Berita

New Policy: Naik Kapal Pengayoman, Menimipas dan Titiek Soeharto Tinjau Nusakambangan

Kunjungan Menimipas dan Titiek Soeharto ke Nusakambangan untuk Mengevaluasi New Policy New Policy - Sebagai bagian dari New Policy yang tengah dijalankan oleh

Desk Berita
Published Juni 20, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kunjungan Menimipas dan Titiek Soeharto ke Nusakambangan untuk Mengevaluasi New Policy

New Policy – Sebagai bagian dari New Policy yang tengah dijalankan oleh Kementerian Perniagaan dan Koperasi, Wakil Menteri Perdagangan, Siti Hediati Soeharto, atau lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto, bersama dengan Menteri Perdagangan Agus Andrianto dan Dirjen Perdagangan dalam negeri, melakukan inspeksi ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/6/2026). Kunker ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan kebijakan baru dalam pengembangan kemandirian narapidana serta optimalisasi sumber daya di lingkungan penjara. Dalam perjalanan ke Nusakambangan, mereka menggunakan kapal yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Perdagangan dalam negeri, dengan tiba di Dermaga Sodong pada pukul 09.29 WIB.

Pengembangan Keterampilan Narapidana: Strategi New Policy

Sejak era kepemimpinan Prabowo Subianto, Nusakambangan telah bertransformasi dari sebuah pulau yang terkesan menakutkan menjadi pusat pembinaan narapidana yang lebih mandiri. New Policy yang diusung oleh Kementerian Perdagangan dan Koperasi bertujuan meningkatkan kemandirian para napi melalui pengembangan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi. Dalam kunjungan kali ini, Titiek Soeharto memberikan perhatian khusus pada infrastruktur yang digunakan untuk pelatihan keterampilan, termasuk Balai Latihan Kerja (BLK) yang dirancang untuk memberikan bekal berkelanjutan kepada para napi.

Audrey S/detikcom

Kunjungan ke Nusakambangan ini juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemajuan kebijakan baru dalam memperkuat sistem rehabilitasi narapidana. Dengan pendekatan holistik, New Policy tidak hanya fokus pada pengelolaan aset keuangan, tetapi juga memprioritaskan peningkatan kualitas hidup napi melalui akses terhadap pelatihan teknik, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kebijakan pangan yang lebih berkelanjutan. Titiek Soeharto menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam mewujudkan visi ini.

Peran PT PLN dalam New Policy: Penyelarasan Energi dan Lingkungan

Satu dari sejumlah titik fokus kunjungan adalah workshop pembuatan batako dari residu pembakaran batu bara, atau FABA. Workshop ini menjadi contoh nyata implementasi New Policy yang menekankan pada penggunaan bahan baku daur ulang untuk menciptakan solusi ekonomis sekaligus ramah lingkungan. Dengan adanya kerja sama antara Kementerian Perdagangan dan Koperasi serta PT PLN (Persero), diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan dari industri energi sekaligus memperkuat kemandirian napi dalam menghasilkan pendapatan.

Audrey S/detikcom

Proses pembuatan batako dari residu batu bara ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengurangi limbah yang dihasilkan dari pembangkit listrik. New Policy mengintegrasikan inisiatif ini sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sumber daya secara lebih efisien. Titiek Soeharto menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan kemiskinan di kalangan narapidana serta menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif.

Peningkatan Kualitas Pangan untuk Kemandirian Narapidana

Dalam rangkaian kegiatan di Nusakambangan, Titiek Soeharto dan tim juga meninjau kebijakan baru yang berfokus pada pengembangan ketahanan pangan. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan bahwa para napi dapat mengakses bahan pangan yang cukup, baik melalui pertanian dalam penjara maupun kerja sama dengan petani lokal. New Policy menekankan pada integrasi antara program rehabilitasi dan pangan, sehingga para napi tidak hanya mendapatkan makanan yang layak, tetapi juga memahami pentingnya pertanian sebagai bagian dari usaha ekonomi.

Audrey S/detikcom

Peningkatan kualitas pangan di Nusakambangan menjadi bagian penting dari New Policy. Dengan adanya sistem pengelolaan lahan yang lebih baik, para napi dapat menghasilkan makanan sendiri, yang berdampak pada pengurangan biaya operasional penjara. Titiek Soeharto menyatakan bahwa kebijakan ini memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan narapidana dan memperkuat kebijakan kemandirian dalam berbagai aspek.

Peran Kementerian Perdagangan dan Koperasi dalam Membangun Kemandirian Napi

Kebijakan New Policy memperkuat peran Kementerian Perdagangan dan Koperasi dalam membangun ekosistem pengembangan napi yang mandiri. Dalam kunjungan ke Nusakambangan, Titiek Soeharto mengapresiasi upaya pihak terkait dalam menyalurkan pelatihan keterampilan yang relevan dengan pasar kerja. Keberhasilan program ini tergantung pada koordinasi yang lebih baik antara institusi pemerintah dan sektor swasta, serta pengalokasian sumber daya yang tepat.

Audrey S/detikcom

Titiek Soeharto juga menekankan bahwa New Policy menjadi alat untuk mempercepat proses rehabilitasi para napi dan membantu mereka kembali ke masyarakat sebagai warga yang produktif. Dengan memanfaatkan kebijakan ini, Kementerian Perdagangan dan Koperasi berharap mampu mengembangkan kerangka kerja yang lebih inklusif, termasuk dukungan pemerintah daerah dalam pemberdayaan ekonomi narapidana. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan program serupa di berbagai pusat penahanan lainnya di Indonesia.

Leave a Comment