Kebakaran Gedung Layanan Jantung RSUD dr Soetomo, 1 Pasien Tewas
1 Pasien Tewas – Kebakaran yang menghebohkan RSUD dr Soetomo, Surabaya, terjadi pada pagi Jumat (15/5/2026) dan menyebabkan satu pasien meninggal dunia. Menurut laporan dari Ketua Tim Kerja Operasional Pemadam Kebakaran Surabaya, Trianjaya, kejadian ini dilaporkan pukul 06.33 WIB, dan api berhasil dipadamkan pukul 07.35 WIB. Sebanyak 13 unit Tempur Kebakaran Kota (TKK) diterjunkan ke lokasi, termasuk dua unit bronto skylift dengan ketinggian 55 meter dan 42 meter.
Awal Kebakaran dan Penyebabnya
Kebakaran bermula dari Lantai 5 gedung layanan jantung RSUD dr Soetomo, yang terdiri dari ruang bedah jantung, ruang dokter, dan ruang profesor. Berdasarkan informasi dari petugas, api muncul di bagian operasional karena kebocoran gas atau kabel listrik yang memicu percikan api. Meski tidak segera teridentifikasi sumber pasti, tim pemadam mengungkap bahwa kejadian ini terjadi akibat kecelakaan teknis di area ruang bedah.
Selama penyelidikan awal, penyebab kebakaran diduga terjadi akibat kebocoran gas oksigen yang digunakan selama prosedur medis. Oksigen, yang bersifat mudah terbakar, terlempar dari tabung dan menyebabkan api cepat menyebar ke bagian lain gedung. Kondisi ini membuat petugas pemadam harus bertindak cepat untuk mencegah kebakaran merambat ke lantai bawah dan ruang penyimpanan alat medis.
Upaya Pemadaman dan Evakuasi Korban
Untuk mengatasi kebakaran, petugas memprioritaskan evakuasi pasien dan staf dari Lantai 5. Dua unit bronto skylift digunakan untuk mengangkat korban dari lantai yang lebih tinggi, tetapi hanya skylift 42 meter yang efektif dalam mengevakuasi karena kondisi ketinggian yang lebih optimal. Sementara itu, alat pemadam api portabel dan selang air diterjunkan untuk mengendalikan api di ruang bedah jantung.
Kebakaran yang memakan korban satu pasien meninggal memicu respons cepat dari pihak rumah sakit dan instansi terkait. Petugas medis di lokasi juga turut berperan dalam membantu evakuasi, terutama untuk pasien yang mengalami kondisi kritis. Meski api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam, kerusakan pada infrastruktur rumah sakit memerlukan inspeksi lanjutan untuk menentukan tingkat kerugian.
“Kebakaran di RSUD dr Soetomo bermula dari ruang bedah jantung, Lantai 5, dan menyebabkan satu pasien meninggal. Evakuasi dilakukan dengan cepat, tetapi penyebaran api memerlukan waktu ekstra untuk diatasi,”
kata Trianjaya kepada detikJatim.
Korban dan Dampak Kebakaran
Pasien yang meninggal merupakan salah satu dari empat korban yang berhasil dievakuasi dari gedung. Berdasarkan laporan, kejadian ini menyebabkan 1 pasien tewas, satu pasien mengalami luka serius, dan dua pasien lainnya selamat. Pasien yang meninggal dinyatakan tidak bisa diselamatkan karena kondisinya yang parah saat api membesar.
Kebakaran juga mengganggu operasional rumah sakit, terutama pada unit layanan jantung yang menjadi lokasi utama. Meski tidak ada laporan kerusakan serius pada fasilitas utama, beberapa peralatan medis dan ruangan masih memerlukan perbaikan. Selain pasien, sejumlah staf medis juga terlibat dalam upaya mengendalikan kebakaran hingga petugas pemadam mengambil alih.
“Selama kebakaran, pasien yang sedang menjalani prosedur perawatan intensif di ruang bedah jantung mengalami kesulitan berpindah. Kami berterima kasih pada petugas pemadam yang mempercepat evakuasi untuk menyelamatkan nyawa,”
ujar seorang perawat dari RSUD dr Soetomo.
Keselamatan dan Tindakan Darurat
Sebelum api membesar, petugas rumah sakit segera memberi peringatan dan mengaktifkan sistem darurat. Lantai 5 yang menjadi titik awal kebakaran diblokir, dan jalur evakuasi diatur agar tidak terjadi kepadatan. Pasien yang tidak bisa berjalan diterbangkan menggunakan bronto skylift, sementara pasien lain menggunakan tangga darurat.
Dalam proses pemadaman, petugas menyebutkan bahwa kondisi cuaca terang dan angin kencang mempercepat penyebaran api. Namun, tim pemadam berhasil mengendalikan kebakaran sebelum mencapai lantai 4. Sementara itu, pasien yang meninggal diidentifikasi sebagai pasien usia 60 tahun yang sedang menjalani operasi jantung sebelum kejadian. Menurut dokter, pasien tersebut mengalami ketergantungan pernapasan yang berisiko tinggi karena api memicu asap beracun.
Konsekuensi dan Langkah Pemulihan
Setelah api dipadamkan, tim penyelidik dari Pemadam Kebakaran Surabaya mulai menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Pihak rumah sakit juga melakukan evaluasi keamanan untuk mencegah kejadian serupa. Selain itu, kebakaran memicu pernyataan dari manajemen RSUD dr Soetomo bahwa mereka akan meningkatkan sistem pemeriksaan alat medis di lantai bawah.
Bagi korban yang selamat, mereka diberi perawatan intensif di ruang perawatan khusus. Menurut sumber di rumah sakit, tidak ada korban luka serius di lantai lain, meski beberapa area masih terdampak asap. Kebakaran juga mengganggu pelayanan pasien di lantai bawah, terutama untuk operasi yang harus ditunda akibat keadaan darurat.
“Kami berharap kebakaran ini menjadi pelajaran untuk memperkuat keselamatan di gedung layanan jantung. 1 Pasien Tewas adalah hasil dari kecelakaan teknis yang harus dicegah sejak dini,”
kata direktur RSUD dr Soetomo dalam konferensi pers.