Pemprov Banten dan PLN Siap Luncurkan PLTS Baru di Pulau Tunda Tahun 2027
Pemprov Banten Ungkap PLTS Rusak di Pulau Tunda dan rencana pembangunan instalasi baru oleh PLN yang akan dijalankan tahun 2027. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Ari James Faraddy, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan ini telah termasuk dalam anggaran APBN Perubahan dan diharapkan bisa segera terealisasi. Tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki ketidakstabilan pasokan listrik yang sering terjadi di pulau tersebut, yang menjadi masalah utama bagi warga sehari-hari.
Tahap Awal Kerja Sama dengan PLN
PLN akan mengoperasikan PLTS berkapasitas 150 kWp di Pulau Tunda sebagai langkah strategis untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik yang lebih andal. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi warga yang selama ini bergantung pada PLTD yang sering mengalami gangguan. Ari James Faraddy menjelaskan bahwa koordinasi dengan PLN sudah berjalan lancar, dan progresnya dinilai cukup signifikan meski masih dalam tahap persiapan.
“Pemprov Banten dan PLN telah sepakat untuk membangun PLTS baru di Pulau Tunda. Kami yakin ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan listrik,” ujar Ari, Rabu (13/5/2026).
Kerja Sama dengan PT Metta Energi Sejahtera
Sementara itu, Pemkab Serang tengah mengeksplorasi kerja sama dengan PT Metta Energi Sejahtera untuk membangun PLTS mandiri. Wakil Bupati Serang, Najib Hamas, mengatakan bahwa penandatanganan MoU dengan perusahaan tersebut menjadi langkah awal dalam mengembangkan infrastruktur listrik di daerah paling terpencil. Upaya ini juga berfokus pada kontribusi CSR perusahaan dalam memperkuat keandalan pasokan energi.
PLTS lama di Pulau Tunda sempat mengalami kerusakan yang memicu keluhan warga. Pemkab Serang terus berupaya memperbaikinya sebagai solusi sementara, sementara Pemprov Banten memastikan pengadaan solar untuk menjalankan PLTD yang masih menjadi sumber listrik utama. Ari James Faraddy menekankan perlunya izin dari BPH Migas untuk mempercepat proses pengadaan bahan bakar.
“Kami juga sedang berkoordinasi dengan BPH Migas agar solar bisa tersedia secara konsisten. Ini penting agar pasokan listrik tidak terganggu selama pembangunan PLTS baru,” tambah Ari.
Kondisi PLTS Rusak dan Dampak pada Masyarakat
Pemprov Banten Ungkap PLTS Rusak di Pulau Tunda telah menimbulkan gangguan berkepanjangan. Masyarakat setempat, seperti Mamat (43), mengeluhkan ketergantungan pada PLTD yang sering menyebabkan listrik mati mendadak. “Terkadang listrik padam sebelum pukul 11 malam. Pernah terjadi habis Magrib listrik menyala sebentar lalu mati lagi karena trouble,” katanya, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Mamat, warga tetap rutin membayar iuran listrik harian dengan tarif bervariasi, mulai dari Rp5.500 hingga Rp15 ribu per malam. Ia berharap perbaikan PLTS bisa segera dilakukan agar kualitas listrik meningkat. “Tenaga surya di sini masih bagus, cuma baterai dan instalasinya yang rusak. Jika diperbaiki, listrik bisa kembali stabil,” ujarnya.
Permasalahan listrik di Pulau Tunda juga menjadi sorotan media lokal dan organisasi masyarakat. Dengan PLTS baru yang dijanjikan PLN, diharapkan keadaan ini bisa diatasi. Namun, proses pembangunan masih membutuhkan waktu beberapa bulan, dan Pemprov Banten terus berupaya mempercepat realisasi proyek tersebut.
Kerja sama antara Pemprov Banten dan PLN menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan akses energi di wilayah kepulauan. Dengan PLTS baru yang akan dioperasikan tahun 2027, eksplorasi energi terbarukan di daerah terpencil seperti Pulau Tunda dianggap menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ini juga sejalan dengan tujuan pemerintah dalam menekan emisi karbon dan memperkuat keberlanjutan energi.
Para pemangku kepentingan menilai bahwa keberhasilan proyek ini bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah dan PLN. Pemprov Banten juga menyoroti pentingnya partisipasi warga dalam memastikan progres pekerjaan. Dengan PLTS yang akan dirancang secara lebih modern, diharapkan kebutuhan listrik masyarakat Pulau Tunda dapat terpenuhi secara efisien dan berkelanjutan.