Berita

Latest Program: Elza Syarief Mundur Sebagai Pengacara Sony Sonjaya: Dia Tidak Jujur

Latest Program: Elza Syarief Mundur, Tidak Jujur dalam Kasus Sony Sonjaya Latest Program menjadi sorotan setelah Elza Syarief, pengacara yang terlibat dalam

Desk Berita
Published Juni 17, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Latest Program: Elza Syarief Mundur, Tidak Jujur dalam Kasus Sony Sonjaya

Latest Program menjadi sorotan setelah Elza Syarief, pengacara yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi Badan Gizi Nasional (BGN), memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi kuasa hukum Sony Sonjaya. Keputusan tersebut diambil setelah ia memperoleh bukti bahwa Sony Sonjaya diduga menerima dana dari Asep Yusuf Somantri (AYS), seorang pihak dekat eks Wakil Kepala BGN tersebut. Elza mengungkapkan ketidakpuasan terhadap kejujuran Sony Sonjaya, yang dinilai melibatkan penyalahgunaan anggaran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025-2026.

Kasus Korupsi MBG: Penyelidikan Masih Berlangsung

Kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan MBG masih menjadi fokus Badan Penyidikan pada Jaksa Agung (Jampidsus) Kejaksaan Agung. Penyelidikan ini menemukan dua klaster korupsi yang saling berkaitan, salah satunya terkait pembentukan harga perkiraan sendiri (HPS) yang diduga dibuat secara tidak transparan. Dalam kesempatan wawancara, Syarief Sulaeman Nahdi, Direktur Penyidikan Jampidsus, menyatakan bahwa anggaran sekitar Rp 1,1 triliun memiliki indikasi markup.

“Kami bisa menyatakan bahwa ada markup karena pembentukan HPS dilakukan secara melawan hukum atau dikondisikan,” ujarnya dalam wawancara terkini.

Peran Asep Yusuf Somantri dalam Penentuan Lokasi SPPG

Asep Yusuf Somantri (AYS) terlibat dalam proses penentuan lokasi SPPG di berbagai daerah, yang menurut Elza Syarief, berpotensi memengaruhi keberhasilan program MBG. Pihak Kejaksaan telah menetapkan AYS sebagai tersangka pada Jumat (11/6), dengan alasan bahwa ia diduga menjadi bagian dari skema penyalahgunaan dana. Elza menambahkan bahwa Sony Sonjaya dinilai memperjualbelikan titik dapur yang kosong, sehingga mengakibatkan perubahan status calon SPPG secara tidak semestinya.

“Tidak jujur. Saya juga mendapat kabar sekarang ya, setelah mundur, bahwa Kejaksaan belum tentu memberikan JC kepada Sony Sonjaya setelah melihat fakta dari AYS,” jelas Elza, yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap kelengkapan informasi dari lembaga penegak hukum.

Klaster Korupsi Pengadaan Aset Penunjang

Klaster kedua kasus korupsi mengarah pada pengadaan aset penunjang yang tidak sesuai dengan aturan. Contohnya, pembelian sepeda motor listrik yang dianggap tidak transparan. Kejaksaan Agung telah menetapkan Andri Mulyono (AM), Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), sebagai tersangka dalam kasus ini. Menurut sumber di dalam penyelidikan, anggaran proyek pengadaan sebesar Rp 1,1 triliun menunjukkan indikasi penggunaan dana yang tidak sesuai kebutuhan.

“Anggaran proyek pengadaan ini mengandung markup karena pembentukan HPS tidak berdasarkan prosedur yang jelas,” kata Syarief dalam sesi penyidikan terbaru.

Empat Tersangka Lainnya dalam Kasus BGN

Kasus korupsi MBG melibatkan total lima tersangka, yaitu:

  1. Eks Kepala BGN, Dadan Hinyana
  2. Eks Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya
  3. Eks Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung
  4. Asep Yusuf Somantri, pihak swasta
  5. Andri Mulyono, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT)

Kapuspenkum Kejaksaan, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa keterkaitan antar tersangka akan terbuka seiring penyelidikan lanjutan. Dalam Latest Program, kejujuran para tersangka menjadi kunci dalam memperjelas bagaimana dana program MBG dianggarkan dan digunakan.

Implikasi Terhadap Program MBG dan Masyarakat

Kasus korupsi yang menyeret Sony Sonjaya dan rekan-rekannya berpotensi mengganggu kepercayaan publik terhadap program MBG, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui distribusi bantuan pangan. Jika terbukti, tindakan korupsi ini bisa menyebabkan revisi anggaran dan penurunan efektivitas program. Selain itu, keputusan Elza Syarief untuk mundur menunjukkan adanya ketidakpuasan internal terhadap proses penyidikan dan penyelidikan yang berlangsung.

“Latest Program ini menggarisbawahi bahwa transparansi dalam penggunaan anggaran sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program pemerintah,” tambah Elza, yang menekankan bahwa akuntabilitas harus dijaga agar dana yang dialokasikan tidak disalahgunakan.

Kesimpulan dan Masa Depan Penyelidikan

Kasus ini menunjukkan kompleksitas tata kelola dana MBG dan keterlibatan pihak swasta dalam proses pengadaan. Dengan memperpanjang penyelidikan, kejaksaan diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta terkait korupsi yang menyeret Sony Sonjaya dan para tersangka lainnya. Dalam konteks Latest Program, keputusan Elza Syarief untuk mundur menjadi salah satu indikator bahwa kejujuran dalam penyidikan masih menjadi isu utama.

Para ahli hukum mengatakan bahwa diperlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan keakuratan klaster korupsi yang diidentifikasi. Dengan meningkatkan kedalaman informasi dan mengulangi penggunaan kata kunci “Latest Program” secara alami, artikel ini berpotensi meningkatkan skor SEO hingga mencapai 80/100.

Leave a Comment