Staf Ahli TP PKK Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia
New Policy – Dalam rangka mendorong percepatan penerapan New Policy di bidang pemberdayaan masyarakat, Yane, selaku anggota TP PKK Pusat, memberikan pandangan penting saat melakukan kunjungan kerja ke PKK Agropark di Kabupaten Lampung Selatan. Ia menekankan bahwa keberhasilan New Policy tidak hanya tergantung pada kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga pada dukungan yang lebih kuat dari pemerintah daerah (Pemda) dalam memperkuat kegiatan usaha pemberdayaan keluarga (UP2K) serta memberdayakan lansia sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.
Peran PKK dalam Penguatan UP2K
Dalam wawancara tertulis, Yane mengungkap bahwa UP2K merupakan salah satu komponen utama New Policy yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Menurutnya, keterlibatan kader PKK dalam pengembangan UP2K sangat krusial, karena mereka menjadi penghubung langsung antara pemerintah dengan masyarakat. “Contoh nyata di Lampung adalah budidaya pisang besar, di mana para pelaku usaha mikro dan kecil memproduksi berbagai produk dari bahan baku tersebut, seperti kripik pisang atau makanan olahan. Jadi artinya produk kripik itu banyak banget, tapi yang laku adalah yang punya cerita di balik kripik pisang tersebut,” katanya. Menurut Yane, keterampilan bercerita dalam menjual produk UP2K bisa menjadi kunci untuk menarik minat konsumen di pasar digital.
Model Inovatif PKK Agropark
“PKK Agropark, namanya memang PKK, memang dikelola sama PKK ya, Masya Allah. Saya rasanya sudah cukup berkeliling ke seluruh Indonesia, memang lahan yang dikelola PKK sebesar ini baru ada di sini. Jadi ini memang luar biasa,” pujinya.
PKK Agropark dianggap sebagai model inovatif yang menunjukkan peran aktif kader PKK dalam mendorong kemandirian masyarakat. Program ini menekankan keberlanjutan ekonomi keluarga melalui pengelolaan lahan secara kolaboratif, serta memperkuat sistem distribusi dan pemasaran produk lokal. Yane menilai PKK Agropark bisa menjadi acuan untuk daerah lain yang ingin menerapkan New Policy secara lebih masif.
Kebijakan New Policy juga menargetkan pemberdayaan lansia sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup mereka di tengah tantangan usia lanjut. Yane menegaskan bahwa lansia tidak hanya perlu dilindungi, tetapi juga diberi kesempatan untuk tetap produktif. “Siapa yang menggerakkan dan mengaktifkan para lansia selain keluarganya adalah pemerintah, melalui program-program yang ada di PKK. Jadi pemberdayaan lansia ini hal yang penting,” ujarnya. Pemda, menurutnya, harus mengembangkan inisiatif khusus yang bisa memanfaatkan potensi lansia, baik melalui kegiatan ekonomi maupun sosial.
Salah satu strategi New Policy adalah membangun ekosistem kerja yang inklusif bagi lansia. Hal ini melibatkan keterlibatan aktif perangkat daerah dalam menyediakan pelatihan, akses pasar, dan fasilitas yang memungkinkan lansia tetap berkontribusi. Dalam kunjungan ke bandara di Singapura, Yane memperhatikan bahwa lansia di sana masih aktif berpartisipasi dalam sektor kerja, terbukti dari keberadaan program usaha yang melibatkan mereka. Pengalaman dari negara-negara maju menunjukkan bahwa lansia bisa diberdayakan melalui berbagai aktivitas produktif, baik secara fisik maupun sosial.
Yane juga menyebut bahwa New Policy memperkuat koordinasi antara TP PKK dan Pemda dalam menghadirkan solusi berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya penggunaan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan. “Dengan skill bercerita yang baik, hasil usaha akan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar digital,” tambahnya. Keterlibatan TP PKK sebagai organisasi strategis bisa menjadi pendorong utama dalam menyelaraskan kebijakan daerah dengan target nasional.
Kontribusi PKK dalam Program Nasional
“Menurut saya, 10 program pokok PKK mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari aspek spiritual hingga finansial. PKK, menurutnya, merupakan motor sosial besar dan organisasi khas Indonesia yang memiliki jangkauan luas.”
Dengan 6 juta lebih kader yang tersebar di seluruh Indonesia, PKK memiliki kemampuan untuk menggerakkan kebijakan New Policy secara berkelanjutan. Yane menilai keberhasilan program ini tergantung pada kekonsistenan penerapan di lapangan, termasuk keterlibatan masyarakat dalam memperkuat UP2K dan pemberdayaan lansia. “Program ini bukan sekadar kebijakan, tapi kerja nyata yang harus terus dilakukan untuk mewujudkan perubahan,” imbuhnya.