Program Penguatan Bahasa Indonesia di Sekolah Bertram
Key Discussion – Program pembelajaran bahasa Indonesia yang diadakan di Sekolah Dasar Bertram di Perth, Australia Barat, merupakan inisiatif strategis dalam memperkuat ikatan persahabatan antara Indonesia dan Australia. Dengan letak geografis yang dekat dengan Bali, sekolah ini memanfaatkan keunikan tersebut untuk mengajarkan bahasa Indonesia sejak usia dini. Tujuan utama dari program ini adalah menghadirkan wawasan budaya dan sejarah Indonesia secara langsung kepada siswa, sekaligus mempererat hubungan bilateral melalui pendidikan multikultural.
Kolaborasi Jurnalis Senior dalam Pendidikan
Sejumlah jurnalis senior dari Indonesia yang terlibat dalam program pertukaran antar-negara menyatakan bahwa keberhasilan siswa Bertram dalam menguasai bahasa Indonesia menjadi bukti nyata dari upaya kolaborasi yang berkelanjutan. Siswa-siswa tersebut tidak hanya mampu menyebutkan bilangan satu hingga sepuluh dalam bahasa Indonesia, tetapi juga memahami makna dan penggunaan kosakata sehari-hari. “Anak-anak kami menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Bahkan, mereka bisa menggunakan frasa sapaan seperti ‘apa kabar?’ atau ‘terima kasih’ dengan lancar,” kata Mia, salah satu siswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Pembelajaran bahasa Indonesia di sini bukan hanya sekadar menghafal kata, tetapi juga membuka mata mereka terhadap keanekaragaman budaya Asia Tenggara,” tambah Vincent Sweetman, seorang guru bahasa Indonesia yang telah mengajar di Bertram selama lebih dari empat tahun.
Ikatan Budaya dengan Indonesia
Vincent mengungkapkan bahwa pengajaran bahasa Indonesia di Bertram dirancang untuk membangun kesadaran budaya dan sejarah Indonesia secara mendalam. Menurutnya, siswa tidak hanya belajar kosakata, tetapi juga menganalisis konteks sosial, kehidupan sehari-hari, dan nilai-nilai tradisi dari negara tetangga. “Dengan memahami bahasa Indonesia, anak-anak kami bisa merasakan koneksi yang lebih kuat dengan masyarakat Indonesia. Ini menciptakan rasa hormat sejak usia muda,” jelasnya.
Program ini juga mencakup kegiatan ekstra-kurikuler seperti perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, di mana siswa Bertram mengenakan pakaian tradisional dan membuat tarian yang menggambarkan kehidupan masyarakat Nusantara. Selain itu, mereka diberi kesempatan untuk belajar memasak hidangan khas Indonesia, seperti nasi uduk atau soto, yang dilakukan oleh para guru dari Indonesia yang bertugas sementara di sana. Keberagaman ini menjadi media untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kebanggaan terhadap budaya asing.
Alasan Mengajarkan Bahasa Indonesia
Key Discussion – Tiga faktor utama mendorong sekolah-sekolah di Australia Barat, termasuk Bertram, untuk memprioritaskan pengajaran bahasa Indonesia. Pertama, faktor geografis dan pariwisata. Perth, yang berada di kawasan barat Australia, memiliki akses yang mudah ke Indonesia—terutama Bali—sehingga menyebabkan minat tinggi terhadap budaya Nusantara. Kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang signifikan. Negara ini dianggap sebagai kekuatan regional yang semakin relevan, sehingga kemahiran berbahasa Indonesia menjadi aset penting untuk peluang karier di bidang diplomasi, pendidikan, atau bisnis. Ketiga, kemudahan belajar karena penggunaan abjad Latin, yang membuat proses membaca dan menulis menjadi lebih efisien, serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi.
- Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pendekatan yang kreatif dan konsisten mampu menginspirasi generasi muda untuk mengakui keberagaman budaya.
- Kolaborasi antara Indonesia dan Australia dalam pendidikan telah menghasilkan berbagai inisiatif, seperti pertukaran guru dan siswa, serta kegiatan budaya yang memperkaya pengalaman belajar.
- Penguasaan bahasa Indonesia di tingkat dasar diharapkan mampu menciptakan masyarakat global yang lebih terbuka dan saling menghargai.
Peran Bahasa dalam Pendidikan Inklusif
Key Discussion – Vincent Sweetman menekankan bahwa penguasaan bahasa asing seperti Indonesia membantu siswa mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Ia menambahkan bahwa program ini memberikan kesempatan untuk memahami konteks budaya yang berbeda, yang berkontribusi pada pembentukan identitas nasional yang lebih luas. “Siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai kehidupan, sejarah, dan keragaman Indonesia. Ini adalah langkah awal untuk membangun persahabatan yang lebih dalam,” katanya.
Program Bertram juga mengintegrasikan bahasa Indonesia ke dalam aktivitas sehari-hari, seperti diskusi kelompok, presentasi, dan proyek kelas. Misalnya, dalam proyek pembuatan poster tentang daur ulang, siswa menggunakan kosakata bahasa Indonesia untuk menggambarkan konsep lingkungan. “Kemudahan abjad Latin membantu mereka belajar lebih cepat, tetapi penting juga untuk mengajarkan konteks budaya,” tutur Vincent, yang juga aktif dalam pertukaran budaya antar-negara.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada bahasa, tetapi juga pada kegiatan lain seperti pertukaran simbol persahabatan melalui karya seni buatan tangan. Program ini dilakukan secara berkala, dan keberhasilannya telah menarik perhatian dari institusi pendidikan lain di Australia Barat yang ingin meniru pendekatan Bertram dalam membangun hubungan bilateral.
Kemajuan dalam Penguatan Kemitraan
Key Discussion – Untuk tahun ajaran 2026-2027, sekolah Bertram menyiapkan enam inisiatif baru yang bertujuan memperkuat ikatan dengan Indonesia. Di antaranya, video perkenalan bilingual yang menggabungkan cerita pribadi siswa, isu inklusi sosial, dan krisis iklim. Video ini akan menjadi alat untuk menyampaikan pesan lingkungan yang relevan dengan kondisi global saat ini. Selain itu, program ini melibatkan pertukaran simbol persahabatan melalui seni, seperti menggambar dan membuat kerajinan tangan yang merepresentasikan keunikan budaya masing-masing negara.
- Keberlanjutan lingkungan melalui program pemilahan sampah dan analisis data kuantitatif.
- Presentasi permainan tradisional Indonesia dalam bentuk video pendek yang dilengkapi dengan penjelasan sejarah dan makna.
- Para guru dari Indonesia yang hadir bertugas selama beberapa bulan untuk membimbing siswa dalam aktivitas budaya dan lingkungan.
- Kunjungan ke sekolah lain di Australia Barat untuk berbagi pengalaman belajar bahasa Indonesia.
- Kerja sama dengan organisasi lokal untuk menyelenggarakan pelatihan keterampilan berbahasa Indonesia kepada orang tua dan masyarakat.
- Pempraktikan permainan tradisional seperti “bola-bola” dan “lompat tali” sebagai bentuk kebersamaan budaya.
Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga membangun jembatan antara dua negara melalui pendekatan yang inovatif. Key Discussion – Dengan memperkenalkan bahasa Indonesia sejak dini, program Bertram menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan bisa menjadi alat untuk mempererat persahabatan dan membangun pemahaman antar-budaya. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam memupuk hubungan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Australia.
