Kebakaran di Gambir Berhasil Selamatkan Dua Warga
Getir Lansia Tewas Akibat Rumah Diamuk – Kebakaran yang menghancurkan sejumlah rumah di Jalan Citarum, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus) mengakibatkan kematian satu lansia dan cedera lima orang lainnya. Api membara yang melahap habis properti warga tersebut terjadi pada Jumat (5/6/2026) pagi hari, dengan laporan awal pada pukul 04.48 WIB.
Respons Pemadam dan Penyebab Dugaan
Badan Penanggulangan Kebakaran (Damkar) Jakpus mengirimkan 22 unit pemadam dan 88 petugas untuk mengatasi situasi darurat. Titik api berada di area parkiran Jatibaru, dekat Stasiun Tanah Abang, yang menyebabkan kerusakan pada 6 rumah. “Penyebab diduga korsleting listrik,” jelas Triyanto, Kasiops Gulkarmat Jakpus, dalam pernyataan tertulis.
Saksi Mata: Api Muncul Tiba-Tiba
Berdasarkan keterangan warga, api membesar secara mendadak, bahkan disertai suara ledakan. Rusminah (65), salah satu korban, bercerita sedang menyiapkan dagangan saat tetangga memberi informasi kebakaran. “Kebakaran, kok kamu bilang ke aku udah gede, kata saya. Pas lagi kecil dong, biar aku bisa nyelamatin apa-apa,” katanya, sambil menceritakan kepanikan saat keluar rumah.
“Ya udah, saya nggak bisa nyelamatin apa-apa, lari sama anak saya nggak pakai apa-apa. Udah, cuma ini, sebadan doang sama nggak pakai sendal,”
Rusminah tinggal di kontrakan tepat di seberang titik api, bersama putrinya. Ia mengaku mendengar ledakan sebelum berlari, yang diduga berasal dari gas. “Api gede. Terus abis gede-gede, ledak tuh, gas kali ya,” ujarnya.
Sementara itu, Wahid (50) yang juga terkena dampak kebakaran, menceritakan sedang menyiapkan bahan makanan gado-gado. “Saya mau salat Subuh. Terus nggak jadi, pas saya mau berangkat, api udah nyala,” katanya. Peralatan masak seperti panci dan penggorengan hangus terbakar, meski ia sempat membawa motor serta beberapa baju.
“Lagi masak, noh masih kelihatan noh pancinya, nasi telurnya itu, masih nasi juga. Iya pancinya… masih telurnya itu,”
Api yang membesar juga mengganggu operasional KRL. KAI Commuter Line melaporkan keterlambatan pada rute Tanah Abang-Duri akibat kebakaran di permukiman dekat jalur rel. “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Terdapat kelambatan perjalanan Commuter Line akibat adanya kebakaran di area permukiman warga yang berada di sekitar jalur rel,” tulis pernyataan resmi melalui akun X.
Untuk menjaga keselamatan penumpang, KRL sempat menunda operasional hingga pemadaman selesai. Saat ini, 10 keluarga dengan total 35 jiwa terdampak, sementara 5 korban luka bakar ringan telah dirawat di RS Tarakan.
