New Policy: Kombes Arsal Perkuat Integritas hingga Tumpas Kejahatan Jalanan di Lumajang
New Policy – Dalam rangka mendorong transformasi pelayanan kepolisian, New Policy menjadi salah satu langkah strategis yang dijalankan oleh Kombes Muhammad Arsal Sahban. Sebagai Kapolres Lumajang, Jawa Timur, ia tidak hanya fokus pada pencegahan kejahatan jalanan, tetapi juga berkomitmen untuk membangun sistem yang lebih transparan dan akuntabel. Penerapan New Policy dalam tugasnya memastikan setiap kebijakan kepolisian dilakukan dengan prinsip kejujuran, sehingga masyarakat bisa merasakan perbedaan dalam keamanan dan kualitas layanan.
Langkah Nyata dalam Membangun Integritas Polisi
Kombes Arsal Sahban dianggap sebagai sosok yang mampu menjalankan New Policy secara konsisten. Dalam menjabat sebagai Kapolres Lumajang, ia tidak hanya bertindak sebagai pihak penindas kejahatan, tetapi juga mengajak rekan-rekan di jajaran kepolisian untuk menjaga standar integritas. Ia menggarisbawahi bahwa New Policy bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang reformasi internal yang berkelanjutan.
“New Policy adalah komitmen untuk memastikan setiap tindakan kepolisian diukur berdasarkan hasil nyata. Integritas bukan sekadar slogan, tetapi prinsip yang dijalankan setiap hari,” ujar Kombes Arsal saat diwawancarai detikcom, Rabu (20/5/2026).
Sebagai bagian dari pengembangan New Policy, Arsal memperkenalkan beberapa inisiatif baru, termasuk pembentukan Tim Cobra yang diberdayakan untuk mengatasi kasus kejahatan jalanan secara langsung. Ia juga mendorong penggunaan teknologi dan data dalam pengambilan keputusan, sehingga kebijakan kepolisian bisa lebih tepat sasaran.
Inovasi dalam Penindasan Kejahatan Jalanan
Kombes Arsal Sahban menekankan bahwa New Policy membawa perubahan dalam cara polisi menghadapi tindakan kriminal. Dalam masa jabatannya, ia menangani tiga tantangan utama: kejahatan begal, pencurian sapi, dan konflik tambang pasir ilegal. Dengan pendekatan yang lebih terarah, tindakan kepolisian tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam mengurangi angka kriminalitas.
“New Policy mendorong polisi untuk tidak hanya mengamankan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. Tim Cobra dan Satgas Keamanan Desa adalah contoh nyata dari penerapan kebijakan ini,” terangnya.
Dalam proses implementasi New Policy, Arsal menunjukkan konsistensi dalam mengajak seluruh jajaran kepolisian mengikuti prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia berharap inisiatif ini bisa menjadi referensi bagi kepolisian di daerah lain, terutama dalam mengatasi kejahatan jalanan yang sering mengganggu kehidupan warga.
Kompetensi dan Dampak New Policy di Lapangan
Kombes Arsal Sahban menjabat sebagai Kapolres Lumajang dari tahun 2018 hingga 2019. Selama masa tersebut, ia berhasil menekan peningkatan kejahatan jalanan melalui pendekatan yang berbeda dari sebelumnya. Ia tidak hanya fokus pada penindasan, tetapi juga pada pencegahan, sehingga masyarakat bisa merasakan perbaikan dalam tingkat keamanan.
“New Policy di Lumajang memberi wawasan baru tentang bagaimana kepolisian bisa menjadi mitra aktif dalam pengelolaan keamanan. Ini bukan hanya tentang tangkap pelaku, tetapi juga tentang membangun kepercayaan warga terhadap institusi,” jelas Arsal.
Dampak dari New Policy terlihat dari penurunan signifikan kasus kejahatan jalanan. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran strategis Tim Cobra, yang dioperasikan secara konsisten di berbagai titik rawan. Arsal berharap kebijakan ini bisa diadopsi secara luas di Indonesia, terutama dalam konteks reformasi kepolisian yang sedang berlangsung.
Kemitraan dengan Masyarakat dalam New Policy
Kombes Arsal menilai bahwa New Policy memerlukan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dan pemberdayaan. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan penindasan kejahatan jalanan tidak hanya bergantung pada kekuatan polisi, tetapi juga pada partisipasi aktif warga sebagai mitra keamanan. Dengan membangun hubungan yang baik, kebijakan kepolanan bisa lebih efektif dan berkelanjutan.
“New Policy tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dari warga. Jadi, kami terus berupaya membangun komunikasi dua arah, agar setiap tindakan kepolisian selalu sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong pendidikan dan sosialisasi kebijakan kepolisian kepada masyarakat, sehingga mereka lebih memahami peran polisi dalam menjaga ketertiban. Arsal menyatakan bahwa New Policy adalah alat untuk menjembatani kebutuhan warga dengan tugas kepolisian, terutama dalam menghadapi tantangan kejahatan jalanan yang terus berkembang.
Langkah-Langkah Konkret di Bawah New Policy
Dalam menjalankan New Policy, Kombes Arsal Sahban mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kinerja kepolisian. Salah satu inisiatifnya adalah pembentukan Garasi Ternak, yang bertugas melindungi hewan ternak dari pencurian. Selain itu, ia juga menerapkan sistem pengawasan secara berkala melalui Posko Presisi, sehingga setiap tindakan kepolisian bisa diukur berdasarkan kualitas dan efisiensinya.
“New Policy mengharuskan setiap kebijakan dilakukan dengan transparansi. Jadi, kami selalu memantau dan mengevaluasi hasil kerja, agar tidak ada penyalahgunaan wewenang atau pengurangan kualitas pelayanan,” kata Indarto, Wakil Koordinator Posko Presisi Polri.
Arsal juga memperkenalkan metode kerja yang lebih terstruktur, termasuk membagi tugas berdasarkan kebutuhan wilayah. Dengan pendekatan ini, kejahatan jalanan bisa diatasi secara lebih efektif, dan kepolisian bisa menjadi bagian dari solusi untuk masalah sosial yang dihadapi masyarakat.
