Berita

Speaker Sound Horeg Jatuh dari Atas Truk Timpa Ibu dan Balita di Mojokerto

Speaker Sound Horeg Jatuh dari Truk dan Menimpa Ibu serta Balita di Mojokerto Speaker Sound Horeg Jatuh dari Atas - Saat acara pawai budaya Pakis Wetan

Desk Berita
Published Juni 24, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Speaker Sound Horeg Jatuh dari Truk dan Menimpa Ibu serta Balita di Mojokerto

Speaker Sound Horeg Jatuh dari Atas – Saat acara pawai budaya Pakis Wetan Carnival berlangsung di Desa Pakis, Mojokerto, Jawa Timur, sebuah insiden kecelakaan terjadi akibat speaker sound horeg yang jatuh dari atas truk. Dalam kejadian tersebut, dua orang korban, yaitu seorang ibu dan balita, mengalami luka serius. Balita yang masih dalam usia tiga tahun sempat menjalani operasi setelah tertimpa speaker middle dari sound horeg. Insiden ini menjadi sorotan karena dampaknya terhadap kesehatan para peserta kegiatan, terutama anak-anak yang menjadi bagian dari kirab budaya tersebut.

Latar Belakang Acara Pakis Wetan Carnival

Pawai budaya Pakis Wetan Carnival merupakan salah satu acara tahunan yang digelar oleh masyarakat Desa Pakis sebagai bentuk kebanggaan atas kekayaan budaya lokal. Acara ini menampilkan sembilan kelompok sound horeg yang berputar secara dinamis di sepanjang jalur kirab, mengiringi tarian dan musik yang menggema. Namun, dalam keseruan acara tersebut, terjadi kecelakaan yang menimpa seorang ibu dan balita. Speaker middle dari sound horeg La Morena jatuh dari atas truk dan menimpa korban saat berjalan di depan. Selain itu, satu lagi speaker middle dari kelompok sound horeg lainnya juga terlempar ke tanah.

Korban pertama, Chelsea Amelia Putri (19), adalah seorang ibu yang sedang berjalan di depan truk. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (21/6) malam, saat jalur kirab memasuki area yang dipenuhi penonton dan peserta kegiatan. Menurut Ketua Panitia Pakis Wetan Carnival, Inul, kejadian ini terjadi secara mendadak dan mempercepat reaksi dari petugas keamanan yang segera bergerak untuk menangani situasi. “Speaker sound horeg jatuh dari atas truk saat sedang berputar, dan menimpa korban yang sedang berjalan di depan,” jelas Inul dalam pernyataannya yang dilaporkan detikJatim, Selasa (23/6/2026).

Detil Cedera dan Perawatan Korban

Menurut informasi yang diterima, korban pertama, Chelsea, menderita luka di kening akibat tertimpa speaker middle yang jatuh. Luka tersebut tidak terlalu parah, tetapi membutuhkan pemeriksaan medis lanjutan. Sementara itu, balita dengan inisial AAP mengalami cedera pada jari kelingking kaki kanan. Anak tersebut langsung dibawa ke RS Dian Husada, Sooko, Mojokerto, untuk menjalani operasi. “Kondisi anaknya sudah membaik, dan insyaallah sore ini akan pulang,” tambah Inul.

Speaker sound horeg yang jatuh tersebut merupakan bagian dari sistem audio yang digunakan dalam pawai. Speaker middle biasanya digunakan untuk memperkuat suara dan menciptakan efek berdentum yang mengiringi tarian para peserta. Kejatuhan speaker ini terjadi saat truk bergerak cepat dan menjalani putaran yang dinamis. Peristiwa ini memicu kecemasan di kalangan peserta, karena speaker yang jatuh bisa menimpa siapa saja yang berada di depan atau di samping truk. Meski tidak ada korban yang terluka parah, kejadian ini mengingatkan bahwa keselamatan selama acara harus diperhatikan secara lebih teliti.

Langkah Penyelidikan dan Upaya Pencegahan

Setelah insiden terjadi, petugas Kapolsek Trowulan, Kompol Suwiji, segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejatuhan speaker sound horeg tersebut. “Pemantauan dari atas truk tidak sempurna, sehingga speaker middle terlempar ke tanah saat sedang berputar,” katanya. Dalam penyelidikan, ditemukan bahwa truk yang digunakan dalam pawai telah dihiasi dengan berbagai dekorasi dan peralatan suara yang membuatnya kurang stabil saat bergerak.

Speaker sound horeg jatuh dari truk ini juga menjadi perhatian para pengunjung yang menyaksikan acara. Beberapa orang mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba dan memperlihatkan risiko yang mungkin terjadi selama acara budaya. “Kami sedang mengevaluasi prosedur penggunaan speaker dan sistem keamanan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” kata Suwiji. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko cedera pada peserta dan penonton selama acara pawai.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan, panitia acara juga berencana untuk menambahkan pengawasan lebih ketat selama pawai berlangsung. Mereka menilai bahwa keselamatan para peserta, terutama anak-anak, adalah prioritas utama. “Speaker sound horeg harus dipasang dengan kuat dan diawasi secara berkala agar tidak terlempar ke tanah,” tambah Inul. Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan tidak ada lagi insiden serupa yang terjadi selama acara tahunan ini.

Kondisi Korban dan Reaksi Masyarakat

Korban, Chelsea dan balita AAP, kini sedang menjalani perawatan di RS Dian Husada. Menurut perawat di sana, kondisi Chelsea tidak terlalu serius, dan sudah dapat dikeluarkan dari ruang perawatan setelah pemeriksaan rontgen selesai. Sementara itu, balita AAP membutuhkan pengawasan lebih ketat karena luka pada jari kelingking kaki kanannya masih dalam pemulihan. Meski demikian, kejadian ini tidak mengurangi semangat masyarakat Desa Pakis untuk terus menggelar acara budaya yang menjadi simbol kebanggaan mereka.

Masyarakat setempat memberikan respons positif terhadap pihak panitia yang segera beraksi setelah insiden terjadi. Banyak orang mengapresiasi kecepatan tanggap petugas dan upaya pencegahan yang dilakukan. Namun, beberapa orang juga menyoroti pentingnya penggunaan alat keselamatan tambahan, terutama untuk menghindari risiko kejatuhan speaker sound horeg dari atas truk. “Kami berharap pihak penyelenggara dapat meningkatkan pengawasan selama pawai, agar tidak ada lagi kejadian serupa,” ujar salah satu warga Desa Pakis.

Kejatuhan speaker sound horeg dari atas truk ini menjadi peringatan bagi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara budaya. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan bahwa keselamatan peserta dan penonton harus menjadi prioritas utama. “Dengan memperhatikan detail seperti pemasangan speaker dan pergerakan truk, kita bisa mencegah cedera serupa,” jelas Suwiji. Pemulihan dari insiden ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi penyelenggara acara budaya di masa depan.

Leave a Comment