Berita

Bocah 8 Tahun Terperosok ke Gorong-gorong saat Pawai Obor di Cibinong

Bocah 8 Tahun Terperosok ke Gorong-gorong Saat Pawai Obor di Cibinong Insiden Terjadi Selama Acara Perayaan Tahun Baru Islam Bocah 8 Tahun Terperosok ke

Desk Berita
Published Juni 16, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Bocah 8 Tahun Terperosok ke Gorong-gorong Saat Pawai Obor di Cibinong

Insiden Terjadi Selama Acara Perayaan Tahun Baru Islam

Bocah 8 Tahun Terperosok ke Gorong – Selama acara pawai obor yang digelar di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, seorang bocah berusia 8 tahun mengalami kecelakaan serius setelah terperosok ke dalam gorong-gorong yang tidak tertutup. Peristiwa ini menarik perhatian warga sekitar dan media sosial, karena kejadian tersebut terjadi di tengah kegembiraan warga yang berkumpul untuk menyambut tahun baru Islam. Bocah ini menjadi korban pertama dari kecelakaan yang terjadi selama acara tersebut, dengan kemungkinan risiko lebih besar jika tidak segera ditemukan dan dievakuasi.

Menurut Camat Cibinong Acep Sajidin, insiden terjadi Selasa (16/6/2026), saat seorang ibu yang mewakili Pakansari membawa dua anaknya, satu laki-laki dan satu perempuan, melewati Jalan Tegar Beriman. Anak laki-laki yang berusia 8 tahun terjebak di dalam gorong-gorong setelah terpeleset ke dalam lubang yang tidak terlindungi. Dalam situasi darurat, staf kelurahan dan warga sekitar langsung bergerak cepat untuk menolong korban.

Peluang Bahaya dan Proses Evakuasi yang Cepat

Korban, yang diperkirakan berada di kelas 2 SD, terperosok ke dalam gorong-gorong saat berjalan di tengah jalan yang digunakan untuk pawai obor. Karena lubang tersebut tidak terlindungi, anak kecil ini kesulitan menyeberang dan terjebak di dalamnya. Menurut Acep, kondisi gorong-gorong pada saat itu sedang mengalami deres, dengan aliran air yang deras akibat hujan lebat sebelumnya. Meski demikian, korban berhasil menahan diri karena memegang besi di dalam gorong-gorong, sehingga tidak terbawa arus.

Keluhan pertama dari warga sekitar terdengar sekitar pukul 10 pagi, ketika anak tersebut terjebak di dalam gorong-gorong. Tim evakuasi dari kelurahan dan warga langsung bergerak ke lokasi untuk mengecek keadaan korban. Sementara itu, anak perempuan yang turut dilarikan dalam kejadian itu masih dalam usia TK, sekitar 4 tahun, dan tidak terluka.

Dalam situasi darurat, para penyelamat menghadapi tantangan karena lubang gorong-gorong yang sempit dan aliran air yang deras. Mereka harus berusaha memasukkan tangan atau peralatan kecil untuk menjangkau korban. Beruntung, bocah yang terperosok tersebut memiliki daya tahan yang tinggi, sehingga mampu menunggu hingga bantuan tiba. Selama evakuasi, warga sekitar memberikan dukungan moril dan menggalang informasi untuk memastikan jalur evakuasi yang optimal.

Penyebab dan Kondisi Sebelum Kecelakaan

Kebocoran gorong-gorong yang menjadi penyebab kecelakaan ini diduga karena kurangnya pemeliharaan di lokasi tersebut. Pada hari kejadian, sejumlah warga mengeluhkan bahwa lubang gorong-gorong yang tidak tertutup sebelumnya sudah menjadi peringatan, tetapi tidak terpantau oleh panitia acara. Saat pawai obor berlangsung, banyak warga yang sibuk menikmati perayaan, sehingga kurang perhatian terhadap detail lingkungan sekitar.

Kelurahan Cibinong segera memasang tanda peringatan di sekitar area yang rawan. Selain itu, mereka juga meminta warga untuk lebih berhati-hati saat berjalan di jalan yang dipakai untuk pawai obor. Kejadian ini mengingatkan bahwa potensi risiko di acara umum seperti pawai obor perlu dipertimbangkan secara matang, terutama di area yang tidak terlindungi.

Korban, yang berusia 8 tahun, sebelumnya terlihat berjalan normal di belakang ibunya. Tiba-tiba, anak tersebut terpeleset dan terperosok ke dalam gorong-gorong. Kejadian ini terjadi selama pawai obor yang berlangsung selama satu hari penuh, dan warga langsung panik setelah mengetahui kondisi korban. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini menimbulkan kecemasan karena usia korban yang masih sangat kecil.

Kondisi Korban Setelah Dievakuasi

Setelah berhasil dievakuasi, korban menunjukkan tanda-tanda kelelahan dan sedikit cemas. Namun, ia tidak mengalami luka berat, hanya sedikit luka di kaki kanan akibat gesekan dengan permukaan gorong-gorong. Dokter yang diberi tahu oleh tim kelurahan langsung melakukan pemeriksaan medis dan menetapkan bahwa kondisi korban stabil. Setelah itu, korban dibawa pulang oleh orang tuanya keesokan harinya.

Panitia acara meminta maaf atas kejadian tersebut dan berjanji untuk meningkatkan keamanan di lokasi pawai obor. Sejumlah warga juga mengkritik kurangnya pengawasan di sekitar jalur yang digunakan untuk acara tersebut. Meski demikian, kejadian ini dianggap sebagai pembelajaran penting untuk menghindari risiko serupa di masa depan.

Sebagai upaya pencegahan, kelurahan Cibinong berencana untuk menutup lubang gorong-gorong tersebut dan memasang penutup permanen. Selain itu, mereka juga melakukan inspeksi ulang terhadap jalur pawai obor untuk memastikan tidak ada risiko lain yang bisa mengancam keselamatan peserta. Insiden ini menjadi sorotan karena melibatkan anak kecil, dan banyak pihak menyarankan agar acara serupa di masa depan ditemani oleh petugas keamanan tambahan.

Kejadian ini menunjukkan bahwa bahkan di tengah kegembiraan acara, faktor keamanan tidak boleh diabaikan. Gorong-gorong yang tidak tertutup dan kondisi jalan yang sempit menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut. Meski tidak ada korban berat, kejadian ini mengingatkan bahwa anak-anak, terutama yang berusia 8 tahun, memerlukan perlindungan ekstra di tempat umum seperti pawai obor. Orang tua dan panitia acara diharapkan lebih waspada untuk menghindari insiden serupa.

Leave a Comment