Berita

Bima Arya Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan di Daerah

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto secara tegas mendorong agar program penghijauan di seluruh Indonesia tidak hanya bersifat sementara, melainkan

Desk Berita
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
wakil-menteri-dalam-negeri-wamendagri-bima-arya-sugiarto-1786104463489
Foto : Robert Brown - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Penghijauan Sebagai Gerakan Berkelanjutan: Dorongan Bima Arya untuk Daerah
  2. Related Reading

Penghijauan Sebagai Gerakan Berkelanjutan: Dorongan Bima Arya untuk Daerah

Wahanaberita.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto secara tegas mendorong agar program penghijauan di seluruh Indonesia tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa upaya rehabilitasi hutan dan lahan harus melampaui sekadar aktivitas penanaman pohon. Diperlukan perawatan intensif serta sinergi dari berbagai sektor agar manfaat ekologis dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Acara ini menjadi momentum penting bagi pemulihan ekosistem rehabilitasi hutan dan lahan di Bumi Sumatera Selatan. Kehadiran berbagai tokoh nasional dan daerah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Indikator Ekologis dalam Perencanaan Daerah

Kementerian Dalam Negeri secara konsisten mendorong pemerintah daerah untuk menempatkan aspek lingkungan sebagai komponen penting dalam perencanaan pembangunan. Salah satu caranya adalah memastikan indikator ekologis mendapat perhatian khusus dalam proses perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan visi jangka panjang untuk menciptakan pembangunan yang ramah lingkungan.

“[Kemendagri] berikhtiar untuk memastikan bahwa semua perencanaan di daerah, yang direncanakan oleh Pak Gubernur, Bupati/Wali Kota, ini memiliki indikator ekologis. Jadi setiap melakukan asesmen, pasti kita lihat unsur-unsur ini,” jelas Bima Arya dalam keterangannya.

Mewujudkan penghijauan yang berkelanjutan bukanlah hal yang mudah. Berbagai persoalan masih dihadapi di lapangan, seperti alih fungsi lahan dan konflik lahan, hingga pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan pendampingan agar program penghijauan tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi berlanjut hingga pemeliharaan.

Untuk itu, Bima mengajak pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat membangun kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan penghijauan. Dengan keterlibatan banyak pihak, agenda penghijauan yang telah diinisiasi Presiden diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Mari kita bangun kolaborasi, mari kita bangun co-creation. Tidak hanya dengan sesama institusi pemerintah, provinsi, kota, kabupaten, tapi dengan kampus, dengan korporasi dan lain-lain. Dan kita jadikan bersama-sama penghijauan yang sudah diinisiasi dan diperintahkan oleh Presiden sebagai movement. Bukan hanya kegiatan, tapi gerakan,” ungkapnya.

Selain memperluas kolaborasi, Bima menekankan pentingnya membangun budaya merawat lingkungan. Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjaga dan merawatnya. Budaya ini harus ditanamkan sejak dini agar generasi mendatang dapat melanjutkan perjuangan pelestarian lingkungan.

“Mari kita sama-sama bangun budaya merawat, bukan hanya sekedar menanam, bukan juga hanya sekedar seremoni, tapi semuanya berorientasi pada aksi yang permanen dan berkelanjutan,” pungkasnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Penghijauan Berkelanjutan

Apa yang dimaksud dengan penghijauan berkelanjutan? Penghijauan berkelanjutan adalah program penanaman dan perawatan pohon yang dilakukan secara terus-menerus dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Mengapa indikator ekologis penting dalam perencanaan daerah? Indikator ekologis membantu memastikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan jangka panjang.

Siapa saja yang terlibat dalam peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo? Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Direktur APP Group Soewarso, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, para bupati dan wali kota se-Sumatera Selatan, pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama kementerian/lembaga terkait, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan, serta Forkopimda Kabupaten Banyuasin.

Bagaimana cara masyarakat dapat berkontribusi dalam penghijauan berkelanjutan? Masyarakat dapat berkontribusi dengan berpartisipasi dalam program penanaman pohon, menjaga area hijau sekitar, serta mendukung kebijakan lingkungan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Leave a Comment