Bocah di Batang Terbakar Saat Main Api Sama Teman, Diduga Tersiram Bensin
Peristiwa Terjadi di Belakang Rumah Warga, Minggu (10/5) Pukul 09.00 WIB
Bocah di Batang Terbakar Saat Main – Kecelakaan membahayakan yang menimpa seorang bocah di Batang berlangsung pada hari Minggu (10/5) sekitar pukul 09.00 WIB, tepatnya di belakang rumah warga Dukuh Legok Sari, Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang. Berdasarkan laporan awal, kejadian ini terjadi saat korban dan temannya sedang bermain api. Saat itu, mereka berniat membakar sampah yang biasanya menjadi aktivitas umum di sekitar wilayah tersebut.
“Anak-anak awalnya bermain, kemudian ada ide membakar sampah,” kata Lurah Proyonanggan, Fariz Mukti.
Fariz menjelaskan bahwa kejadian dimulai dari permainan sederhana yang berkembang menjadi risiko besar. Menurut sumber setempat, korban dan temannya mengumpulkan bahan bakar, lalu menyalakan api. Namun, api tersebut tidak membesar secara signifikan, sehingga membuat mereka merasa kecewa.
Fariz menyebutkan bahwa anak berinisial N (14) menjadi pelaku utama yang mengusulkan ide membakar sampah. Seusai api tidak membesar, N mengambil bensin dari motor menggunakan selang dan menampungnya dalam gelas plastik. Saat proses itu, salah satu temannya sedang merokok, sehingga api langsung menyambar ke gelas. Saat itulah, korban diduga terkena bensin yang disiramkan ke tubuhnya, membuatnya terbakar dengan cepat.
“Saat proses itu, ada yang sambil merokok sehingga api menyambar dan pelaku kaget lalu melempar wadah bensin yang mengenai korban,” ungkapnya.
Fariz juga mengungkapkan bahwa keluarga korban mempertanyakan apakah kejadian ini hanya kecelakaan atau ada unsur kesengajaan. Dugaan tersebut muncul karena pelaku disebut sering melakukan perundungan terhadap korban sebelumnya, termasuk memberi tahu orang tua korban tentang kejadian serupa.
Penanganan oleh Pihak Kepolisian dan Kondisi Korban
Sementara itu, pihak kepolisian Batang telah menerima laporan kejadian tersebut. Kasatreskrim Polres Batang, Albertus Sudaryono, menjelaskan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dengan meminta keterangan dari saksi-saksi terkait. “Korban dan terduga pelaku sama-sama masih anak-anak, sehingga penanganannya perlu dilakukan secara khusus,” terangnya.
“Itu kemarin luka bakarnya grade 2, infonya grade 2, 35% ya. Kondisinya sudah membaik,” ucap Sudaryono.
Menurut keterangan polisi, korban mengalami luka bakar berat di area wajah dan tangan. Dugaan kesengajaan terjadi karena bensin yang dinyalakan diduga disiramkan ke korban secara sengaja. Namun, pihak kepolisian masih memeriksa bukti-bukti tambahan sebelum menyimpulkan penyebab pasti.
Di sisi lain, keluarga korban menyatakan kekecewaan terhadap kondisi tempat kejadian. Mereka mengungkapkan bahwa area belakang rumah tersebut tidak memiliki pengawasan yang memadai, terutama saat anak-anak bermain. “Kita sudah lapor ke polisi, tapi harapannya bisa segera diungkap apakah ini kecelakaan atau kejahatan,” ujar orang tua korban, yang tidak ingin disebutkan namanya.
Sejumlah warga sekitar menyampaikan keresahan terhadap kejadian ini. Mereka menilai permainan api dengan bahan bakar seperti bensin memerlukan pengawasan lebih ketat, terutama di daerah yang banyak dihuni anak-anak. “Kadang anak-anak hanya asal main, lalu bisa jadi kecelakaan besar,” tambah warga setempat, Asep.
Di tengah upaya penyelidikan, pihak rumah sakit melaporkan bahwa korban telah membaik secara bertahap. Meski demikian, keluarga masih khawatir karena luka bakar bisa menyebabkan efek jangka panjang, termasuk masalah psikologis. “Kita butuh kepastian apakah ada rencana jahat dari pelaku,” kata seorang perawat rumah sakit, yang menolak menyebutkan nama lengkapnya.