Internasional

Meeting Results: Masjid-masjid di 2 Desa Tepi Barat Dibakar dan Divandalisme Warga Israel

esa Tepi Barat Dirusak oleh Pemukim Israel Meeting Results - Menurut laporan AFP, pada Rabu (17/6/2026), dua masjid di desa-desa Tepi Barat menjadi korban

Desk Internasional
Published Juni 18, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Meeting Results: Masjid di Dua Desa Tepi Barat Dirusak oleh Pemukim Israel

Meeting Results – Menurut laporan AFP, pada Rabu (17/6/2026), dua masjid di desa-desa Tepi Barat menjadi korban pembakaran dan vandalisme oleh pemukim Israel. Kejadian ini terjadi dalam rangkaian serangan terhadap komunitas Palestina yang semakin meningkat sejak konflik di Gaza memanas sejak 2023. Aksi ini menunjukkan intensitas ketegangan antara warga Palestina dan pemukim Israel di wilayah yang terus menjadi pusat perdebatan politik dan agama.

Detil Aksi Pemukiman Israel

Menurut Osama Abdullah, kepala desa Jijiliya utaram di Ramallah, para pemukim Israel membakar ruang wudhu dan merusak masjid utama desa. Mereka juga menulis slogan-slogan permusuhan di dinding luar, seperti “balas dendam” dan “Hai, dari The Hilltop Youth.” Aksi ini dilakukan selama periode peningkatan konflik, di mana tekanan terhadap warga Palestina di Tepi Barat terus meningkat.

“Para pemukim datang untuk melakukan serangan terhadap masjid, membakar ruangan wudhu, dan merusak bangunan,” kata Abdullah. Ia menambahkan bahwa warga Palestina sedang berupaya keras untuk mempertahankan identitas budaya dan agama mereka di tengah serangan terus-menerus dari pihak Israel.

AFP melaporkan bahwa masjid yang dibakar menunjukkan kerusakan parah, dengan langit-langit, dinding, dan lantainya menghitam akibat api. Grafiti dalam bahasa Ibrani juga ditemukan di dinding, termasuk frasa seperti “Hai, dari The Hilltop Youth,” yang mengindikasikan tujuan kelompok tersebut untuk memperkuat dominasi mereka di wilayah tersebut. Pemukim Israel, terutama kelompok The Hilltop Youth, sering dikaitkan dengan serangan kekerasan terhadap warga Palestina dan tempat ibadah mereka.

Angkatan bersenjata Israel mengonfirmasi kejadian pembakaran dan vandalisme tersebut, tetapi belum mengungkapkan pelaku. Dalam pernyataan resmi, militer menjelaskan bahwa pasukan menggeledah area untuk mencari tersangka, menemukan dua masjid yang terbakar, serta grafiti di dinding. Pelaku telah melarikan diri sebelum pasukan tiba, sehingga investigasi masih berlangsung.

Konteks Konflik dan Dampak pada Masyarakat

Kementerian Urusan Agama Palestina mengkritik aksi tersebut sebagai “agresi berbahaya” dalam pernyataan resmi mereka. Mereka menekankan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol identitas budaya dan agama. Pemukim Israel, yang ingin mengklaim wilayah tersebut sebagai milik mereka, terus memperluas pengaruh melalui tindakan seperti ini.

Dalam desa Mazari an-Nubani, kepala dewan desa Saad Dagher mengatakan bahwa pemukim datang untuk membakar masjid lain sepanjang malam. Mereka menyerang salah satu dari tiga masjid di sana dengan bom molotov sekitar pukul 3 pagi sebelum kabur. “Warga memadamkan api sambil menunggu pasukan tiba,” tambah Dagher. Aksi ini menggambarkan ketegangan yang terjadi setiap hari di wilayah Tepi Barat.

Meeting Results juga menyoroti peningkatan kegiatan pemukiman di Tepi Barat sebagai bagian dari upaya Israel untuk mengusir penduduk Palestina dari wilayah yang ingin mereka klaim sebagai “tanah air” mereka. Ini memicu protes dari berbagai organisasi internasional yang mengecam tindakan menghancurkan tempat ibadah sebagai bentuk penghinaan terhadap kepercayaan umat Islam.

Leave a Comment