolaborasi ini memperkuat komitmen Pertamina dalam mengintegrasikan inovasi lingkungan ke dalam operasional bisnis.
Program terbaru ini menunjukkan bagaimana Pertamina menggabungkan aspek ekologis dan ekonomis. Dengan menanam pohon dan mendorong inovasi pengelolaan sampah, perusahaan mencoba menciptakan ekosistem yang lebih seimbang. Selain itu, penggunaan teknologi modern seperti trash skimmer dan aplikasi pengumpulan sampah bertujuan meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan dalam menangani limbah.
Ekspansi Program di Berbagai Wilayah
Kegiatan penanaman 1.000 pohon dan pengelolaan sampah berbasis komunitas bukan hanya terbatas di Yogyakarta. Pertamina Group sedang mengembangkan program serupa di beberapa lokasi lain, seperti Kilang Plaju dan Elnusa. Arya menyebut bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari “latest program” yang menjadi bagian dari visi nasional Indonesia dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Dengan memperluas keberlanjutan lingkungan ke berbagai wilayah, Pertamina berharap bisa memberikan contoh terbaik bagi perusahaan-perusahaan lain.
Langkah Nyata Menuju Energi Hijau
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, program ini juga sejalan dengan upaya Pertamina dalam menjaga ketahanan energi dan transisi menuju energi hijau. Arya menekankan bahwa penanaman pohon dan inovasi pengelolaan sampah adalah bagian dari strategi keseluruhan perusahaan. “Latest program” ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ekonomi.
