Berita

Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker – Kaki Tangan Bandar Agung Apek Diciduk

Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker, Tangkap Kaki Tangan Bandar Agung Apek Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker - Bareskrim Polri kembali membuktikan

Desk Berita
Published Juni 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker, Tangkap Kaki Tangan Bandar Agung Apek

Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker – Bareskrim Polri kembali membuktikan kemampuannya dalam mengungkap kasus narkoba dengan menemukan sabu yang disembunyikan dalam perangkat speaker. Operasi penangkapan ini terjadi dalam rangkaian penyelidikan terhadap jaringan bandar besar yang beroperasi di berbagai wilayah. Penyitaan sabu dalam paket pengiriman dari Palembang ke Bogor menjadi bukti kuat bahwa Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker berhasil menemukan celah pengiriman yang tidak terduga.

Operasi Penangkapan Berhasil Uncover Jaringan Tersembunyi

Pelaksanaan operasi ini berawal dari informasi yang diperoleh dari lembaga Bea Cukai. Tim Bareskrim Polri bekerja sama dengan unit penyidik khusus mengecek paket yang dikirim ke Purwakarta, Jawa Barat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa satu unit speaker berisi plastik bening yang dilapisi foil aluminium, mengandung sabu seberat 405,06 gram dan ekstasi 100 butir. Informasi ini memberikan gambaran bahwa Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker bukan hanya sekadar penyitaan barang, tapi juga pengungkapan strategi pengiriman yang canggih.

Barang bukti ditemukan saat petugas melakukan pengiriman kontrol ke alamat tujuan. Ahmad Badawi (Samba) menerima paket dan langsung diamankan. Dari badan tersangka, ditemukan tambahan sabu 5,1 gram dan daun kering 1,7 gram. Operasi ini menunjukkan bahwa Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker bisa mengungkap jaringan yang menyembunyikan narkoba dalam bentuk yang tidak terpikirkan.

Pengendali Operasi Ditemukan di Purwakarta

Abdul Latif (Dony) terbukti sebagai pengendali utama operasi. Ia memesan sabu dari ‘Pakcik’ di Aceh melalui aplikasi Zangi, dengan pengiriman dilakukan secara berkala menggunakan identitas palsu. Dony juga terbukti sebagai warga binaan Lapas Kelas II Purwakarta, yang memudahkan petugas dalam mengamankan dirinya. Informasi ini menegaskan bahwa Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker adalah salah satu upaya mengungkap pengaruh kriminal yang terstruktur.

Koordinasi antara Bareskrim Polri dan Polda Sumsel memungkinkan penangkapan Puja Bangsa, yang berada di Palembang. Dari keterangan Dony, sabu dikirim oleh Puja Bangsa, yang menjadi bagian dari jaringan bandar narkoba Agung Darmawan (Agung Apek). Bandar ini telah menjadi DPO sejak Februari 2026, dengan kasusnya ditangani oleh Subdit IV Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri.

Kasus Sabu dalam Speaker Terungkap Berkat Kerja Sama Tim Gabungan

Tim gabungan dari Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC terus menggali detail operasi. Pengecekan gudang ekspedisi di Kedung Halang, Bogor, menjadi titik awal penelusuran. Kemudian, penyidik dari Palembang mengungkap barang bukti tambahan di sebuah kostel, termasuk 2.039 butir ekstasi berlogo TikTok, 3.044 butir berlogo Dior, dan 6.360 butir berlogo WA. Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker terus mengoreksi angka keterlibatan jaringan narkoba.

Analisis data menunjukkan bahwa Puja Bangsa aktif dalam mengatur distribusi sabu. Ia berperan sebagai penghubung antara bandar besar dan pengguna narkoba di daerah. Penangkapan ini menegaskan bahwa Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker bisa mengungkap praktik kriminal yang dilakukan secara tersembunyi.

“Kami menemukan fakta bahwa sabu diselundupkan dalam speaker sebagai upaya menipu pemeriksaan awal,” kata Brigjen Eko Hadi Santoso. “Ketiga tersangka ini merupakan bagian dari jaringan yang menyebar di lebih dari satu provinsi, dengan pendistribusian dilakukan secara sistematis.”

Strategi Pemungutan Sabu dan Ekstasi dalam Paket yang Tersembunyi

Pengungkapan sabu dalam speaker ini menunjukkan inovasi penggunaan teknologi dalam distribusi narkoba. Kombinasi antara pembungkus yang mencolok (speaker) dan bahan bungkus yang tipis (plastik bening) membuat barang bukti terlihat biasa namun berisi narkoba. Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker menjadi contoh bahwa kepolisian mampu mengungkap celah pengiriman yang selama ini dianggap aman.

Dengan penyitaan total sabu seberat 405,06 gram dan ekstasi 100 butir, operasi ini berhasil menghentikan alur logistik narkoba yang berpotensi menghasilkan ratusan ribu butir per minggu. Kaki tangan bandar Agung Apek, yang diciduk, menjadi bukti bahwa Bareskrim Bongkar Sabu dalam Speaker tidak hanya berfokus pada penyitaan, tetapi juga pada pemberantasan akar permasalahan.

Leave a Comment