Announced: Bos Blueray Ngaku Bayari Karaoke Pejabat Bea Cukai Rp 40 Juta
Penjelasan Deddy Saat Diperiksa di Pengadilan Tipikor
Announced – Deddy Kurniawan Sukolo, Manajer Operasional Blueray Cargo, mengungkapkan bahwa perusahaan tempatnya bekerja telah membiayai sebuah acara karaoke untuk Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Orlando Hamonangan, dengan dana sebesar Rp 40 juta. Hal ini diungkapkan selama persidangan Tipikor Jakarta, Jumat (12/6/2026), ketika ia diperiksa sebagai terdakwa dalam kasus dugaan suap terkait proses impor barang.
Dalam kesempatan tersebut, jaksa menanyakan detail tentang pengeluaran untuk fasilitas hiburan. Deddy menjelaskan bahwa karaoke yang diberikan merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat hubungan dengan pejabat bea cukai. Ia juga menuturkan bahwa pembayaran dilakukan secara tunai, meski tidak dapat menegaskan jumlah pasti yang dikeluarkan dalam setiap momen.
“Untuk fasilitas entertainment, seperti momen karaoke ini, kami memang menyediakan dana khusus,” ujar Deddy.
“Ya, itu termasuk bagian dari kegiatan yang kami lakukan untuk memastikan proses impor berjalan lancar,” tambahnya.
“Apakah jumlahnya mencapai Rp 40 juta?” tanya jaksa.
“Ya, itu salah satu dari beberapa kali kami melakukan pembayaran,” jawab Deddy.
Kasus Suap Blueray Cargo dan Keterlibatan KPK
Announced – Kasus suap yang melibatkan Blueray Cargo kini memasuki tahap penyidikan lebih lanjut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tiga terdakwa utama dari perusahaan tersebut, termasuk Deddy Kurniawan Sukolo, John Field, dan Andri. Mereka dituduh memberikan uang tunai serta berbagai fasilitas kepada pejabat bea cukai dalam rangka memperlancar impor barang.
KPK menyebutkan bahwa total uang yang disuap mencapai Rp 61,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura, sementara nilai fasilitas tambahan seperti karaoke, makan malam, dan hadiah mencapai Rp 1,8 miliar. Dalam persidangan, jaksa mengungkap bahwa pembayaran karaoke Rp 40 juta menjadi salah satu bukti langsung dalam menunjukkan alur suap yang terjadi.
“Tuntutan yang kami ajukan meliputi pemberian uang dan fasilitas kepada pejabat bea cukai sebagai bentuk suap,” terang jaksa.
“Termasuk karaoke yang disebutkan Pak Deddy, itu salah satu dari beberapa bentuk kegiatan,” tambah jaksa.
“Tapi, kami juga memperhatikan latar belakang penyaluran dana tersebut,” lanjut jaksa.
Detail Pembayaran dan Tujuan Karaoke
Announced – Deddy menjelaskan bahwa karaoke yang diberikan bertujuan agar pejabat bea cukai merasa senang dan lebih mudah menyetujui berbagai kebutuhan impor yang diajukan oleh Blueray Cargo. Ia menyatakan bahwa acara tersebut dilakukan sebanyak tiga kali, dengan masing-masing membawa biaya yang hampir sama. Dalam satu kesempatan, pembayaran dilakukan langsung oleh pihak perusahaan ke hotel atau pihak penyelenggara acara.
Menurut Deddy, karaoke menjadi salah satu dari beberapa metode yang digunakan untuk membangun hubungan baik dengan pejabat. Ia juga menambahkan bahwa nilai total pembayaran untuk fasilitas hiburan ini mendekati Rp 40 juta per acara. “Kami memastikan pengeluaran tersebut tidak terlalu besar untuk membuat pejabat merasa nyaman,” katanya.
“Itu salah satu cara agar Pak Ocoy merasa lebih dekat dengan kami,” ujar Deddy.
“Dana karaoke itu jelas bagian dari kegiatan suap,” terang jaksa.
“Apakah ada pembayaran lain dalam bentuk uang tunai?” tanya jaksa.
“Ya, selain karaoke, kami juga memberikan uang cash dalam beberapa momen,” jawab Deddy.
Peran Blueray Cargo dalam Kasus Suap Bea Cukai
Announced – Blueray Cargo, sebagai perusahaan yang mengelola impor barang, menjadi salah satu pelaku utama dalam kasus suap yang digulirkan oleh KPK. Perusahaan ini diduga menggunakan jasa pejabat bea cukai untuk mempercepat proses pengawasan dan pemeriksaan barang yang masuk ke Indonesia. Pembayaran karaoke Rp 40 juta menjadi bukti bahwa perusahaan tersebut aktif dalam membangun hubungan dengan pejabat dalam rangka memperoleh keuntungan ekonomi.
Menurut penyidik, kegiatan tersebut terjadi dalam kurun waktu tertentu, dan pembayaran diatur secara terstruktur. Deddy menegaskan bahwa biaya karaoke dikeluarkan atas inisiatif perusahaan, bukan hanya sebagai bentuk kegembiraan pribadi. “Kami memastikan setiap pengeluaran tersebut memiliki tujuan yang jelas,” katanya.
Analisis dan Dampak Kasus
Kasus ini menunjukkan bahwa suap dalam sektor bea cukai bisa terjadi melalui berbagai bentuk, termasuk kegiatan hiburan. Dengan Announced, pembayaran karaoke Rp 40 juta menjadi bukti bahwa uang bisa digunakan untuk memperoleh pengaruh dalam pengambilan keputusan. KPK memandang bahwa kegiatan ini merugikan keuangan negara karena mengurangi transparansi dalam proses impor.
Announced – Selain karaoke, para terdakwa juga disebut memberikan makan malam, hadiah, dan fasilitas lainnya kepada pejabat bea cukai. Total uang yang disuap mencapai Rp 61,3 miliar, sementara nilai fasilitas tambahan mencapai Rp 1,8 miliar. Karaoke menjadi salah satu dari beberapa bukti yang digunakan oleh jaksa untuk menunjukkan alur suap secara sistematis.
