Kompor Meledak Bikin Rumah di Setiabudi Terbakar, 2 Lansia Terluka
Kompor Meledak Bikin Rumah di Setiabudi – Kebakaran yang terjadi akibat Kompor Meledak Bikin Rumah di Setiabudi mengguncang warga sekitar pada dini hari Rabu (17/2/2026). Insiden ini terjadi di Jalan Karang Asem Utara RT 07/RW 02, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, dan menghancurkan sebagian besar rumah yang ditinggali oleh dua lansia, S (60) dan M (70). Kebakaran terjadi secara mendadak, dengan api merambat cepat hingga mengancam lingkungan sekitarnya.
Detail Korban dan Penyebab Kebakaran
Korban yang terluka berjumlah dua orang, yakni S (60) dan M (70),” kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, merujuk pada laporan Antara, Rabu (17/2/2026). Kejadian ini berawal dari ledakan kompor gas yang terjadi saat salah satu anggota keluarga sedang memasak. Ledakan tersebut memicu api yang merambat dengan cepat, menyebabkan kerusakan serius di sekitar rumah.
Menurut informasi yang diterima, kebakaran diawali saat kompor gas diaktifkan untuk keperluan masak. Tidak disangka, kompor meledak secara mendadak, menyebabkan api meluas. Warga sekitar sempat panik, namun petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat untuk mengendalikan situasi. Banyak dari warga memilih untuk menyelamatkan diri dengan berlarian ke luar rumah.
Respons Pemadam dan Upaya Pemadaman
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan menimbulkan kepanikan di lingkungan tersebut. Tim pemadam dari Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan langsung mengirimkan 14 unit alat pemadam dan 57 personel untuk menangani kobaran api. Selama dua jam lebih, petugas memadamkan api hingga situasi stabil pada pukul 05.30 WIB. “Operasi selesai pukul 05.30 WIB,” jelas Asril, menegaskan bahwa kebakaran tidak lagi mengancam lingkungan.
Kebakaran akibat Kompor Meledak Bikin Rumah di Setiabudi menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan peralatan rumah tangga. Para petugas menyatakan bahwa ledakan kompor gas merupakan penyebab utama insiden ini. Meski penyebabnya telah ditemukan, tingkat kerugian masih dalam investigasi untuk mengetahui seberapa parah kerusakan yang terjadi. Rumah yang hancur tergolong besar, mencakup area sekitar 395 meter persegi.
Setelah api berhasil dipadamkan, warga sekitar melibatkan diri untuk membantu evakuasi. Dua lansia yang terluka, S dan M, dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis. Kedua korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, namun kondisi mereka stabil setelah mendapatkan perawatan. Kebakaran juga menyebabkan kerusakan pada peralatan rumah tangga dan barang-barang yang berada di dalam rumah.
Insiden ini memicu warga sekitar untuk mengingatkan pentingnya keselamatan penggunaan kompor gas. Sejumlah warga mengungkapkan bahwa mereka akan lebih hati-hati saat menggunakan peralatan masak di rumah. “Kami sangat berharap kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar salah satu warga, yang menginginkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi kompor yang digunakan.
Kebakaran di Setiabudi ini menjadi contoh bagaimana ledakan kompor gas dapat berdampak serius jika tidak diperhatikan. Meski peristiwa tersebut belum menimbulkan korban jiwa, kejadian ini memperlihatkan pentingnya pemantauan dan penggunaan alat keamanan seperti sensor api atau alat pemadam di rumah. Pihak berwenang juga berharap dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait risiko penggunaan kompor yang tidak terkontrol.
