Berita

Key Discussion: Sekolah Rakyat Bawa Tukang Las Punya Impian ke Negeri Sakura

i Sakura Through School Key Discussion - Aldo Riski Saputra, seorang siswa kelas 2 SMP di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo, menemukan kehidupan

Desk Berita
Published Juni 20, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Discussion: Aldo Riski Saputra’s Journey to Negeri Sakura Through School

Key Discussion – Aldo Riski Saputra, seorang siswa kelas 2 SMP di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo, menemukan kehidupan baru setelah mengembalikan rutinitas belajar. Sebelumnya, ia menjadi tukang las di lingkungan yang penuh tantangan, namun kini berharap mengejar impian ke Negeri Sakura melalui pendidikan formal. Ini adalah Key Discussion yang menunjukkan bagaimana dunia kerja dan pendidikan bisa berdampingan untuk membentuk masa depan yang lebih baik.

Key Discussion: From Welder to Student

Di usia 16 tahun, Aldo Riski Saputra mengalami perubahan drastis setelah meninggalkan kebiasaan mengelas yang sebelumnya menempelinya sejak kecil. Keterampilannya dalam memanipulasi logam meliputi pembuatan pagar, rel, kanopi, dan rak makanan, tetapi di balik keahliannya, ia pernah terjebak dalam pergaulan buruk. Key Discussion tentang kehidupan di luar sekolah membuatnya sering bolos dan terlibat dalam aktivitas yang tidak produktif.

“Waktu itu salah pergaulan. Ikut-ikut teman yang nggak teratur, nongkrong, merokok,” ungkap Aldo dalam wawancara Sabtu (20/6/2026).

Dua tahun lalu, saat duduk di kelas 2 SMPN 2 Sampung, Aldo mengalami kesulitan mengatur waktu dan keuangan. Lingkungan yang memengaruhi gaya hidupnya membuat ia sering membolos dan melanggar aturan. Akumulasi pelanggaran akhirnya memaksa ia meninggalkan sekolah formal. Namun, perjalanan Key Discussion tentang keinginan belajar kembali memulai titik balik hidupnya.

Key Discussion: The School’s Role in Rebuilding Futures

Pergeseran hidup Aldo dimulai ketika salah satu saudaranya menceritakan pengalaman di SRT 5 Ponorogo, lembaga yang membuka peluang pendidikan bagi anak yang putus sekolah. Setelah mempertimbangkan, ia memutuskan untuk kembali mendaftar. Key Discussion tentang ketersediaan fasilitas dan bimbingan di sekolah ini menjadi faktor utama dalam keputusannya.

Masuk kembali ke bangku sekolah berarti Aldo harus mengorbankan penghasilan di luar sana. Namun, keuntungan yang ia dapatkan jauh lebih besar. Di SRT 5, kebutuhan sehari-hari seperti makan, alat mandi, dan perlengkapan belajar sudah disediakan. Ini adalah Key Discussion yang mengubah pola hidupnya dari pekerjaan kasar ke lingkungan belajar yang terstruktur.

“Rasanya ya beda, biasanya pegang uang sekarang enggak. Tapi di sini semua sudah dipenuhi. Makan, alat mandi, perlengkapan, semua komplit. Kayak ada yang menjaga,” katanya.

Dengan pendidikan resmi, Aldo berharap mengembangkan keterampilan las yang ia kuasai dan mencapai tujuan akhirnya: melanjutkan ke SMA. Ia juga ingin belajar bahasa Jepang, yang menjadi bagian dari impian untuk mengejar gelar di Negeri Sakura. Key Discussion tentang kebutuhan tenaga kerja terampil dan pendidikan terpadu memperkuat motivasinya untuk tidak berhenti belajar.

Key Discussion: Overcoming Challenges with Education

Di SRT 5, Aldo perlahan melepaskan kebiasaan buruk seperti merokok dan membolos. Ia kini dikenal sebagai siswa yang aktif, terutama dalam pelajaran IPS dan olahraga. Bahkan, ia terpilih dalam kontingen Jambore Nasional (Jamnas) di Cibubur, meskipun kemudian terkendala usia. Key Discussion tentang kontribusi pendidikan dalam mengubah pola pikir dan perilaku menjadi bukti nyata perubahan positif.

Sekolah tersebut juga berencana menciptakan bengkel las di belakang gudang sebagai langkah untuk mengembangkan bakat teknis siswa. Aldo mengaku senang bisa berbagi ilmu keahliannya kepada teman-teman. Key Discussion tentang inovasi pendidikan yang menggabungkan praktik dan teori membuat ia semakin percaya diri untuk mengejar impian.

“Sering kecolongan (percikan api las). Sampai mata bengkak dan enggak bisa melihat. Ada tiga kali lebih kayak begitu,” ujarnya.

Dari proyek borongan membuat pagar selama satu minggu, Aldo menghasilkan sekitar Rp600 ribu. Pembuatan rak makanan yang selesai dalam dua hari memberinya sekitar Rp250 ribu. Meski masih menghasilkan uang, ia lebih fokus pada pertumbuhan diri melalui pendidikan. Key Discussion tentang kesadaran akan pentingnya pendidikan formal menunjukkan bagaimana ia melewati fase kesulitan.

Key Discussion: Looking Ahead to Japan

Aldo punya mimpi besar: melanjutkan ke SMA dan belajar bahasa Jepang. Ia menyadari bahwa kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang las dan pertanian akan terpenuhi dengan pendidikan yang lebih tinggi. Key Discussion tentang hubungan antara keterampilan teknis dan pendidikan formal menjadi pendorong utamanya untuk tidak berhenti belajar.

Di SRT 5, Aldo merasa dijaga dengan baik. Kehadiran guru dan fasilitas yang lengkap membuatnya bisa fokus mengembangkan diri. Key Discussion tentang keberhasilan lembaga seperti ini dalam menyukseskan siswa yang putus sekolah menunjukkan potensi besar dalam pendidikan alternatif.

Menurut Aldo, kehidupan di sekolah terasa lebih stabil dibandingkan bekerja di luar. Ia berharap bisa menggabungkan pengalaman sebagai tukang las dengan pendidikan formal untuk menjadi insinyur atau ahli dalam bidang tertentu. Key Discussion tentang perjalanan dari anak kecil ke harapan menuju Negeri Sakura menjadi cerita inspiratif bagi banyak remaja.

Leave a Comment