Berita

Latest Program: Massa Aliansi Rakyat Memanggil Gelar Aksi di Pertigaan Gejayan Sleman

Protes Aliansi Rakyat Memanggil Aksi di Pertigaan Gejayan Sleman Latest Program – Sabtu (13/6/2026), ratusan peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat

Desk Berita
Published Juni 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Protes Aliansi Rakyat Memanggil Aksi di Pertigaan Gejayan Sleman

Latest Program – Sabtu (13/6/2026), ratusan peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat berkumpul di pertigaan Jalan Affandi, Caturtunggal, Depok, Sleman, untuk menggelar aksi besar-besaran. Massa yang mengenakan seragam hitam membagikan spanduk dan poster berisi pesan perubahan, sambil menggunakan mobil pikap sebagai panggung orasi. Aksi ini diharapkan menjadi bagian dari rangkaian kampanye Latest Program yang menyoroti kebutuhan masyarakat untuk reformasi politik dan sosial.

Latar Belakang Aksi dan Tujuan Utama

Aksi ini merupakan bagian dari inisiatif Latest Program yang menargetkan reformasi kebijakan pemerintah. Sebelumnya, Aliansi Rakyat telah mengadakan serangkaian diskusi publik di berbagai kota, termasuk Yogyakarta dan Solo, untuk mengumpulkan dukungan. Protes hari ini bertujuan memperkuat tekanan terhadap pemerintah terkait kebijakan terbaru yang dianggap tidak tepat guna. Peserta aksi menyampaikan keinginan agar para pemimpin memperhatikan aspirasi rakyat dan kembali ke prinsip dasar pemerintahan yang transparan.

Kegiatan ini diawali dengan pawai kota yang berjalan sekitar 2 jam. Massa membawa bendera merah-putih, spanduk bertuliskan “Tolak Kebijakan Kontroversial” dan “Pemimpin Harus Mendengar Suara Rakyat.” Para peserta bergerak dengan tertib sambil menyanyikan lagu-lagu nasional dan melontarkan slogan yang memperkuat pesan perubahan. Aksi ini juga melibatkan kemunculan berbagai elemen kultural, seperti tarian tradisional dan pertunjukan musik, untuk menarik perhatian lebih luas.

Peran Berbagai Kalangan dalam Aksi

Aksi di Sleman ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, tetapi juga menarik partisipasi dari akademisi, aktivis kemanusiaan, buruh, serta pengemudi ojek online. Setiap kelompok mengungkapkan kekhawatiran mereka secara spesifik. Misalnya, akademisi menyoroti dampak kebijakan ekonomi terhadap pendidikan, sementara buruh menuntut perlindungan hak kerja dan upah yang layak. Aktivis kemanusiaan juga hadir untuk mengingatkan pemerintah terkait isu-isu sosial yang belum terselesaikan.

“Latest Program ini adalah langkah awal untuk mengubah paradigma pemerintahan. Kami menyerukan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming agar tetap waras dan berpijak pada kepentingan rakyat. Mereka diminta meninjau ulang semua program yang kontroversial,” tegas Prof Masduki, Guru Besar Ilmu Media dan Jurnalisme UII, dalam pidatonya.

Sejumlah tokoh lokal juga hadir untuk menyampaikan pesan kebijakan. Mereka menekankan bahwa aksi ini merupakan tuntutan rakyat yang tidak bisa diabaikan. Pidato-pidato yang disampaikan menggambarkan keinginan masyarakat untuk melibatkan lebih banyak elemen dalam proses pengambilan keputusan. Aksi ini juga menarik perhatian sejumlah pemimpin media, yang hadir untuk menangkap suara massa secara langsung.

Dampak Aksi terhadap Kota Sleman

Pertigaan Gejayan menjadi lokasi utama pemblokiran lalu lintas selama aksi berlangsung. Petugas kepolisian memutar arus kendaraan ke jalur alternatif, sementara jalan utama ditutup sementara untuk memastikan keamanan peserta. Beberapa titik jalan sekitar terpaksa ditutup, mengakibatkan peningkatan kemacetan di wilayah Depok dan Sleman.

Masyarakat sekitar terlihat cukup antusias menyaksikan aksi. Sejumlah warga membagikan makanan kepada peserta, sementara yang lain berfoto untuk media sosial. Aksi ini juga memperlihatkan semangat gotong royong, dengan para peserta secara aktif membantu satu sama lain dalam berpindah dari satu titik ke titik lain. Selain itu, aksi ini dianggap sebagai bentuk pengingat kepada pemerintah bahwa rakyat tidak diam dan siap menuntut keadilan.

Keberhasilan aksi ini juga tergantung pada keterlibatan media. Sejumlah media lokal dan nasional meliputinya secara aktif, memberikan ruang untuk berbagai narasi. Selain itu, akun media sosial resmi Aliansi Rakyat aktif memposting video dan foto aksi, sehingga menjangkau lebih banyak audiens. Upaya ini mendukung Latest Program untuk terus bergerak dan mengubah arah kebijakan politik.

Antusiasme dan Harapan dari Peserta Aksi

Para peserta aksi menunjukkan antusiasme tinggi sejak pukul 09.00 pagi. Mereka menganggap aksi ini sebagai cara untuk menyampaikan suara mereka secara langsung. Dalam satu orasi, seorang buruh menegaskan bahwa Latest Program harus menjadi pendorong perubahan yang nyata, bukan hanya sekadar slogan. Peserta juga mengharapkan adanya respons langsung dari pemerintah terhadap tuntutan mereka.

Sebagian besar peserta aksi menyatakan bahwa mereka datang dengan harapan kebijakan terbaru akan diperbaiki. Mereka menilai bahwa pemerintah perlu lebih proaktif dalam merespons aspirasi rakyat. Aksi ini juga menjadi momentum bagi banyak orang untuk memulai peran sebagai penentu kebijakan, terutama melalui media sosial dan komunitas lokal. Dengan partisipasi yang masif, Aliansi Rakyat menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memengaruhi jalannya kebijakan nasional.

Setelah aksi berlangsung, peserta bergerak ke beberapa titik strategis untuk memastikan pesan mereka sampai ke berbagai lapisan masyarakat. Mereka juga berencana mengadakan aksi serupa di kota lain dalam beberapa minggu ke depan. Dengan bantuan media dan elemen masyarakat, Latest Program diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan dalam reformasi politik dan sosial.

Leave a Comment