Berita

Historic Moment: Titiek Soeharto Icip Anggur Rawatan Napi Nusakambangan: Enak, Manis

r Napi di Nusakambangan: Manis, Menjanjikan Historic Moment - Sebuah historic moment terjadi saat Titiek Soeharto, istri mantan Presiden Soeharto, mengunjungi

Desk Berita
Published Juni 20, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Titiek Soeharto Cicipi Anggur Napi di Nusakambangan: Manis, Menjanjikan

Historic Moment – Sebuah historic moment terjadi saat Titiek Soeharto, istri mantan Presiden Soeharto, mengunjungi Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut menyoroti upaya pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang kini menjadi pusat rehabilitasi keterampilan bagi warga binaan pemasyarakatan. Salah satu momen menarik adalah saat Titiek mencicipi anggur yang dibudidayakan oleh para napi, mengekspresikan kekaguman terhadap hasil keterampilan mereka.

“Oh, ini yang kecil-kecil ya? Enak ini, manis. Ini jenis apa?”

Kunjungan Titiek Soeharto ke Nusakambangan dilakukan pada hari Sabtu (20/6/2026) di BLK yang baru saja diresmikan. Dalam dialognya, ia secara langsung melibatkan diri dalam proses pemotongan tanaman anggur, menunjukkan antusiasme yang menggambarkan minatnya terhadap kegiatan budidaya ini. Para napi yang mengelola lahan pertanian itu memberikan penjelasan tentang teknik penanaman, sementara Titiek memperhatikan setiap langkah dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

“Ini hasil yang nanem juga warga binaan pemasyarakatan. Mas, diurusi berapa bulan ini? Eh, berapa tahun sampai bisa begini?”

Titiek Soeharto secara terbuka menanyakan durasi dan proses perawatan anggur, menunjukkan bahwa keberhasilan proyek ini mencerminkan komitmen para napi dalam mengembangkan diri. Petugas menjelaskan bahwa tanaman anggur tersebut termasuk varietas Jupiter, yang dikenal tahan terhadap kondisi iklim dan memerlukan waktu sekitar satu tahun setengah untuk mencapai panen pertama.

Transformasi Nusakambangan sebagai Pusat Rehabilitasi

Pulau Nusakambangan, yang dahulu dikenal sebagai tempat penjara politik, kini berubah menjadi ruang pembelajaran yang inovatif. Pengembangan BLK merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong historic moment dalam reformasi pemasyarakatan. Selama masa transisi Ditjenpas dari Kementerian Hukum dan HAM ke Kemenimipas, beberapa lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini digunakan untuk proyek pelatihan yang bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada para napi.

Dalam upaya ini, Menteri Agus memimpin perubahan paradigma penjara dengan memasukkan program pelatihan bidang teknologi, pertanian, dan ekonomi. Terdapat laporan bahwa selain budidaya anggur, proyek seperti pembuatan batako dari fly ash bottom ash (FABA), pelatihan konfeksi, pengolahan pupuk organik, serta budidaya ikan sidat juga dijalankan di sana. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian napi dan mencegah kembali ke jalur kejahatan.

Manfaat Proyek Anggur bagi Napi dan Masyarakat

Kehadiran Titiek Soeharto di BLK Nusakambangan bukan hanya sekadar mengapresiasi hasil keterampilan napi, tetapi juga memberikan dorongan semangat kepada para warga binaan. Anggur yang ditanam di pulau ini berpotensi menjadi komoditas unggulan, terutama karena kualitas rasa yang manis dan wangi. Selain itu, produksi anggur juga dapat memberikan penghasilan tambahan bagi napi dan meningkatkan ekonomi lokal.

Para napi menjelaskan bahwa mereka mengelola anggur secara gotong royong, dengan masing-masing mengambil bagian dalam perawatan, pemotongan, dan pengemasan. Dalam historic moment tersebut, Titiek juga mengapresiasi kebersamaan dan kolaborasi yang terjalin di BLK. Ia menambahkan bahwa Nusakambangan kini terlihat lebih dinamis, berbeda dari persepsi awal yang seram.

“Oh luar biasa. Jajal sik. Ini manis, wangi ya. Koyok permen tenane. Jadi Nusakambangan bukan sesuatu yang seram, tapi jangan sampai masuk ke Nusakambangan.”

Anggur yang berhasil dipanen empat kali ini menjadi bukti bahwa program pembinaan keterampilan di Nusakambangan mampu menciptakan historic moment dalam sejarah pemasyarakatan. Selain anggur, BLK juga menyediakan pelatihan manajemen sampah, produksi mocaf, serta budidaya tanaman hias seperti anggrek. Semua proyek ini bertujuan membangun kemandirian napi dan membantu mereka beradaptasi kembali ke masyarakat.

Titiek Soeharto mencicipi anggur yang diolah oleh napi di Nusakambangan (Audrey Santoso/detikcom)

Sebagai bagian dari historic moment ini, Titiek Soeharto menegaskan pentingnya pelibatan warga binaan dalam kegiatan ekonomi. Ia berharap program seperti ini dapat menjadi contoh yang inspiratif, menunjukkan bahwa penjara bukan hanya tempat hukuman, tetapi juga wahana pembelajaran yang membuka jalan bagi pemulihan sosial dan pemberdayaan diri.

Leave a Comment