Eddy Soeparno Dorong Kepastian Hukum Cegah Investor Hengkang
Latest Program – Dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah aliran investasi ke luar negeri, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menekankan pentingnya Latest Program sebagai strategi kebijakan nasional. Pernyataannya ini datang di tengah ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengintai sekitar 50 ribu pekerja, menurut penasihat presiden bidang tenaga kerja, Said Iqbal. Eddy menilai Latest Program menjadi kunci untuk memastikan kepercayaan investor terjaga serta menekan risiko pemutusan hubungan kerja di sektor industri.
Perkuat Daya Saing Ekonomi Nasional
Eddy Soeparno menyatakan bahwa situasi saat ini mengingatkan pemerintah tentang kebutuhan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global. Menurutnya, kebijakan Latest Program harus dirancang secara terpadu untuk menarik dan mempertahankan investasi. “Indonesia harus tetap unggul dibandingkan negara lain yang terus menerapkan reformasi untuk menciptakan lingkungan usaha yang sederhana, pasti, dan kompetitif,” jelas Eddy dalam pernyataannya, Rabu (24/6/2026).
Dalam konteks Latest Program, Eddy menyoroti pentingnya kepastian hukum sebagai fondasi utama. Ia menegaskan bahwa pengusaha dan investor membutuhkan kebijakan yang konsisten untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan stabil. Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, terutama di tengah tantangan global yang semakin dinamis.
Strategi Kebijakan untuk Meningkatkan Kepercayaan Investor
Menurut Eddy, pemerintah harus mempercepat proses digitalisasi layanan publik sebagai bagian dari Latest Program. Hal ini bertujuan mengurangi birokrasi yang memperlambat keputusan investasi. “Birokrasi harus bertransformasi menjadi fasilitator, bukan hambatan. Reformasi struktural yang konsisten diperlukan agar Indonesia tetap menarik investasi,” ujarnya.
Dalam rangka mendorong keberhasilan Latest Program, Eddy menambahkan bahwa penyederhanaan proses perizinan dan percepatan layanan publik menjadi prioritas. Ia juga menekankan perlunya evaluasi terhadap insentif fiskal dan nonfiskal, agar sektor prioritas tetap diberi dukungan. “Penyederhanaan izin usaha, percepatan layanan publik, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan infrastruktur harus menjadi prioritas nasional,” tambah Eddy.
Selain itu, Eddy menilai kebijakan Latest Program harus mengintegrasikan aspek hukum dan ekonomi. Ia mengingatkan bahwa pengusaha sangat rentan terhadap ketidakpastian aturan yang terus berubah. Kepastian hukum, kata Eddy, menjadi aset penting untuk memastikan investor tetap merasa nyaman berinvestasi di Indonesia.
Langkah Khusus dalam Latest Program
Sebagai seorang Doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia (UI), Eddy Soeparno menyoroti peran Latest Program dalam memperkuat kebijakan fiskal. Ia menekankan bahwa keringanan pajak dan fasilitas investasi harus disesuaikan dengan kebutuhan industri. “Kepastian hukum, kemudahan berusaha, serta lingkungan investasi yang bersih dan aman harus terus dipertahankan,” tutup Eddy.
“Dengan Latest Program, kita bisa memastikan bahwa investor tidak hanya terpikat oleh potensi pasar Indonesia, tetapi juga merasa yakin akan kestabilan hukum dan kebijakan jangka panjang,” ujarnya.
Eddy juga menambahkan bahwa Latest Program harus mencakup perbaikan dalam pengelolaan SDM. Dengan memperkuat pelatihan dan kualifikasi tenaga kerja, pemerintah dapat meningkatkan daya saing industri nasional. Selain itu, ia mengusulkan penguatan infrastruktur sebagai bagian dari Latest Program, karena infrastruktur yang baik menjadi faktor penentu dalam menarik investasi asing.
“Investasi menjadi salah satu faktor penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Setiap tanda perlambatan atau ketidakpastian yang dirasakan pengusaha harus segera direspon dengan kebijakan yang lebih adaptif,” jelas Eddy.
Menurut Eddy, Latest Program harus menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk menekan keluhan investor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ia menilai bahwa keberhasilan Latest Program akan memberikan dampak positif terhadap kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
“Siapa pun yang menghalangi upaya menjaga dan menarik investasi, secara tidak langsung menghambat pertumbuhan ekonomi serta kesempatan kerja bagi masyarakat,” tegas Eddy.
Eddy Soeparno meyakini bahwa Indonesia masih memiliki potensi fundamental yang kuat, termasuk pasar domestik yang besar dan bonus demografi. Namun, ia menekankan bahwa potensi tersebut hanya bisa dimaksimalkan jika diiringi kebijakan Latest Program yang konsisten dan terukur. “Dengan Latest Program, kita bisa memastikan keberlanjutan investasi serta kesejahteraan ekonomi nasional,” pungkas Eddy.
