Berita

LCC Empat Pilar MPR RI Sumbar Resmi Dibuka, Sembilan Sekolah Bersaing

```html

Desk Berita
Published Agustus 1, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : James Thomas - wahanaberita.com

Wahanaberita.com – “`html

Sembilan Sekolah Ikuti Kompetisi LCC Empat Pilar MPR RI di Padang

Kota Padang menjadi tuan rumah pembukaan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat provinsi Sumatera Barat. Acara ini dihadiri oleh Muslim M. Yatim, anggota MPR RI yang berasal dari Kelompok DPD, sebagai pembuka resmi kegiatan. Tujuan utama penyelenggaraan lomba ini adalah memperkuat pemahaman para pelajar terhadap nilai-nilai kebangsaan serta membangun karakter generasi muda Indonesia.

Para pejabat penting juga hadir dalam upacara pembukaan. Di antaranya adalah Deputi Bidang Administrasi MPR RI Heri Herawan, Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Wachid Nugroho, serta Habibul Fuadi yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Dewan Juri dan Tujuan Kompetisi

Tiga dewan juri daerah ditunjuk untuk menilai peserta lomba. Muspardi, dosen Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Karakter dari Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, menjadi salah satu juri. Monica Tiara, dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Padang, serta Atri Waldi, lektor dari universitas yang sama, melengkapi panel juri.

Muslim menekankan bahwa lomba ini memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menguji kecepatan menjawab pertanyaan. Kegiatan ini berfungsi sebagai sarana untuk membentuk generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, integritas tinggi, serta rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencari siapa paling cepat menjawab soal, tetapi untuk membentuk generasi muda yang memahami nilai-nilai Pancasila, menghormati konstitusi, menjaga persatuan bangsa, serta merawat keberagaman Indonesia,” ujar Muslim Sabtu (1/8/2026).

Apresiasi dan Pesan untuk Peserta

Dalam sambutannya, Muslim menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung terlaksananya acara. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pendidikan, panitia pelaksana, dewan juri, para kepala sekolah, serta guru pendamping mendapat pengakuan atas kontribusi mereka.

“Kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik berkat kerja keras dan sinergi seluruh pihak. Saya menyampaikan apresiasi kepada semua yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

Para peserta juga menerima pesan penting dari Muslim. Ia berpesan agar nilai-nilai Empat Pilar MPR RI tidak hanya dipahami sebagai materi perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalian hadir bukan hanya sebagai peserta lomba, tetapi sebagai representasi generasi muda Indonesia yang dipercaya membawa semangat persatuan, cinta kepada tanah air, dan komitmen menjaga kehidupan berbangsa,” tuturnya.

Tantangan Era Digital dan Pendidikan Nasional

Muslim mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan di era digital. Perkembangan teknologi dan internet membawa banyak manfaat, namun juga memunculkan tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, hingga potensi perpecahan sosial.

“Teknologi digital merupakan pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan manfaat besar, tetapi di sisi lain menghadirkan tantangan baru. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman agar bangsa Indonesia tetap bersatu dan tidak mudah terpecah belah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan nasional tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki moral, integritas, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.

“Makna mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya meningkatkan kemampuan ekonomi atau intelektual, tetapi menciptakan manusia yang berpijak pada moral, integritas, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan,” jelasnya.

Perspektif Dinas Pendidikan Sumatera Barat

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, menyatakan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI merupakan salah satu upaya memperkuat karakter, nasionalisme, dan pemahaman nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

Habibul mengapresiasi seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tersebut. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama perlombaan menjadi bagian penting dalam membentuk mental dan wawasan kebangsaan.

“Hari ini kita hadir sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memupuk rasa nasionalisme dan kebangsaan. Hal yang paling berharga dari kegiatan ini adalah pengalaman yang diperoleh para peserta,” ujar Habibul.

Habibul menuturkan bahwa seluruh peserta merupakan siswa terbaik yang telah melalui proses seleksi di tingkat kabupaten dan kota. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk saling menghargai apa pun hasil perlombaan.

“Dalam sebuah perlombaan tentu ada peringkat. Namun, semua anak-anak kita yang hadir di ruangan ini adalah juara. Siapa pun yang nantinya ditetapkan sebagai pemenang, semuanya tetap juara,” katanya.

Menurut Habibul, Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh bangsa, seperti Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Tan Malaka, dan Mohammad Natsir. Semangat perjuangan para tokoh tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini.

“`

Leave a Comment