Berita

3 Karyawan Percetakan Disekap di Ruko Jakpus – Kaki Diborgol-Diikat Tali Baja

Disekap di Ruko Jakpus, Kaki Diborgol dan Diikat Tali Baja 3 Karyawan Percetakan Disekap di Ruko - Kasus penyekapan terjadi di sebuah ruko di wilayah Senen

Desk Berita
Published Juni 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

3 Karyawan Percetakan Disekap di Ruko Jakpus, Kaki Diborgol dan Diikat Tali Baja

3 Karyawan Percetakan Disekap di Ruko – Kasus penyekapan terjadi di sebuah ruko di wilayah Senen, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (28/6/2026). Tiga karyawan dari sebuah perusahaan percetakan ditemukan dalam kondisi terkurung dan terikat. Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar karena cara korban diikat menggunakan tali baja serta diborgol, menunjukkan tingkat kekerasan yang cukup parah. Berdasarkan informasi terkini, dua dari pelaku sudah ditangkap, sedangkan penyelidikan masih dilakukan untuk menangkap tersangka yang tersisa. Fokus utama kejadian ini adalah penyekapan di Ruko Jakpus yang melibatkan tiga korban.

Detail Korban dan Pengebangan Peristiwa

Pelaku penyekapan tersebut, yang terdiri dari beberapa orang, memangkas kebebasan tiga karyawan percetakan. Korban ditemukan dalam kondisi lemas dan terikat, dengan kaki mereka diborgol menggunakan tali baja. Menurut Kapolsek Senen, Kompol Widodo Saputro, lokasi penyekapan berada di salah satu ruko yang sebelumnya digunakan sebagai tempat produksi. Korban ditemukan oleh petugas setelah laporan dari warga sekitar yang menyadari adanya kecurangan. Sejumlah petunjuk awal menunjukkan bahwa penyekapan terjadi selama beberapa jam sebelum ditemukan.

“Korban ditemukan dalam kondisi kaki terikat tali baja dan diborgol, menunjukkan bahwa mereka telah terkurung selama beberapa jam,” ujar Widodo, Minggu (28/6/2026).

Motif Penyekapan Diduga karena Pencurian

Menurut informasi yang dihimpun, penyekapan terjadi setelah ketiga korban dituduh terlibat dalam pencurian di tempat kerja mereka. Pelaku menetapkan permintaan uang tebusan kepada keluarga korban, dengan jumlah total Rp 150 juta. Kapolsek menyebut bahwa tiga korban—Tegar Saputra, Muhamad Rafli Jaelani, dan Adit Saputra—diduga telah melakukan tindakan pencurian yang mengakibatkan para pelaku merasa terancam. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran akan kemanan di area Senen, tetapi juga menggambarkan aksi kekerasan yang mungkin berawal dari konflik internal.

“Para pelaku menetapkan permintaan uang tebusan Rp 50 juta per korban dengan syarat setelah dana diserahkan ke perusahaan, anak-anak akan dilepaskan,” tambah Widodo.

Proses Pemeriksaan dan Barang Bukti

Seluruh pelaku telah ditahan di Polres Jakarta Pusat, sementara barang bukti seperti tali baja dan alat borgol disita untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Kapolsek menjelaskan bahwa polisi sedang memeriksa saksi dan melacak jejak digital untuk memperkuat bukti. Dalam pengakuan para pelaku, mereka menegaskan bahwa aksi penyekapan di Ruko Jakpus dilakukan untuk memastikan korban tidak melarikan diri. Para korban juga diberikan makanan dan air, tetapi tidak diberi kesempatan untuk berbicara selama beberapa waktu.

“Barang bukti seperti tali baja dan alat borgol disita sebagai bukti kejahatan, sementara dua pelaku telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Widodo.

Kondisi Korban dan Respons Masyarakat

Korban ditemukan dalam kondisi cedera ringan, dengan beberapa luka di kaki akibat tali baja yang digunakan untuk mengikat mereka. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan korban, terutama karena waktu penyekapan yang tidak terduga. Warga sekitar Ruko Jakpus mengungkapkan bahwa mereka sempat mendengar suara teriakan dari dalam ruko sebelum polisi tiba. Berita tentang penyekapan di Ruko Jakpus segera menyebar, menyebabkan reaksi masyarakat yang menuntut keadilan.

Progres Penyelidikan dan Penyelidikan Selanjutnya

Selain mengamankan dua pelaku, polisi juga mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memperkuat kasus. Informasi dari laporan saksi dan rekaman kamera pengawas di ruko menjadi fokus utama dalam investigasi. Menurut Kapolsek, penyekapan di Ruko Jakpus adalah bagian dari rangkaian kejahatan yang sedang ditelusuri. Dalam beberapa hari terakhir, polisi juga berupaya untuk menemukan alat-alat yang mungkin digunakan untuk mengikat korban serta mencari jejak pelaku lain yang belum ditangkap. Hasil penyelidikan akan diumumkan setelah semua bukti terkumpul.

Kasus ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya keamanan di area bisnis, terutama di ruang terbuka seperti ruko. Karyawan percetakan yang terlibat dalam penyekapan di Ruko Jakpus menunjukkan bahwa kejahatan tidak hanya terjadi di luar lingkungan kerja, tetapi juga bisa melibatkan rekan sekerja. Masyarakat kini memantau perkembangan kasus ini dengan sangat antusias, berharap adanya tindakan tegas dari pihak berwenang. Semua fakta tentang penyekapan di Ruko Jakpus terus dikembangkan untuk memastikan kejelasan.

Leave a Comment