Berita

Historic Moment: PDIP Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila di Lenteng Agung, Dipimpin Hasto

PDIP Gelar Upacara Historis Hari Lahir Pancasila di Lenteng Agung, Dipimpin Hasto Kristiyanto Historic Moment - Sebuah Historic Moment terjadi saat Partai DPP

Desk Berita
Published Juni 1, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

PDIP Gelar Upacara Historis Hari Lahir Pancasila di Lenteng Agung, Dipimpin Hasto Kristiyanto

Historic Moment – Sebuah Historic Moment terjadi saat Partai DPP PDI Perjuangan (PDIP) memperingati Hari Lahir Pancasila melalui upacara resmi di Lapangan Masjid At-Taufiq, Jalan Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu (1/6/2026). Acara ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang mengambil peran sentral dalam mengenang nilai-nilai dasar bangsa Indonesia yang dibangun oleh para pendiri negara. Historic Moment ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen partai terhadap ideologi Pancasila.

Momen Perayaan yang Bersejarah

Upacara yang diadakan oleh PDIP pada 1 Juni 2026 dianggap sebagai Historic Moment karena dilakukan di lokasi strategis, yaitu Kota Tua Jakarta. Lokasi ini memiliki makna historis karena berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hasto Kristiyanto, dalam sambutannya, menekankan pentingnya memperingati hari lahir Pancasila sebagai bentuk penghargaan terhadap asal-usul ideologi yang menjadi fondasi bangsa. “Pancasila adalah pegangan hidup kita, dan merayakannya dengan upacara resmi memperkuat identitas nasional,” ujarnya.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya. Prosesi ini diikuti oleh ribuan peserta, termasuk anggota partai, tokoh-tokoh politik, serta masyarakat umum. Historic Moment ini juga menjadi sarana untuk menunjukkan peran PDIP dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika politik saat ini. Hasto menegaskan bahwa upacara tersebut merupakan bagian dari upaya partai untuk menyampaikan pesan kebangsaan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Para Tokoh dan Peserta yang Hadir

Sejumlah tokoh nasional dan anggota PDIP hadir dalam upacara ini. Djarot Syaiful Hidayat, Ganjar Pranowo, dan Tri Rismaharini menjadi perwakilan utama dari internal partai. Megawati Soekarnoputri, ketua umum PDIP, yang tidak hadir langsung di Lapangan Masjid At-Taufiq, akan menyampaikan amanatnya di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, pada hari yang sama. Historic Moment ini menunjukkan koordinasi yang baik antara berbagai komponen PDIP, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Peserta upacara mencakup pengurus DPC dan PAC PDIP se-DKI Jakarta, serta Satgas partai dari wilayah DKI Jakarta dan Kabupaten Bogor. Acara juga diikuti secara daring oleh anggota PDIP di daerah lain, sehingga menjangkau lebih banyak kalangan. Hasto menuturkan bahwa partisipasi peserta dari berbagai latar belakang menggambarkan komitmen yang luas terhadap ideologi Pancasila. “Ini bukan hanya upacara, tapi juga perayaan kebersamaan yang mengingatkan kita akan makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Pada saat upacara, peserta melaksanakan momen perenungan yang dilakukan selama satu menit. Ini merupakan bagian dari prosesi resmi untuk menumbuhkan rasa hormat terhadap nilai-nilai Pancasila. Setelahnya, Hasto Kristiyanto memimpin pembacaan teks Pancasila dan menyampaikan amanat yang berisi penekanan pada peran partai dalam menjaga stabilitas nasional. Historic Moment ini juga menyoroti keseriusan PDIP dalam menggali makna Pancasila untuk masa kini dan masa depan.

Acara ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena menggabungkan tradisi dan modernitas. Djarot Syaiful Hidayat, yang hadir sebagai perwakilan PDIP, menuturkan bahwa upacara ini menjadi contoh bagaimana ideologi Pancasila bisa tetap relevan dalam konteks sosial dan politik saat ini. “PDIP terus berupaya untuk menyelenggarakan Historic Moment yang memperkuat kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai luhur bangsa,” jelasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian memperingati Hari Lahir Pancasila, PDIP juga menyelenggarakan upacara di Sekolah Partai, Lenteng Agung, sehari sebelumnya. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengundang seluruh mantan presiden dan wakil presiden untuk mengikuti acara tersebut. Hasto menegaskan bahwa partai tidak hanya fokus pada kegiatan politik, tetapi juga berkomitmen untuk mengajarkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda melalui berbagai wadah. Historic Moment ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan program edukasi ideologi yang lebih intensif di masa mendatang.

Leave a Comment