Berita

Key Discussion: Suap Importasi, Jaksa Ungkap Pertemuan Dirjen Bea Cukai-John Field di Hotel

Pertemuan Dirjen Bea Cukai dan John Field Terungkap dalam Sidang Suap Impor Key Discussion – Dalam sidang terkini kasus suap terkait impor barang di

Desk Berita
Published Mei 21, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Pertemuan Dirjen Bea Cukai dan John Field Terungkap dalam Sidang Suap Impor
  2. Penjelasan Sistem Kode Amplop dalam Kasus Suap
  3. Detail Pertemuan dan Alur Suap dalam Kasus

Pertemuan Dirjen Bea Cukai dan John Field Terungkap dalam Sidang Suap Impor

Key Discussion – Dalam sidang terkini kasus suap terkait impor barang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengungkap pertemuan antara Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama dan John Field, pemilik perusahaan Blueray Cargo, yang terjadi di Hotel Borobudur. Pertemuan ini menjadi pusat perhatian selama pemeriksaan saksi Orlando Hamonangan Sianipar alias Ocoy, yang diduga terlibat dalam skema korupsi tersebut.

“Bagaimana awalnya, Pak Ocoy? Ada inisiasi pertemuan di sana, ya? Siapa yang pertama kali menyampaikan ke Pak Ocoy untuk mengadakan pertemuan dengan John?” tanya jaksa KPK M Takdir Suhan.

Ocoy menjelaskan bahwa ia hanya menerima instruksi untuk menghubungi John Field tanpa mengetahui siapa yang menginisiasi pertemuan tersebut. “Saya cuma dapat perintah aja, hubungi John, ‘Ada pertemuan di Hotel Borobudur’,” katanya, menegaskan bahwa tidak ada informasi spesifik mengenai tujuan atau pembicaraan yang dianggap penting dalam Key Discussion ini.

Penjelasan Sistem Kode Amplop dalam Kasus Suap

Sidang berlanjut dengan pengungkapan sistem kode amplop yang digunakan dalam proses suap impor. Jaksa KPK menunjukkan bahwa setiap transaksi dihubungkan dengan nomor khusus, dengan kode nomor 1 menjadi salah satu yang mendapat perhatian. Ocoy menyebutkan bahwa nama Djaka Budi Utama disebutkan dalam kode ini, meskipun ia tidak mengetahui siapa yang secara resmi memiliki akses ke kode tersebut.

“Yang nomor 1, Pak Jaksa bilang ada menyebut nama Pak Djaka, itu siapa yang pegang?” tanya penasihat hukum terdakwa Blueray Cargo, Dinalara Butar Butar.

Ocoy menjawab bahwa ia tidak tahu pemilik kode amplop nomor 1. “Saya bukannya mengenal siapa punya nomor satu itu,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa kode tersebut kemungkinan diberikan ke mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC, Rizal, dalam Key Discussion terkait keberhasilan penyelundupan barang.

Keterlibatan Tiga Terdakwa dalam Skema Korupsi

Dalam penuntutan, JPU KPK mendakwa tiga tersangka dari Blueray Cargo, yaitu John Field sebagai pemimpin perusahaan, Deddy Kurniawan Sukolo sebagai manajer operasional, dan Andri sebagai ketua tim dokumen. Key Discussion mengungkap bahwa ketiganya terlibat langsung dalam memberikan uang sebesar Rp 61,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura, serta menyalurkan fasilitas dan barang berharga senilai Rp 1,8 miliar.

Pertemuan yang menjadi fokus pemeriksaan dilangsungkan pada 22 Juli 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Ocoy mengingat bahwa pertemuan tersebut berlangsung sekitar jam 8 atau 9 malam, dengan enam orang yang hadir, termasuk Djaka Budi Utama dan Rizal. Key Discussion ini dianggap krusial untuk memperjelas alur suap yang berlangsung antara pihak Bea Cukai dan perusahaan pengusaha impor.

Detail Pertemuan dan Alur Suap dalam Kasus

Jaksa juga menyebutkan bahwa dalam pertemuan di Hotel Borobudur, Djaka Budi Utama dan John Field membahas berbagai transaksi impor yang melibatkan pembayaran suap. Key Discussion ini mencakup penyelidikan tentang bagaimana perusahaan Blueray Cargo mampu menghindari pemeriksaan lembaga pemerintah, terutama melalui skema kode amplop dan jaringan yang tersembunyi.

Dalam konfirmasi, Ocoy menyatakan bahwa pertemuan tersebut memang berlangsung, meskipun ia tidak memiliki informasi lengkap tentang isi pembicaraan. “Saya hanya tahu ada pertemuan, tapi tidak tahu detailnya,” katanya. Jaksa mengharapkan Key Discussion ini dapat memperjelas peran Djaka Budi Utama dalam mendukung upaya suap impor yang diselenggarakan oleh John Field.

Konteks Suap Impor dan Dampaknya

Kasus suap impor ini mengemuka dalam Key Discussion yang menyentuh kebijakan Bea Cukai dalam menegakkan regulasi tarif dan kepabeanan. Para tersangka dituduh melakukan praktik korupsi dengan memberikan hadiah atau uang kepada pejabat pemerintah untuk mempermudah proses impor barang tertentu. Sistem kode amplop diperkenalkan sebagai bentuk pengelompokan transaksi yang dirahasiakan, sehingga mempermudah penyaluran suap secara terstruktur.

Pertemuan di Hotel Borobudur dianggap sebagai bukti kuat bahwa ada koordinasi antara pihak Bea Cukai dan perusahaan pengusaha impor. Key Discussion ini juga memperlihatkan bagaimana John Field dan rekan-rekannya berusaha memanfaatkan posisi Djaka Budi Utama untuk mendorong pengurangan beban biaya impor, yang berpotensi merugikan keuangan negara. Sidang lanjutan akan menyajikan lebih banyak bukti dalam upaya menuntut tiga tersangka tersebut.

Leave a Comment