Eks Dirut BJB Ngeluh Sakit, Pemeriksaan di KPK Dilanjut Pekan Depan
Pemeriksaan Yuddy Renaldi sebagai tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus dihentikan sementara. Mantan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah
Table of Contents
Yuddy Renaldi Terpaksa Tinggalkan Pemeriksaan KPK Karena Sakit
Wahanaberita.com – Pemeriksaan Yuddy Renaldi sebagai tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus dihentikan sementara. Mantan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten periode 2019-2025 tersebut dikabarkan dalam kondisi kurang sehat saat menjalani proses hukum.
Yuddy yang diperiksa terkait kasus pengadaan iklan tahun anggaran 2021-2023 mengaku mengalami gangguan kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya menderita kanker prostat serta penyakit jantung.
“Ya doakan saja saya sehat menghadapi proses ini. Itu saja mungkin dari saya. Terima kasih. Saya ada kanker prostat, ya. Iya (dan sakit jantung),” ujar Yuddy kepada awak media di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).
Pemeriksaan Dilanjutkan Pekan Depan
Arief Sulaeman, pengacara Yuddy, menjelaskan bahwa pemeriksaan hari ini belum selesai sepenuhnya. Kondisi kesehatan kliennya menjadi alasan utama penghentian proses tersebut.
“Pada prinsipnya hari ini melihat kondisi kesehatan beliau, penyidik melihat tidak bisa dilanjutkan pemeriksaan. Karena memang tadi juga sempat terhenti, karena beliau benar-benar tadi hampir terjatuh juga, dan sudah selesai,” terang Arief.
Pengacara tersebut menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap Yuddy akan dilanjutkan pada minggu depan. Selain itu, belum ada pemeriksaan terkait perintah dari mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjabat sebagai Dewan Komisaris, mengingat kondisi kesehatan Yuddy saat itu.
Daftar Tersangka dalam Kasus
KPK sejauh ini telah menahan empat tersangka dalam perkara ini. Mereka ditetapkan sebagai tersangka sejak Maret 2025 lalu.
Keempat tersangka tersebut adalah:
1. Widi Hartoto, Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB (2020-2024)
2. Ikin Asikin Dulmanan, Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri & Pemilik PT Antedja Muliatama
3. Sophan Jaya Kusuma, Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama
4. Suhendrik, Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menyebutkan bahwa sebenarnya penyidik memanggil lima tersangka. Namun, Yuddy Renaldi tidak hadir karena alasan sakit.
Rincian Kasus Korupsi
Perkara ini bermula pada tahun 2021 hingga 2023. Saat itu, Bank BJB melakukan belanja untuk produk yang dikelola oleh Divisi Corsec berupa iklan.
Program tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 409 miliar untuk iklan di media, dengan melibatkan enam agensi. Namun, jumlah yang dibayarkan tidak mencapai angka tersebut sepenuhnya.
Penunjukan agensi dalam kasus ini juga dinilai tidak sesuai ketentuan yang berlaku. Yuddy Renaldi bersama Widi Hartoto, pimpinan Divisi Corsec BJB, menyiapkan pengadaan agency untuk sarana kickback.
Widi Hartoto kemudian mengadakan pengadaan jasa agensi yang melanggar ketentuan. Ia menyusun dokumen harga perkiraan sendiri (HPS) bukan berupa nilai pekerjaan, melainkan fee agensi, untuk menghindari lelang. Selain itu, panitia pengadaan diperintah agar tidak memverifikasi dokumen penyedia sesuai SOP.
Penilaian tambahan juga dibuat setelah pemasukan penawaran, sehingga terjadi post-bidding. Para tersangka dalam kasus ini disangkakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
KPK menduga perbuatan kelima tersangka telah menimbulkan kerugian negara hingga Rp 222 miliar. Dana tersebut diduga masuk sebagai dana pemenuhan kebutuhan nonbujeter.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Eks Dirut BJB Ngeluh Sakit Pemeriksaan?
Eks Dirut BJB Ngeluh Sakit Pemeriksaan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Eks Dirut BJB Ngeluh Sakit Pemeriksaan matter?
Eks Dirut BJB Ngeluh Sakit Pemeriksaan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
