10 Sekolah Ikuti Lomba Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera MPR di Sidrap, MPR Tekankan Disiplin
Key Issue — Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) MPR RI tingkat provinsi pada 2026. Acara ini diadakan di Lapangan Upacara Kompleks SKPD Kabupaten Sidrap, Sabtu (23/5/2026), dengan mengundang 10 institusi pendidikan SMA dan sederajat dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah menunjukkan semangat persaingan dan kecintaan terhadap identitas lokal serta nasional, sekaligus menjadi Key Issue yang menjadi fokus utama dalam upaya membangun generasi muda yang tangguh dan memiliki nilai kebangsaan tinggi.
MPR RI: Lomba Sebagai Pengukuhan Nilai Kebangsaan
Dalam pembukaan resmi, Heri Herawan, Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal MPR RI, menegaskan bahwa LKBB-PB tidak hanya ajang tampilan baris-berbaris, tetapi juga sarana pembentukan karakter generasi muda. “LKBB-PB adalah upaya MPR untuk memperkuat pilar kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air, serta membentuk anak bangsa yang disiplin, tangguh, dan bermoral,” ujarnya dalam pernyataan resmi. Key Issue ini menjadi perhatian utama MPR, karena kegiatan tersebut dirancang untuk menyatukan nilai-nilai kebangsaan melalui aktivitas fisik dan kebersamaan.
“LKBB-PB bukan sekadar kompetisi baris-berbaris, tetapi juga ruang untuk melatih semangat persatuan dan nasionalisme,” tambah Heri.
Heri menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membangun bangsa. “Masa depan Indonesia bergantung pada keberanian dan perhatian generasi muda saat ini. Jika mereka cuek, persatuan akan terancam,” katanya. Ia menekankan bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya harus diubah menjadi kekuatan pemersatu, bukan penghalang. Dalam konteks Key Issue ini, MPR menggambarkan lomba sebagai bentuk perwujudan komitmen untuk memupuk rasa nasionalisme di tengah tantangan globalisasi.
Kegiatan Edukatif yang Membentuk Karakter
Sekretaris Daerah Sidrap, Andi Rahmat Saleh, menyampaikan apresiasi terhadap MPR RI atas penyelenggaraan kegiatan yang dianggap memiliki nilai pendidikan tinggi. “Kehadiran peserta dari berbagai daerah membuktikan bahwa generasi muda Sulawesi Selatan penuh semangat dan dedikasi,” ujarnya. Key Issue dalam penyelenggaraan lomba ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan baris-berbaris, tetapi juga pada pembelajaran melalui kebersamaan dan kerja sama antar pelajar.
“LKBB-PB tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membentuk mental kepemimpinan dan rasa tanggung jawab para pelajar,” katanya.
Menurut Andi, lomba ini relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan teknologi. “Nilai kebangsaan dan persatuan perlu dipupuk secara berkelanjutan, terutama dalam menghadapi era modernisasi,” tambahnya. Ia juga berharap peserta mengambil kesempatan ini untuk memperluas koneksi, meningkatkan sportivitas, dan membangun kepercayaan diri. Key Issue ini menjadi momen penting bagi siswa untuk mengapresiasi peran pendidikan dalam membentuk warga negara yang berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Andi mengingatkan bahwa kemenangan dan kekalahan adalah bagian alami dari kompetisi. “Yang utama adalah pembentungan karakter, disiplin, serta pengalaman berharga yang diperoleh selama mengikuti perlombaan ini,” pungkasnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti LKBB-PB tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga sarana untuk mengasah kemampuan adaptasi dan kebersamaan dalam lingkungan yang dinamis.
Sekolah-sekolah yang berpartisipasi dalam LKBB-PB di Sidrap menunjukkan komitmen tinggi terhadap Key Issue kebangsaan. Mereka tidak hanya fokus pada teknik pengibaran bendera dan baris berbaris, tetapi juga mempersiapkan diri dengan latihan intensif untuk menguji ketahanan fisik, mental, dan kemampuan berorganisasi. Keterlibatan siswa dari berbagai wilayah juga memperkaya pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan budaya dan masyarakat yang berbeda, sehingga mendorong rasa inklusif dan kebanggaan atas identitas Indonesia.
Acara LKBB-PB ini menjadi Key Issue yang relevan dengan peran pendidikan dalam pembentukan karakter. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan program serupa di tingkat nasional, yang akan mencakup lebih banyak wilayah dan menggabungkan berbagai aspek kebangsaan. Dengan dukungan pemerintah daerah dan lembaga kecamatan, pelaksanaan lomba ini dianggap sebagai strategi untuk memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah tuntutan kemajuan teknologi dan perubahan sosial.
