Important Visit: Andra Soni Ajak Ayah Ambil Rapor Anak, Perubahan Budaya Pengasuhan
Important Visit – Sebuah important visit yang menarik perhatian publik terjadi saat Gubernur Banten, Andra Soni, melakukan kunjungan langsung ke sebuah sekolah di Bintaro, Kota Tangerang Selatan. Pada kesempatan tersebut, ia tidak hanya meninjau kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga secara simbolis mengambil rapor dari putra semata wayangnya, Raffiandra Putra, yang duduk di kelas 9. Upacara pengambilan rapor ini dihadiri oleh para orang tua, khususnya ayah, yang diundang untuk hadir sebagai bagian dari inisiatif berubahnya paradigma pengasuhan anak di Indonesia.
Gerakan Ayah Aktif: Kolaborasi Keluarga yang Lebih Baik
Kehadiran Andra Soni dalam acara ini menjadi momen penting untuk mengampanyekan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar). Pemimpin daerah yang juga seorang ayah ini mengungkapkan, kegiatan sederhana ini bertujuan mengajak para ayah untuk lebih terlibat dalam proses pendidikan anak. “Saya ingin menunjukkan bahwa peran ayah tidak hanya terbatas di luar rumah, tetapi juga sangat vital dalam mendukung pertumbuhan anak,” ujarnya. Selama acara, ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara ayah dan ibu dalam pengasuhan anak adalah kunci untuk membentuk generasi yang lebih baik.
Simbol Perubahan Budaya: Dari Tradisional ke Modern
Dalam important visit ini, Andra Soni memperkenalkan inisiatif Gemar sebagai bagian dari transformasi budaya asuh di Indonesia. Tradisi yang selama ini dominan dikuasai oleh ibu sebagai pengasuh utama, kini digeser dengan konsep kolaboratif. Menurutnya, partisipasi aktif ayah dalam kegiatan pendidikan membantu mengurangi beban ibu, sekaligus memperkuat sikap tanggung jawab sebagai kepala keluarga. “Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi upaya besar untuk membangun kebiasaan baru yang lebih inklusif,” tambahnya.
Gerakan Gemar telah diumumkan melalui Surat Edaran Nomor 28 Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Pemprov Banten. Dokumen tersebut menyasar seluruh sekolah di provinsi tersebut untuk mendorong partisipasi ayah dalam mengambil rapor. Program ini juga didukung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Yuda Ganda Putra, yang menekankan bahwa keterlibatan orang tua, terutama ayah, menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan keluarga yang berkualitas. “Keluarga yang harmonis akan menghasilkan generasi yang unggul,” imbuh Yuda.
Kehadiran Andra Soni dalam important visit ini memperkuat visi pemerintah daerah dalam memperhatikan aspek psikologis dan sosial anak. Dalam pidatonya, ia menjelaskan bahwa kegiatan pengambilan rapor bukan hanya tentang menilai prestasi akademik, tetapi juga sebagai sarana komunikasi antara orang tua dan sekolah. “Rapor menjadi simbol yang mengandung pesan khusus tentang perkembangan anak, dan ayah harus turut merasakannya,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Banten berkomitmen untuk mengubah pola pikir bahwa pendidikan adalah tanggung jawab tunggal ibu.
Berbagai kegiatan pendukung Gemar juga dijadwalkan sebagai bagian dari important visit ini. Pemprov Banten berencana mengadakan pelatihan bagi orang tua, diskusi bersama guru, serta penghargaan bagi ayah yang aktif dalam pendidikan anak. “Kami ingin menginspirasi lebih banyak ayah untuk tidak hanya sekadar menemani anak bermain, tetapi juga memahami dan menemani proses belajarnya,” terang Andra. Selain itu, ia juga mengajak para orang tua untuk mengevaluasi pola asuh mereka secara berkala, seperti melalui kegiatan ini.
Pemimpin daerah yang dikenal ramah ini menekankan bahwa perubahan budaya asuh memerlukan kesadaran kolektif. “Tidak bisa hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada peran aktif orang tua,” katanya. Dalam konteks important visit ini, kehadiran ayah di sekolah bukan hanya simbol penghargaan, tetapi juga bentuk partisipasi nyata dalam pembentukan karakter anak. Dengan mengambil rapor, ayah diharapkan bisa lebih memahami kebutuhan dan perkembangan anak mereka, serta turut memperkuat rasa tanggung jawab sebagai orang tua.
